13 December 2008

AKU



Seiring berjalannya waktu, aku semakin tahu seperti apa hidup itu. Jika beberapa orang beranggapan bahwa hidup manusia adalah sebuah takdir, itu bisa dibenarkan. Tapi, percaya atau tidak, kita bisa merubah hidup tersebut. Mungkin itu adalah bagian dari takdir, ketika kehidupan kita mengalami pasang surut. Atau, kita telah memenangi sebuah permainan takdir. Jika kita menjumpai seseorang yang hidupnya terpuruk dan tak punya harapan, sesungguhnya itu bukanlah bagian dari takdir. Melainkan semangat jiwa yang mulai surut. Karena sebenarnya, takdir tak pernah membawa kita pada kehancuran.
Dulu waktu masih kecil, aku berpikir bahwa hidupku sangat menyenangkan. Tak pernah sedikitpun aku berpikir bahwa suatu saat nanti, ketika sudah dewasa, aku akan memiliki tanggung jawab yang besar. Aku tak pernah pikirkan bahwa masa depan adalah sesuatu yang pasti kita jalani, dan aku berangkat dari masa lalu yang cukup membahagiakan.
Kemudian menginjak waktu sekolah dasar, kehidupan menjadi berubah. PR, aku tak pernah melewatkan. Dan yang menjadi bebanku pada waktu itu adalah, 'bagaimana caranya agar aku bisa mempertahankan posisi jawara kelas'. Ini sangat berat. Meski pada akhirnya, aku mampu melewati 6 tahun di bangku sekolah dasar dengan peringkat 1. Dan aku menilai, ini adalah kerja keras. Ada kaitan antara tanggung jawab, beban, dan kerja keras.
Selanjutnya, aku duduk di bangku sekolah lanjutan tingkat pertama. Aku punya banyak teman. Prestasi sekolah bukan lagi prioritas utama ketika aku di sekolah. Ada banyak hal yang musti mendapat perhatian. Misalnya, kegiatan palang merah remaja, yang memang aku pilih sebagai kegiatan ekstrakulikuler. Perhatian pada tren fashion. Aku juga menggemari hal yang satu ini sejak SLTP. Perhatian terhadap akun email, waktu itu yang nge-tren adalah www.lovemail.com. Terkadang aku meninggalkan beberapa jam pelajaran, lalu ngacir ke warnet depan sekolah, hanya untuk chatting dan cek email, serta browsing yang aneh-aneh, salah satunya situs porno! Duh ampun deh... www.extrajoss.com, ini dia yang membuat saya ketagihan... Hahahaha!!!! Dan satu lagi perhatian yang tak pernah terlepaskan dari pandangan, NAJIB! Adik kelasku yang hansom. Tak ada niat lebih, aku hanya mengaguminya. Tapi sekarang coba bayangkan, dengan seabrek perhatian tersebut, apakah mungkin aku menjadi juara kelas seperti waktu SD? Jawabannya : mustahil. Peringkat terbaikku selama 3 tahun di bangku SLTP hanya mentok pada posisi 4. Tak ada yang protes! Apalagi ibu dan bapak. Mereka terlalu pusing mikirin duit, daripada melirik nilai raport-ku. Alhamdulillah, ibu tak pernah tahu bagaimana jeleknya nilai bahasa inggrisku.
Kemudian aku masuk sekolah menengah atas. Suasana yang benar-benar berbeda. Aku menemukan diriku dalam sebuah pencarian jati diri. Dan disana aku temukan setengah jati diriku. Dan setelahnya, aku akan terus mencari yang setengahnya. Pada saat SMA, aku sudah tak lagi memikirkan peringkat kelas. Menambah teman. Itu yang menjadi prioritas utama. Dalam waktu 3 tahun, aku bisa mendapatkan beberapa teman dari berbagai macam kelompok. Teman teman dari klub teater, klub senam, klub computer, klub basket, tempat nongkrong, klub pecinta alam, pramuka, cinema club, klub mading, dan teman-teman nggak jelas lainnya.
ternyata, tanpa kusadari, hidupku begitu berwarna. terutama waktu SMA. ada beberapa hal yang masih aku ingat. semoga aku tidak salah untuk mengingatnya.
1. aku pernah membenci seorang teman bernama ANGGARA, karena gaya rambutnya yang culun. namun ternyata selama 3 tahun aku selalu satu kelas dengannya. sejak saat itu, aku menyadari bahwa salah besar jika menilai seseorang dari satu sisi, yaitu penampilannya saja. sesungguhnya, dia seorang yang baik. hingga sekarang kami berteman.
2. aku pernah janjian nge-date dengan INDRA, teman sekolah dari kelas yang berbeda, yaitu di lapangan upacara. gara-garanya, kami sama sekali belum tahu persis lokasi sekolah, dan hanya lapangan upacara yang sama-sama kita tahu. maklum aja, hari itu merupakan hari kedua pada masa orientasi siswa.
3. aku pernah merelakan seseorang kepada sahabatku. ceritanya, aku suka dengan seorang kakak kelas bernama _ i n _ (hehehe aku tidak pede!). tanpa aku tahu, ternyata sahabatku juga suka dengannya. sementara aku lebih akrab dengan _ i n _ , sedangkan sahabatku seorang yang pendiam. dia meminta aku untuk membantu acara pedekate. uh rasanya memang seperti beban yang terkirakan. aku tak berpikir bahwa rencana pedekate yang aku buat untuk sahabatku dan _ i n _ akan berjalan dengan lancar. namun ternyata, pada akhirnya mereka jadian. baik sahabatku, maupun _ i n _ selalu menganggap aku adalah orang yang paling berjasa atas hubungan mereka. padahal pada saat mereka jadian, akulah orang yang paling hancur. but, it's okay. aku semakin dewasa. kejadian ini semakin membuatku lebih bijak dalam melangkah. semakin siap menghadapi masa-masa hancur yang lain.
dan kita siap berjalan maju pada lorong waktu yang panjang dan banyak cobaan hidup.
lulus SMA, aku mencoba peruntungan dengan mengikuti tes PMDK ITB jurusan desain komunikasi visual. dengan bekal seadanya, seperti uang 300 ribu, ilmu yang mepet, dan seorang teman yang kusebut sebagai dewa penolong, karena bersedia memberi tumpangan tempat tinggal selama 2 minggu. terimakasih mas AJI. aku tahu apa yang dirasakannya. semacam dilema mungkin. karena dia tinggal di sebuah rumah kontrakan patungan dengan beberapa orang 3 orang temannya.
dinataranya adalah mas eko, mas galih, dan satu lagi aku lupa namanya...
namun aku berusaha akrab dengan semua, agar suasana bisa lebih cair. dan lagi-lagi aku belajar banyak dari semua itu. belajar bagaimana menghargai, tentang arti basa basi, pengertian terhadap orang lain bahkan yang belum kita kenal sekalipun. terimakasih untuk waktu yang telah memberi kesempatan padaku untuk mengetahui arti sebuah teman.
aku gagal tes. gagal masuk ITB. gagal untuk melanjutkan sekolah di bidang desain. aku mendapat ilmu lagi, bagaimana menghadapi kekalahan.
aku kembali ke madiun, melanjutkan sekolah di politeknik madiun. disinilah naik turun hidupku dimulai. beberapa hal yang aku ingat pada saat duduk di bangku kuliah :
1. aku bosan menjadi mahasiswa. mungkin karena kegagalan tes ITB, sehingga membuatku malas-malasan. karena sesungguhnya aku sama sekali tidak tertarik dengan jurusan akuntansi. dan hasilnya, 3 tahun kulewati dengan sesuatu yang tidak berarti.
2. aku gagal tugas akhir. Inilah hal yang paling menyedihkan. Bukan karena kegagalanku menempuh tugas akhir, tapi aku sedih karena ibuku bersdih mendengar kabar tersebut. Namun, aku juga ikut bersyukur, karena ibuku ikhlas dan tidak marah, hanya kecewa.

