11 Maret 2012

Pictures : My child's scribbles

creative on paper


senyum kepuasan


bersama teman teman



serious and fun



My child's scribbles


tentang sebuah proses

12 Februari 2012

AKU SUKA KAMU, DALAM HATI SAJA

jika cinta tak bisa diungkapkan... sampaikan dalam bentuk kasih sayang.



Aku larut dalam sendu. Ketika mendengarmu memainkan musik itu. Menyuarakan rasa kehilanganmu. Aku ikut pilu. Meski sedihmu, bukan karena aku. Bagimu, aku hanyalah pendengar setiamu.
 
Bagaimana bisa, aku merasa bahagia ketika melihatmu menangis. Mungkinkah aku lantas bilang cinta, saat kau baru saja ditinggalkan pacarmu. Pantaskah, aku memintamu semalam saja, tidur di kasurku.

“...ngga apa Ty. Pakai saja kamarku. Aku tidur di sofa...”

Meski rasanya ingin, aku berada di satu tempat yang sama denganmu. Memandangmu ketika kau terlelap. Jika bisa, mengusap keringatmu, karena tak ada AC di kamarku. Lalu, mencuri-curi kesempatan mengecup keningmu.

“...maafin ya Pu. Kamu beneran ngga apa tidur di sofa? Atau...”

Tidur bersama, kuharap kau bilang begitu.

“...atau aku aja yang tidur di sofa?”

Lelaki macam apa aku, jika membiarkanmu tidur di sofa. Jangankan kasur, kau minta jiwaku pasti kuberi. Seharusnya kau tahu, tak ada lelaki yang mau berkorban jika tak cinta. Kuharap kau menyadari, selama ini akulah tempat berpulang bagimu. Akulah sebagai pundak ketika kau ingin bersandar. Akulah dekapan yang paling bisa mengobati sakit hatimu. Kapan pun, kau minta... kuberikan.

“...Pu?”

“...tak perlu. Kamu pakai saja kamarku. Istirahatlah.” 

“...Pu, kau teramat baik padaku. Entah bagaimana aku bisa mengembalikan kebaikanmu itu. Aku ingin selamanya kita berteman. Terus begini, aku menyayangimu Pu.”

“...sebaiknya kamu segera tidur Ty. Besok pagi, masih ada jadwal live kan? Eh, permainan musik kamu tadi... bagus. Aku suka...”

Kamu, dalam hati saja.

11 Februari 2012

NENEK

Jika kau ingin cintamu tak sia-sia... cintailah mereka yang membutuhkan.

Aku tak tahu, kenapa kau tak ingin pergi dari rumah perempuan tua itu. Bukankah tinggal di rumah kontrakanku jauh lebih enak? Kita bisa bercinta tiap hari, pagi dan malam. Soal makan, pasti terjamin. Tak mungkin kubiarkan kulkas itu kosong mlompong. Kau tak perlu susah payah kerja siang malam, karena aku tak kan memintamu untuk bayar sewa bulanan, asalkan kau mau telanjang setiap kali kuminta, itu saja sudah cukup.
Aku tak tahu, kenapa kau lebih memilih perempuan tua itu ketimbang aku. Aku lebih muda dan menggairahkan. Tubuhku kencang, atletis dan seksi. Belum ada kerut di perut. Meski baru dua puluh dua tahun, aku sangat mahir dalam memuaskan pria. Kau minta gaya apa? Aku layani... Selain itu, usia kita sebaya, jadi kau takkan malu ketika jalan ke mall bersamaku.
Kupikir kau pria dewasa yang membutuhkan sentuhan perempuan seperti aku. Tapi, kenapa kau pilih dia? Kau tahu kan, kita berpacaran. Meski belum pasti ke pelaminan. Kau buat aku seperti perempuan gila yang ingin dicumbu. Sejak jadian, sebulan yang lalu, kau tak pernah mau meniduriku. Kau pikir aku malaikat?
Kenapa kau lebih memilih tidur dengannya, bukan denganku? Dia itu nenekku.
“...karena tak ada lagi yang mau menyayangi nenekmu. Dan kau, bisa dapatkan pria manapun yang ingin kau tiduri...”

CIUMAN YANG TERTUNDA

Cinta yang tulus, hanya diberikan pada seorang saja.

Masih kucari-cari alasan untuk berkunjung ke rumahmu. Kembalikan buku, pinjam CD, kebetulan lewat, atau mau sharing soal kerjaan? Sepertinya tak mudah untuk bertemu, meski hati sudah menggebu. Aku hanya tak ingin dibilang pengganggu rumah tangga orang.
Mencintaimu seperti bernafas. Biasa tapi bermakna. Kau memang tak istimewa, namun tak berkesudahan. Lagi dan lagi. Terus dan terus.
Kau seperti coklat. Tak cukup hanya sekali gigit. Meski sedikit pahit, tapi kau teramat nikmat. Sampai aku lupa diri, kau sudah menjadi istri orang lain. Kenapa waktuku singkat. Bisakah kita mulai lagi, tujuh tahun yang lalu.
Kau menarik perhatianku. Lalu kukagumi kesederhanaanmu. Kau semakin mempesona. Aku terpikat. Terikat. Tapi aku terlambat. Kuberharap ada orang lain sepertimu. Tapi Tuhan tak pernah menciptakan dua, hanya satu. Yaitu kamu.
Pagi itu, hari Minggu, sudah kutemukan alasan untuk datang padamu. Sudah habis akalku. Kubilang, kurindu lantas ingin bertemu, jika boleh memeluk dan mencumbu. Karena katamu saat kutelepon, “suamiku berangkat dinas ke Aceh.”
Sudah kusiapkan pengampunan atas dosa yang akan kulakukan denganmu. Berkali-kali kupanjatkan syukur pada Tuhan, untuk kesempatan bercinta itu.
Diujung pintu kau tersenyum, kutahu kau tak sabar menantiku. Demikian denganku. Tanpa ragu, kucium kau dimuka rumahmu. Tapi belum lama kita bercumbu, kuharus melepaskanmu. Dan seketika aku menjadi pria bajingan. Mencuri bibir indah istri orang.
“Papa...?” kau terhenyak melihat suamimu berdiri di belakangku.
“Aku lupa belum menciummu pagi ini. Firasatku buruk, kupikir akan mati di medan perang. Jadi, aku kembali ingin menciummu untuk yang terakhir kali.”

