Transformasi Pecinta Fiksi Menjadi Pengagum Logika

"capek. kesal. pusing. penat. sibuk. tidak bisa istirahat. tidak bisa minum kopi. tidak tahu bagaimana rasanya."

Itulah postingan saya pertama di blog pribadi ini, yang saya beri nama Ruang Jiwa. Pada saat memberi nama Ruang Jiwa, saya hanya berpikir tentang perasaan kosong yang membutuhkan ruang meski hanya sekedar untuk diam. Saya banyak mendiam pada saat itu. 

Postingan pertama itu seperti ungkapan kekesalan pada tahun 2008, tanggal 3 bulan Juli pukul 06.30. Setiap orang berhak mengeluh, kalau dalam bahasa Jawa namanya 'Sambat'. Dan kita sadar bahwa dengan sambat sekalipun kadang tak bisa menyelesaikan masalah, namun sugesti kita yaitu beban jadi berkurang. Beruntung sekali kamu memiliki orang yang bisa diajak bercerita, curhat (curahan hati). Jika kamu tanya saya, "Saya tidak punya orang spesial untuk diajak curhat, makanya saya curhat di blog".

Tujuan utama menulis di blog memang saya ingin curhat. Sejak SD saya suka menulis, dan sesekali membaca majalah Bobo, terutama Bona dan Rong Rong. Dibandingkan dengan cerita bergambar lainnya, saya lebih suka dengan kisah Bona & Rong Rong, sehingga membuat saya terngiang-ngiang setiap malam mau tidur selalu terkagum dengan belalai panjang Bona. "Andaikan saya punya belalai, bisa sangat berguna." Hahaha... namanya anak-anak pada waktu itu ya.


Saya terlalu menikmati kehidupan fiksi, imajinasi saya terlalu jauh, hingga sulit sekali komunikasi dengan baik dan lancar kepada orang lain, terutama orang baru. Saya masuk dalam kategori anak minder. Ditunjang lagi dengan badan saya yang kurus hitam jelek, haha, tapi saya sempat gendut banget pada saat Sekolah Dasar gara-gara minum obat cacing dan multi vitamin penambah nafsu makan, jadinya tidak terkontrol pola makannya menyebabkan badan melar. Semakin minder!

Bersyukur saya suka membaca, tidak ada kesulitan dalam menyelesaikan pelajaran sekolah, karena semua jawaban dari soal-soal pasti ada jawabannya dari buku bacaan. Itu kunci saya supaya bisa bertahan sebagai juara 1 selama enam tahun Sekolah Dasar (rahasia ini baru kali ini saya sampaikan, sementara sejak dulu teman-teman sekolah saya selalu bertanya apa rahasianya kamu kok bisa juara kelas? Saya selalu jawab karena saya keturunan orang pintar haha).

Pendidikan formal saya lampau hingga SMA lalu kuliah Diploma 3 Jurusan Komputerisasi Akuntansi di Politeknik Madiun, pada saat itu saya adalah angkatan kedua. Sedikit cerita soal Kampus Politeknik Madiun yang sekarang sudah menjadi negeri, dulu pada saat belajar disana belum negeri dan kampusnya kotor, kuno, bahkan kurang layak untuk belajar. Setiap pagi ada upacara, kegiatan belajar kurang menyenangkan, namun saya tetap enjoy. Mungkin ini salah satu karakter saya yang sangat berguna yaitu 'Mudah Enjoy'. Saya lulus dari Politeknik Madiun tahun 2007. Dua tahun kemudian saya menikah karena tuntutan ibu saya yang ingin segera menikahkan saya. 

Padahal pada 2 tahun setelah lulus kuliah tersebut, saya menemukan kesenangan dalam bekerja. Lingkungan baru diluar sekolah yang menantang. Persaingan, trik dan strategi, pertahanan, dan berbagai macam perjuangan dalam memperoleh uang. Meski pada saat itu saya tidak begitu banyak membutuhkan uang karena harga bensin dan kebutuhan belum melonjak naik, dan makan masih dengan orang tua. Tapi melakukan sesuatu menggunakan otak dan sedikit tenaga yang dibayar dengan uang adalah hal yang menarik. Saya mulai jatuh cinta bekerja. 

Kecintaan saya bekerja hingga saat ini. Mulanya saya tidak suka bekerja formal 8 jam sehari. Saya suka dengan mengerjakan sesuatu sesuai dateline, kebebasan dalam berpakaian, leluasa dalam hal waktu kerja, tapi itu tak memberi banyak uang bahkan bisa gambling. Kadang ada, kadang tidak ada, maka ibu saya memaksa untuk bekerja yang pasti gaji setiap bulan. Lagi-lagi ibu, memang dia suka memaksa, kalau tidak dituruti bisa marah, yasudah dari pada membuat ibu marah, maka saya menyetujui untuk mencari kerja kantoran.

Hingga hari ini, saya bekerja sebagai pegawai kantoran, yaitu Store Manager Restoran. Jangan kaget, jika melihat pendidikan dan hobi saya memang tidak nyambung, tapi pekerjaan saya hari ini yang menyambung hidup saya, suami, ibu dan kedua anak saya. Saya mempelajari banyak hal dalam hidup ini. Apa yang kita inginkan memang tidak sepenuhnya bisa kita dapatkan. Namun, apapun yang kita dapatkan harus sesuai keinginan. Prinsip seorang pemimpin, dari buku yang baru saya baca "Alex Ferguson dan Michael Moritz - Memimpin" yaitu membuat setiap orang paham bagaimana mencapai apa yang dianggap tak mungkin.


Good Leader akan membawa kamu pada kebaikan, sama dengan yang saya alami. Leader saya adalah ibu saya yang membuat sebuah peta 'kemana kamu harus pergi'. Kemudian dilanjutkan oleh pemimpin saya di tempat kerja yang mengarahkan dengan baik 'apa yang harus kamu lakukan'. Saya kini paham, kita hanya badan yang bernyawa. Otak yang kita miliki bisa disetel, hati kita harus bisa dikendalikan. Pikirkan sesuatu sesuai logika, bukan perasaan, karena ini bukan soal cinta, melainkan uang.

Selamat bertumbuh teman-temanku. Saya sudah berubah menjadi lebih baik, tapi masih suka minder kadang-kadang, dan suka Bona & Rong Rong selamanya, karena mereka adalah teman imajinasi saya sejak kecil.



Post a Comment

Popular Posts