09 December 2008

UANG


Uang memang bisa membuat manusia lupa dengan arti bahagia. Uang juga membuat manusia serakah. Dan karena uang, kita menjadi budak pekerjaan. Kini saatnya kita tahu dan paham, bahwa uang tidak bisa menciptakan sebuah kebahagiaan. Uang tak mampu membuat kita kenyang. Uang bukan jawaban disaat kita sedih. Uang juga bukan alasan, mengapa kita berjalan sendiri dan tak mau bergandengan dengan yang lain. Kebahagiaan tercipta oleh diri kita sendiri, bukan dan tanpa uang sekalipun! Tak perlu kaya untuk bisa makan kenyang. Tak harus kaya untuk bisa tertawa hingga terbahak-bahak. Tak musti kaya jika hanya dengan sedikit uang kita bisa punya banyak teman. Mana yang kamu pilih? Kaya atau Bahagia?

SEBUAH TRADISI YANG TERENGGUT!


Tulisan ini saya buat pada 8 Desember 2008. Tadi pagi bersama kakak, aku sholat ied di Masjid Agung Baitul Hakim. Sepulangnya, aku bertemu dengan seorang lelaki agak tua naik sepeda motor-yang biasa disapa Pak Minto, tukang foto keliling. Aku masih ingat betul, dulu waktu kita masih kecil, paling suka difoto bareng. Tidak perlu menunggu acara khusus, aku dan kakak selalu sigap untuk difoto bareng. Mulai dari pamer baju baru, hingga mainan baru pun ikut ter-foto. Kami tidak pernah menyadarinya, bahwa kami telah menciptakan sebuah kenangan.
Namun, ada yang aneh dengan pak Minto. Dia kini tak lagi naik sepeda unta-nya. Melainkan sepeda motor yang tak ketahuan mereknya, karena sudah hilang stiker identitas motor itu. Nampak lebih modern, tapi tak unik lagi! Perkembangan jaman yang begitu pesat tidak hanya merenggut ke-asli-an muda mudi tanah air, tapi juga Pak Minto.

02 December 2008

TV = ANJING


aku bingung, harus menuliskan apa lagi. karena selama ini aku hanya mampu bermimpi, berangan, lalu bermimpi, dan berangan lagi.

apa sih yang terbaik dari hidup kita? tinggal di indonesia, tak ada bedanya dengan tersesat di neraka jahanam. wah, sepertinya aku kelewatan menyumpahi negeriku tercinta ini.

namun memang begitu kenyataannya. hari ini, pas banget hari liburku. aku bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan tv, menyaksikan kekejaman manusia lewat cerita pagi, cerita sore, insert, was was, go spot, silet, dan tayangan reality show (cap copy paste).

seperti tidak ada kerjaan saja... bikin concept acara yang ditonton jutaan umat, kok begitu? apa sih yang dicari? paling-paling cuma duit, duit, dan duit. tidak kah sekali saja mereka memikirkan feedback dari tayangan tersebut.

media elektronik = anjing penyebar virus rabies, unggas berpenyakit penyebar flu burung, atau mungkin seperti ludah penderita AIDS.

