17 Oktober 2013

CERITA BOHONG

cinta itu seperti senyuman pagi yang tertuang dalam secangkir susu hangat, menyambutmu dalam pelukan tanpa perlu kau tanya, "ini bertahan sampai kapan?"

jika kuibaratkan... hawa sejuk pegunungan dibalut kabut senja dalam suasana sore disudut sebuah coffee shop dan kau duduk disampingku, memegangi erat tanganku, seakan kau takut kehilanganku, itulah kuanggap cinta.



lalu, sebuah malam yang tak ada rupanya, ditengah keramaian jantung kota, kau terdiam lama, menarik nafas dalam-dalam, memandangiku, lantas mencuri sejumput kenangan dari sejumput titik pada ujung mataku. aku menyebutnya, "kau mencintaiku?"

dan tak ada yang bisa mengira, satu hari yang lalu, kau dan aku bukan lagi seperti kue rangin yang hangat-hangat disajikan, atau kau menyerupai pudding yang lebih enak dinikmati saat dingin dan ngga melunak. aku pun juga begitu, bukan lagi telur mata sapi, aku lebih mirip telur yang tak punya mata hati. lupa akan segala kenangan yang pernah kuberi. seketika kulupakanmu.

ini cerita yang (bukan) sebenarnya. tapi inilah realita.
Poskan Komentar