11 October 2008

TB : Tentang Bangsa


tanpa sadar, ternyata sudah 23 tahun saya menghabiskan waktu untuk melewatkan pesta politik di tanah air. saya tidak paham betul tentang politik. namun akhir2 ini agak resah juga, ketika politik masuk rumah dan menjadi perdebatan seru antara saya, ibu, kakak, dan pacar saya. masing-masing dari kami punya pandangan yang berbeda tentang sebuah pemimpin. sudah pasti money politic menjadi dalang, kenapa ibu & kakak saya ngotot membela mati-matian tokoh A. padahal, dia bukan apa2 kami. pacar saya juga ngotot dengan tokoh B. alasannya klasik, karena tokoh tersebut adalah ayah dari temannya. ah! gombal semua. sementara saya masih memilih & memilah. beberapa hari menjelang pilkada, saya gunakan untuk mencari info, bagaimana & seperti apa visi & misi dari ke-5 calon walkot&wawalkot tersebut. kalau anda?

07 October 2008

COFFEE CUPING


Untuk menjadi pencinta kopi sejati, “wajib” hukumnya belajar tentang kopi itu sendiri. Menurut istilah sang penulis (karena tulisan ini saya sunting) kalau mau menjadi master harus berguru dulu ke guru yang tepat. Tapi ambil S1 aja dulu deh sebelum ambil Master hehehe…

"OK, kali ini saya akan sharing pengalaman “spiritual” saya yaitu kegiatan Coffee Cupping di salah satu tempat coffee shop di daerah kemang, Caswell’s", tambah sang penulis.

begini ceritanya...hahaha


Apa itu Coffee Cupping?

Coffee Cupping adalah suatu kegiatan mencoba cita rasa suatu produk kopi untuk mengetahui kualitas kopi tersebut dengan cara memberikan penilaian. Kegiatan penilaian ini dilakukan dangan cara Mencium (Sniffing), Menyeruput (Slurping), dan Meneguk (Swallowing) kopi tersebut. Jadi sebelum anda melakukan kegiatan ini pastikan anda tidak Flu, Sariawan atau Radang tenggorokan, OK….

Kegiatan Coffe Cupping ini biasanya dilakukan oleh para coffee expert dan juga pencinta kopi di seluruh dunia. Bagaimana di Indonesia? Sang penulis sendiri belum survey mengenai hal ini. Namun dia (penulis) yakin hal ini juga telah dilakukan di Indonesia.

Persiapan

Sebelum melakukan coffee cupping yang perlu disiapkan adalah Air panas, gelas, sendok dan beberapa produk kopi berupa serbuk kopi yang siap untuk diseduh. Selain itu siapkan juga Cupping Form dan Tester Flavor Wheel dan pulpen untuk melakukan penilaian. Cupping form ini dapat di download di Internet dengan meng-Google kata kunci ” Cupping Form+filetype:pdf “, atau dapat diambil di SCAA Cupping Form Form bisa saja berbeda-beda namun prinsipnya adalah sama dan standard untuk cupping ini.

Coffee cupping dibagi menjadi beberapa sesi. Sesi ini di mulai dari Fragrance, Aroma, Acidity, Flavor, Body sampai dengan Aftertaste (penjelasan ada di form). OK mari kita mulai step-by-step dengan mencoba 2 jenis produk kopi.

Surat Untuk Ibuk


setelah tertunda beberapa waktu lamanya, aku sempatkan juga untuk meniliki blog yang sudah lama tak dikunjungi. beberapa komentar dari sahabat dan orang baru yang membuat TANDA TANYA. satu kritikkan yang membangun. terima kasih buat RADHAR PANCA DAHANA.

tapi hari ini, aku sempatkan waktu untuk menuangkan sedikit pemikiran dari kepala idealis-ku, selain untuk mengatakan thanks!

beberapa waktu lalu, pada saat aku merasakan kebersamaan dengan keluarga, ibuku bilang dengan sedikit mengeluh : "Sudah 3 tahun kamu bekerja, kok nggak keliahatan hasil jerih payahmu..."

ya! aku bekerja sudah tiga tahun. motorku masih saja butut. hape-ku juga belum triji. komputerku cicilannya belum lunas. tak banyak perhiasan yang aku pakai. baju-bajuku masih kaos oblong dan celana jins. jam tangan masih swiss army seharga 35ribu, belum bisa beli rolex atau casio. dan aku masih suka nongkrong di warung kopi, belum sanggup berjam-jam meneguk kopi di coffee shop TJP sambil menenteng laptop.

tapi, andai saja ibuku tahu tentang satu hal yang paling aku banggakan dalam diriku selama tiga tahun aku bekerja. "Aku bersyukur atas apa yang telah Tuhan titipkan padaku..."

please, jangan hanya menilai aku dari materi.

05 October 2008

6th Anniversary Extreme Public Berakhir Rusuh


MADIUN – Alasan utama saya dating ke acara ulang tahun komunitas Extreme Public adalah karena saya cinta mati dengan Racun dan Negative Force, selebihnya tidak. Biasanya malam minggu, selalu saya sempatkan buat nonton extravaganza, tapi kali ini, saya sengaja berdesak-desakan dengan penonton yang mayoritas anak-anak punk dan beberapa anggota dari Extreme Public. Awalnya acara berjalan lancer, dimulai pukul 17.00 wib, kemudian dilanjutkan selepas maghrib. Dibuka dengan band local membawakan lagu ‘I Don’t Love You’ nya MCR, kemudian pemotongan tumpeng oleh sang ketua, Abadi (biasa disapa Ateng).
Acara berjalan lancer hingga Racun naik pentas membawakan 3 buah lagu baru. Meskipun tidak menyanyikan lagu ‘Black Flower’, Racun tetap memukau. Suguhan lagu-lagu dengan porsi yang pas, antara Racun, The Pria Dijajah Wanita, serta End Of Your Life, tercemar dengan munculnya Colesterol, band pop yang mencoba menyuguhkan ‘Hitamku’ Andra & The Backbone, namun hasilnya payah! Mungkin semestinya Colesterol tak manggung disana, seperti masuk dalam kandang macan, sama sekali tak menggairahkan. Tiba saat yang dinanti, yaitu Negative Force, kerusuhan mulai mucul. Karena sudah larut malam, dan dibawah pengaruh alcohol, para penonton arogan tersebut tak mampu mengendalikan diri. Dan pentas paling oke yang pernah saya jumpai tersebut harus berakhir dengan lagu ‘Mental Kapiran’ yang tidak tamat. Saya kecewa, apalagi The Modern Age, yang disebut sebagai bintang tamu dari Jogjakarta, belum main. Berdasarkan pengamatan saya, acara menjadi kacau karena, manajemen acara yang tidak bagus, keamanan yang tidak seimbang, dan konsep musik yang amburadul. Semoga hal ini tidak terjadi lagi.

03 September 2008

sebuah cerita : NAYA DAN AYAH (belum kelar)


aku sedikit pesimis ketika menulis cerita ini. setelah beberapa hari yang lalu, seorang teman dengan jujur mengatakan, "sudahlah...kamu tidak usah menulis lagi..." sementara ibuku di rumah, selalu bilang, "...kamu bisa, melakukan apa yang kamu mau, ibu percaya itu"
dan kini aku tidak ragu, untuk melakukan kesalahan-kesalahan (lagi dan berkali-kali) dalam menulis. aku memang tidak punya kemampuan lebih dalam hal tulis menulis, tapi aku punya keinginan. thanks MOM.

NAYA DAN AYAH
apa yang membuat seorang anak membenci ayahnya?
ada banyak alasan yang bisa menjadi penyebab hubungan tidak harmonis antara anak dan ayah, sama halnya dengan naya dan ayahnya.
naya punya seorang ayah yang tidak menyenangkan, menurutnya. saat masih kecil, kesulitan ekonomi menjadi masalah utama dalam keluarga naya. ayahnya hanya seorang sopir angkot. ibunya jualan lotre. pulang sekolah, naya membantu ibunya hingga siang, lalu tidur. sore hari, nanya pergi mengaji, lalu belajar. begitu seterusnya. hanya hari minggu, naya boleh bermain. naya paling suka bermain 'gepok lele'. dia jago melempar tongkat kayu yang dinamakan 'lele' dalam permainan ini. ada sebuah kepuasan ketika dia diberi kesempatan melempar 'lele' kearah lawan. sampai pada hari minggu yang membawa sial, sebuah 'lele' terlempar sangat dahsyat mengenai kepala temannya. darah mengalir dari kepala anak itu.
"NAYYYAAA..."
PLAKKK!!! pukulan keras ayahnya, tepat mengenai pipi naya hingga memar kemerahan.
(naya tidak terlihat menangis seperti kakaknya yang pernah dimarahi ayah gara-gara bolos sekolah. saluran air matanya tersumbat batu kebencian)

hari ini keluarga naya sedang bahagia. ayah menang lotre. ibu dapat kerja sebagai penjaga toko roti. sebuah ayam panggang 'gandu' yang menjadi favorit sekeluarga dihidangkan diatas tikar lusuh bekas judi kemarin di depan rumah.
"Mana naya?"
"Nayaaa...dipanggil ayah, sini..." ibu menyusul ke dalam kamar.
"Kenyang buk" bisik naya dengan mimik muka memohon.
"Terserah, kamu mau ayah melempar ayam panggang itu ke mukamu?" ucap ibu sebelum meninggalkan kamar naya.
tiga puluh menit berlalu, ayah menemukan naya dalam sebuah almari buku.
"MAU SEMBUNYI???"
PLAKKK!!!
(naya tetap tak mau memakan ayam panggang yang super lezat itu. "ayam itu tidak halal..." ucapnya beberapa hari setelah kejadian itu, ketika ibunya bertanya kenapa dia tidak mau makan ayam panggang.)

sudah lama naya menyimpan dendam kepada maya, kakaknya. setiap kenaikan kelas, hanya maya yang mendapat sepatu baru, seragam baru, alat tulis baru, kotak pensil baru, dan hal-hal baru lainnya. sementara naya, selalu menerima barang bekas, mulai dari sepatu, seragam, alat tulis, kotak pensil, dan hal-hal bekas lainnya. kalau saja maya tak ada, pasti tak ada lagi yang namanya 'bekas'. minggu depan adalah hari pertama naya duduk di bangku SMP. dia masuk dalam sekolah favorit. dibandingkan maya, naya jauh lebih pintar, namun pintar saja bukan jaminan untuk bisa mendapatkan barang-barang baru.
"Uang ayah cuma cukup buat beli perlengkapan sekolah maya. kamu pakai punya maya yang sudah nggak dipakai kan bisa..." jawab ayah, ketika naya minta dibelikan seragam biru putih yang baru.
(naya sedih dan menyesal masuk sekolah favorit. "pasti yang sekolah disana anak orang kaya dengan seragam baru...")

sekumpulan siswa dengan seragam biru putih beramai-ramai menuju kantin sekolah. hari ini adalah hari terakhir masa orientasi siswa, waktu yang tepat bagi mereka untuk saling berkenalan, bertukar nomor telepon, dan tidak sedikit yang foto bersama. beberapa anak laki-laki mulai terlihat mencari perhatian dengan sekumpulan siswi, tidak terkecuali naya.
"hai, kamu yang tadi dihukum kakak kelas ya?" tanya seorang siswa yang sedari tadi memperhatikan naya.
"iya..." naya mengangguk sambil tersenyum tipis.
"kok bisa sih?"
"masalahnya tadi aku lupa nggak bawa id card.."
"kok bisa lupa? eh kenalan dong...nova"
"naya" sahut naya menyambut uluran tangan nova. kemudian keduanya terlihat sangat kompak bercerita pengalaman mereka selama masa orientasi siswa berlangsung.
hari ini bukan hanya akhir dari masa orientasi siswa, bukan juga hari kamis, tapi ini adalah awal persahabatan naya dan nova.

(naya ingin bertukar nomor telepon dan foto bersama, tapi naya tidak punya handphone atau pun kamera)

to be continue...

28 August 2008

sebuah kata hati : T E M A N


akhirnya saya bertemu dengan seorang teman yang sebelumnya saya hanya tahu rupanya lewat foto-foto yang dia pajang di album dalam profile FS.
awalnya saya membayangkan, dia adalah orang yang menyenangkan, sehingga saya sangat bersemangat untuk menunggunya sampai jam 1 pagi, untuk bisa gadang san ngopi bareng.
itu hanya sebuah harapan, bahwa dia orang yang menyenangkan, untuk sekedar ngobrol soal film dan tulisan-tulisannya yang oke banget. dan karena itu pula saya sangat ingin tahu lebih banyak tentangnya. saya kagum dan ingin, ingin, ingin tahu lagi ada orang yang begitu pandai.
kekaguman saya menyadarkan tentang sebuah pepatah, "tak ada gading yang tak retak". anda tahu artinya kan? tidak semua orang pandai itu menyenangkan dan hangat. dan, tidak pasti bahwa seorang yang hangat dan menyenangkan itu pandai. anda pilih yang mana? kalau saya, berteman dengan orang bodoh pun tak masalah, asalkan dia tahu bagaimana dan apa arti sesungguhnya T E M A N.

24 August 2008

sebuah kata hati : harimau dan kelinci

suatu sore, saya bertemu dengan seorang teman yang punya kemampuan lebih, meski hidupnya pas-pasan (begitu saya menyimpulkan, ketika dia bercerita tentang pekerjaannya yang tidak tetap, tempat tinggal yang masih "numpang" kost temannya). tapi itu hanya sekedar cerita. dia tidak menuntut saya untuk mempercayai kata-katanya. dan saya juga tidak begitu yakin dengan cerita tentang dirinya. dia minta saya mengulurkan telapak tangan kiri, melihatnya sesaat, dan mulai-lah dia bercerita panjang lebar about me!
"Ya, siap" jawab saya ketika dia menanyakan, apakah saya siap mendengarkan sebuah rahasia jati diri.
"................................." saya tidak bisa menirukan kata-katanya. selain karena saya adalah pelupa, tapi memang sangat rumit untuk mengikuti kata-katanya, kalimatnya, dan istilah 'aneh' yang saya tidak mengerti. jadi, dia memang harus mengulang sampai dua kali, hingga pada akhirnya saya paham.
dikatakannya, saya adalah harimau yang terlihat seperti kelinci. seketika jantung saya berdebar. anjrittt!!! maksudnya???

D E W I

Hari ini aku sempatkan waktu buat dewi (satu-satunya temanku yang bisa dipercaya saat ini).
Dia mengira, aku menghilang selama ini. Pergi bersenang-senang dengan pacarku. Padahal bukan itu. Kita adalah manusia, butuh uang, butuh makan, butuh bayar tagihan, dan lain-lain. Selama ini, aku pusing mikirin uang, uang, uang, dan uang. Meskipun aku tahu, bukan uang yang kita cari. Kebersamaan adalah segalanya. Tapi, maaf teman... Aku tahu kondisimu, dan aku paham harus bagaimana? Aku ingin bisa memberimu sesuatu, entah nraktir makan atau ngopi bareng. Atau belikan kamu t-shirt, karena aku tahu, sejak kamu berhenti kerja, bajumu tidak lagi berwarna-warni seperti dulu. Kamu tidak lagi ceria seperti dulu. Dan aku ingin, suatu ketika aku bisa belikan kamu sebuah baju warna 'kuning, hijau, merah, oranye...'

10 August 2008

Kejadian Di Video Ezy, Malam Itu

Selasa, 29 Juli 2008.

Bersama Yani, Fitri, dan Indah, malam itu, saya melaju ke alun-alun, sekedar untuk ngopi dan 'cuci mata'. Ternyata semakin banyak saja... pengemis, pengamen, pedagang kaki lima, dan penjual CD bajakan!

Sudah hampir jam setengah sembilan malam, kita berempat memutuskan untuk sewa CD di Ahmad Yani, Video Ezy. Tiba disana, ada pemandangan yang sedikit aneh.

"Itu lelaki...atau perempuan yah?" Indah menepuk pundak saya.

Damn! Ini kali pertama saya melihat lelaki pakai jilbab. Kalau biasanya teman-teman sering bikin tebakan "Kenapa seorang ibu melarang anaknya memakai jilbab? Padahal anaknya adalah seorang yang alim, sudah dewasa, taat beribadah." Sontak kami menjawab "Yaaahhh...anaknya lelaki, ya jelas aja nggak boleh pakai jilbab!" Hahahaha

Itu lelucon saya dengan teman-teman beberapa waktu lalu. Namun, kali ini yang saya lihat adalah nyata.

Lelaki yang sedang memilih-milih film di rak itu memakai jilbab warna hitam, dengan tas ransel dipundak.

"Nggak usah takut mbak, dia itu stres gara-gara diputus oleh pacarnya. Dia nggak akan macam-macam kok, mas itu pelanggan sini dulu. Ehh, tahu nggak... dia itu sarjana lho... sayang yaa..." celetuk salah satu karyawan kepada kami, sambil menata film-film di rak.

02 August 2008

malam minggu tanpa pacar

wah seruuu!!! malam ini, aku malam mingguan tanpa pacar. menyenangkan. rasanya seperti :

1. ngopi di pagi hari

2. dengerin lagu-lagu foo fighter

3. nonton film 'mengejar matahari'

4. renang dengan swim suit biru kembang-kembang yang baru saja aku beli seharga 10ribu!!

5. dapet tiket gratis nonton konsernya saint locco

6. membaca sepuasnya novel laskar pelangi, tanpa harus membeli (maksudnya...ada yang minjemin ;p)

7. ngebut di jalanan tanpa kena tilang

8. makan brownies tanpa bayar & nggak susah2 bikin

9. tidur seharian

10. travelling ke karimun jawa

semoga pacarku tidak membaca tulisan ini. aku pengin ini terulang lagi, menyenangkan!!! aku bisa bebas pergi2, nggak ada yang nanya2 mau kemana? mau ngapain? sama siapa? dimana? ETC. padahal selama ini, aku tidak pernah macam2, seperti yang ada dalam kepalanya. aku senang bebas.

27 July 2008

kopi: pertama bertemu


bicara soal kopi, wah pasti akan kelelahan menelusurinya. saya musti flashback sekitar 15 tahun yang lalu. pertama kali saya mengenal kopi. saat masih SD. tidak seperti kebanyakan orang tua, ibu saya adalah spesial. pagi hari, selalu ada secangkir kopi sebagai teman sarapan (baca: nasi pecel, selalu! karena ibu saya malas memasak). awalnya saya nggak suka. aneh! hitam, pekat, dan sedikit pahit. tapi karena hadir setiap pagi, akhirnya saya suka. ada beberapa hal yang saya temukan dibalik ini semua, meskipun ibu saya tidak pernah bilang, saat saya bertanya 'kenapa musti kopi? bukan milo coklat, teh 'Gopek', atau air putih saja, yang diberikan ke saya?'

kopi bukan sembarang minuman. yang dengan mudah kita teguk setiap saat, ketika kita haus, ketika pulang kerja, lalu kelelahan. kopi bukan teman untuk bersenang-senang. karena disetiap tegukannya, pasti meninggalkan rasa yang tak terlupakan, termasuk rasa pahit!

tentang sebuah impian


aku selalu berharap banyak. aku tidak hanya ingin mendapat sedikit. aku manusia. saat ini aku bekerja di media. hanya sebagai karyawan. aku berharap besok bisa menjadi programmer. aku berharap bisa dipercaya menjadi producer. aku ingin suatu saat menjadi reporter juga. kenapa? karena aku manusia. ingin menjajal setiap sisi kehidupan. tapi aku belum ingin menjadi pecundang!

16 July 2008

Tuhan


Aku bukan tipe seorang pengadu. Pertama kali aku mengadu, pada sebuah diary, saat aku kelas 2 SD. Aku bercerita panjang tentang kecurangan yang dilakukan kakakku, namun aku yang kena marah. Aku tidak suka ketidakadilan. Aku ingin membenci bapak, waktu itu. Tapi mengapa aku harus membenci dia? Aku bertanya-tanya sendiri. Menulis beberapa pertanyaan untuk Tuhan. Aku belum mengenal ibadah, waktu itu, tapi aku tahu satu hal, bahwa selain Ibu dan David (teman bermainku), ada Tuhan yang mencintaiku. Aku berfikir, bagaimana Tuhan tahu tentang rasa sedih yang aku rasakan? Aku berharap, setiap malam, pada saat aku terlelap, Tuhan datang dan membaca semua tulisan-tulisanku, dan menurunkan keajaiban dalam hatiku, agar aku tetap baik-baik saja, ketika semua menjadi tidak baik.

Aku berharap Tuhan tetap datang dengan segala keajaiban-Nya menemaniku saat ini. Amin

08 July 2008

--Tentang Hidup--


--hidup adalah bagaimana kita bisa berjalan sendiri di tengah malam, tanpa merasa ketakutan. hidup juga tentang cara agar bisa diterima teman-temanmu tanpa dipandang siapa orang tuamu. hidup adalah sebuah formula mengatur porsi nasi, garam, bawang, cabai, dan saus untuk menciptakan nasi goreng yang sempurna. tidak cacat, tidak gagal. itulah hidup--

Mundur


hari ini aku mundur...
selangkah, dua langkah, dan aku merasa kalah
permainan telah usai
semuanya menjadi terurai... cerai...

begitu panjang rasanya
aku pun tak tahu, apakah aku masih bisa
berada ditempatnya seperti dulu
ketika semua masih beku

hari ini aku kalah...
aku ingin katakan, aku patah hati
aku ingin bilang, aku terluka
tapi aku cinta dia...

aku siap mundur
dengan segala yang telah hancur
dengan hati yang sempurna retak
hingga aku tak tahu, apakah jantungku masih berdetak
sampai kutemukan lagi
cinta yang belum termiliki

tapi aku cinta dia
hingga habis jalanku kini
apakah aku bisa lupakan dia?
hapuskan cinta dihati?

ternyata...
hari ini aku benar-benar harus mundur
hapuskan cinta tak bermata namun berhati...
kisahku, berhenti disini!

Mati Cinta


Akulah gelap
Yang padamkan hidup
Yang musnahkan raga
Hancurkan semua rasa

Akulah badai
Yang satukan luka
Yang beraikan bahagia
Menjadi tak bernama

Akulah mati
Yang takkan hidup
Yang selalu binasa
Disanding cinta

Dia Bukan Jalang


Pagi pagi sekali aku bangun, sengaja ingin mencuri waktu melihat kerutan di mukanya yang pucat. Celak hitam menebali garis mata bawah hingga selebar setengah senti. Kulit muka pucat dan kasar, tak pernah mendapatkan sentuhan ahli kecantikan manapun, sejak dua bulan yang lalu. Padahal sebelumnya, dia adalah seorang model iklan 'facial wash' yang dielu-elukan punya kulit bersih dan segar. Itu dulu. Kini, wanita malang itu hanya bisa ongkang-ongkang di kasur lusuh. Bukan hanya seprainya yang nampak lusuh, baju-bajunya pun terlihat kusam. Dia adalah seorang pemalas. Malas oleh waktu, uang, arti bahagia, dan kenyataan.
Dia bukan seperti ini. Aku mengenalnya sejak kami masih sama-sama mencintai organisasi pramuka, masih suka dengan serial Lupus, lagu 'Kita' Sheila On Seven masih menjadi lagu wajib untuk dinyanyikan bersama saat ke kantin, kamar mandi, ataupun bolos sekolah dan lebih memilih main PS. Itu cerita sembilan tahun yang lalu, saat kami duduk di bangku SMP.
Dia mengambil nafas dalam, lalu terbatuk. Uhukk..uhukk...
"Kamu?"
"Habis jogging, bingung mau kemana. Mau ke pasar, nyari apa?" kusodorkan segelas air putih. Ditolaknya. Tangannya meraba-raba kasur, mencari sesuatu dibalik lipatan selimut.
"Ini?" tanyaku seketika menemukan apa yang dia cari. "Ambilin korek di saku celana." dia menunjuk pada balik daun pintu dengan jari yang tidak lagi lentik. Dark!
"Celana lusuh" batinku. Kepulan asap di jalan, tak beda menyedihkannya dengan asap disini.
"Sampai kapan akan begini?"
Dia tak menjawab. Hanya diam, lalu mengalihkan perhatian, "Wah kopinya habis. Nge-Teh aja ya?". Aku mengangguk. Sebenarnya, sudah dua bulan lalu aku berhenti minum kopi. Aku sudah katakan padanya, aku sakit maag. Sepertinya dia lupa.
"Oh iya, kamu kan sakit, aku buatin susu aja." Dia beranjak ke dapur. Dia adalah wanita baik. Dia bukan jalang. Dia tidak seperti yang dikatakan media. Meskipun dia pemabuk, pemakai narkoba, perokok, dan segala keburukan yang dia lakukan.
"Hidup itu dinikmati." ucapnya datar, muncul dari balik pintu dengan segelas milo cokelat. Bagaimana cara dia menikmati hidup? Sampai dengan mudahnya mengatakan itu padaku. Selayak memberikan pencerahan dalam hidup orang lain, dimana hidupnya lebih kelam.
"Kapan kita pergi?"
"Kurang tahu. Hidup sedang susah. Kalau ada tiket gratisan, kita bisa pergi pergi sesukanya."
Iya. Jalan begitu panjang. Gersang. Dan kita terkungkung dalam kesunyian malam. Dalam gemerlap beling bernanah. Maafkan aku. Jika saja kita tidak pernah berkenalan, dan berkawan. Jika saja kita tidak saling mengenal. Jika saja malam itu aku lebih memilih sendiri daripada berdua dengan lelakimu, dan tidak kubiarkan badai hati membunuh separuh hidupmu. Maafkan aku. Akulah jalang, bukan kau.

07 July 2008

Music News


Soundrenaline 2008 akan segera diadakan lagi, kali ini batam menjadi salah satu kota yang akan diserbu para musisi top, kenapa batam dipilih? karena untuk membidik para penggemar band indonesia yang ada di singapura dan malaysia.

Yudy Rizard yang menjabat sebagai Manager Humas PT HM Sampoerna mengatakan “Kita harap acara ini tidak hanya jago kandang, tapi bisa menjadi pesta musik Asia Tenggara dengan penonton dari Malaysia dan Singapura” Rabu (28/5) di Batam, kepulauan Riau.


Tema soundrenaline 2008 adalah Free Your Voice, digelar di beberapa kota antara lain : Medan (13/7/2008), Pekanbaru (20/7/2008), Batam (27/7/2008), Malang (3/8/2008), dan Yogyakarta (10/8/2008).

wah surabaya ga kebagian nih… mungkin dijadikan satu dengan kota malang yg relatif dekat dengan surabaya.

Jalan Jalan : Keliling Madiun (part 2)


Pada akhirnya, waktu yang ditunggu telah datang. Ini hari Rabu, hari ini saya libur.
06.12 wib :
Saya bangun, bergegas sholat subuh yang kesiangan (selalu begini, maaf)
Pura pura tidur, sambil menunggu teriakan 'Mbake kost... maem nopo mbothen mbak?' Bu Budi! Lalu aku balas dengan teriakan yang lebih keras 'Iya bukkkkkkk...' Kalau tidak begini, mana dengar dia? Namanya saja Bu Budi (singk. Budhek Sithik). Anak-anak yang menamainya, aku seorang pendatang, pengikut tradisi buruk.
09.00 wib :
Ingin mandi, berarti tidak tepat persis jam segini. Keramas. Pakai Conditioner. Listerine, bau rokok tidak akan hilang, bila hanya menggosok gigi dengan pasta.
Saya bingung, mau kemana? Seluruh pelosok Madiun sudah pernah aku datangi, hanya sekedar iseng, sampai benar-benar mencari sesuatu disana.
Ke pasar ah! Pasar Punthuk. Mencari Babe (barang bekas, red). Kalau dulu, saat SMP, saya paling sering kesana mencari buku sejarah. Sekarang, mau apa? Sepatu sneakers, majalah, kaset.
Saya lelah. Makan di emak, murah! Ke warnet, cek e-mail. Pulang, tidur siang. Nanti sore, renang bersama ponakan di HM. Malamnya, makan Ronde di Cokro. Ngopi bareng Dewik.
21.00 wib :
Saya harus sudah pulang. Have a nice day!

05 July 2008

Jalan Jalan : Keliling Madiun (part 1)


Hari libur telah tiba. Semua orang sudah menantikannya, untuk relax, untuk menghambur-hamburkan uang. Tapi ini memang sebanding dengan apa yang kita dapatkan pada saat liburan. Semoga! Hehehe. Sejak saya bekerja, saya jarang sekali menikmati hari libur, seperi Weekend (Sabtu & Minggu), tanggal merah, libur nasional, libur hari raya, etc. Saya hanya mengenal 1 hari libur, yaitu Hari Rabu. Kesibukan & tuntutan profesi Saya, membuat saya beda dengan orang pada umumnya. Inilah kehidupan yang menyebalkan, sekaligus menyenangkan. Bekerja di media. Apakah Anda seperti Saya? Ayo, berlibur singkat di kota sendiri.

04 July 2008

REVIEW : AKU KARTINI BERNYAWA SEMBILAN



Harga : Rp 35.000,-
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 164 halaman
Terbit : September 2007

Bayangkan jika Anda tertular AIDS, apa yang akan Anda ceritakan pada teman, pacar, suami, istri, atau ibu Anda? Anda tidak bisa begitu saja pulang dan berkata, 'Bu, saya ketularan AIDS!'. Lalu bagaimana Anda bersikap ketika orang tahu dan menjauh seakan-akan Anda membawa bom waktu yang siap meledak. Bagaimana rasanya ketika semua teman menolak berbagi makanan dan minuman dan bahkan enggan sekadar bersalaman. Mungkin menangis adalah respons pertama, namun apa selanjutnya ketika airmata sudah habis dan hidup terus berjalan? Para penulis ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) dalam kumpulan cerpen Aku Kartini Bernyawa Sembilan ini memilih untuk berbagi perasaan-perasaan tadi dan menyebarkan kesadaran bahwa HIV/ AIDS adalah issue dunia yang sangat serius untuk ditangani.
Buku ini terdiri dari 11 cerpen dari 9 penulis ODHA yang diseleksi dari seluruh provinsi di Indonesia. Bekerja sama dengan UNAIDS, 6 sastrawan perempuan (Djenar, Dee, Ayu Utami, Cok Sawitri, Nukila Amal dan Oka Rusmini) kemudian mementori ODHA yang terseleksi untuk belajar menulis. Hasil pelatihan itu adalah kumpulan cerpen ini. Jangan harap Anda menemukan kisah ratapan yang melarat-larat, karena mereka tidak menulis seperti itu. Dari kisah-kisah mereka, pembaca dapat mengetahui bagaimana melihat dunia dari perspektif lain. Juga tentang memberi makna lebih pada kehidupan dan menjadikan setiap detik kehadiran di dunia berguna, untuk apa pun dan siapa pun juga.

***

Dalam waktu relatif singkat, mereka telah menjelma menjadi penulis-penulis potensial yang karyanya layak disuarakan. Bukan hanya karena tema sentral HIV/AIDS, tetapi juga karena kelenturan mereka berekspresi, ketajaman mereka memilih kata, dan kejelian mereka menyusun plot.
(Dewi Lestari)

...kerentanan mengajarkan tentang kekuatan, bagaimana kehilangan mengajarkan tentang apa-apa yang dipunya, dan belajar menerima dan hidup dengan diri sendiri. Daftarnya jauh lebih panjang. Semua hal di atas tersimpan dalam salah satu cerita pendek dalam antologi ini.
(Nukila Amal)

03 July 2008

Bagaimana Saya!


Saya gaptek. Teman saya bilang begitu tempo hari. Saya telmi. Sahabat saya sering mengatakannya. Saya pintar. Hanya Ibu saya yang percaya.

hari yang melelahkan


capek. kesal. pusing. penat. sibuk. tidak bisa istirahat. tidak bisa minum kopi. tidak tahu bagaimana rasanya.