ISTRIKU PELACUR

Dibutuhkan ke-ikhlasan dalam sebuah jalinan kasih, tak cukup hanya cinta dan materi. 
 
Mendung sudah datang, namun kau belum pulang. Tak penting kau dengan siapa, kuingin kau jawab teleponku, dan bicara. Aku tak kan menghubungimu lagi. Ini yang terakhir kali. Dan setelahnya, aku akan pergi. Janji.
Barangkali kau benar. Aku perempuan liar. Tak punya moral. Tapi kita pernah bersama. Seranjang berdua, dan bercinta. Meski tak pernah lahir jabang bayi, kita adalah keluarga. Dikawinkan oleh KUA. Dicatat oleh negara.
Bisakah kau berhenti menyebutku pelacur? Memang, aku sang penghibur. Tapi itu dulu, sebelum bertemu cintamu. Jika saja bisa kulepas baju pelacur yang melekat di tubuhku, kan kulakukan untukmu.
Kuingin kau memaafkan, sebelum kita benar-benar berpisah, dan tak lagi menyapa. Maaf, karena kau dapatkan tubuhku yang kotor. Maaf untuk masakan nikmat yang tak pernah kubuat, semuanya kubeli dari kedai terdekat.
Hujan sudah datang, akhirnya kau pulang. Aku jadi bimbang, mau berkata apa.
“Maaf. Aku pergi sekarang.”
“Tak usah pergi, diluar hujan deras. Aku tak kan menyebutmu pelacur lagi. Kau, istriku!”

08 Februari 2012

LEBIH BAIK DIAM?

berikan sepuluh menit padaku, untuk mencerna setiap kejadian itu. bagaimana pun, aku manusia. yang kadang ingin menangis meski diam-diam kulakukan di kamar mandi. yang sering ingin didengar dan dihargai. dan selalu menjadi tak berarti bagimu.
silakan mencaci, jika kau benci. silakan ber-opini, tapi tolong saling menghargai.
dengarkan alasanku, baru setelahnya kau boleh putuskan seperti apa aku?
-Banyak hal yang mungkin tak pernah kita tahu (dan itu penting), sebelum mendengar langsung dari lawan bicara. jangan mudah berprasangka-

(sebuah cerita untuk si 'Penguasa')

14 Januari 2012

JANGAN BILANG TALAK


Cerai. bukan hal yang gampang, seperti kau lihat di TV. Talak. seperti kalimat sakral yang kini mudahnya diucapkan.
Kalau melihat dari tayangan TV, ada artis cerai, kawin, cerai, lalu kawin lagi. ngga kapok!
yang kulihat dari tetangga (yang juga sedang menghadapi perceraian), sedih!
Karena setelah resmi bercerai, hidupnya menjadi "pincang". Anaknya akan merindukan papa. Uang jajan anak-anak harus dipangkas, biar cicilan motor cepat lunas. Tak ada lagi sarapan buatan mama yang super lezat. Hampanya malam hari tanpa canda tawa anak-anak dan keluarga. Sudahkah terenung itu semua?
Ternyata banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum Talak dan Cerai terucap.

BUKU KUMPULAN CERPEN, "...disini, kami belajar bercerita..."

BUKU : Kumpulan Cerpen
Setiap manusia pasti bercita-cita. Saya pun juga. Tak ingin menyebutnya sebagai kebanggaan, tapi inilah kebahagiaan. Rasanya, seperti ketika melahirkan seorang bocah. 
Buku Kumpulan Cerpen, berisi 24 puisi dan cerita ringan karya saya dan suami. Tapi, karya ini kami buat ketika kami belum saling bertemu. 
Rencananya, Buku Kumpulan Cerpen ini hanya dicetak beberapa saja. Kami kirim pada teman-teman dekat. Kalau Anda berminat, silahkan request, di 0838 5077 9828. Kami tunggu.

POSITIVE THINKING? ITU PERLU!

Trespass
kemarin malam saya nonton film berjudul Trespass, kalau diartikan... Trespass adalah Kesalahan. diperankan Nicholas Cage dan Nicole Kidman. mereka berdua adalah sepasang suami istri kaya raya. Punya seorang anak perempuan Avery Miller diperankan Liana Liberato. 
inti dari cerita ini adalah sebuah kesalahan. bagus sih, tapi ini bukan film dengan ide cerita yang baru. karena pada tahun 2007, ada sebuah film berjudul Atonement, yang ide ceritanya tidak jauh beda. malah lebih seru, karena "kesalahan" yang dituangkan dalam film tersebut sangatlah komplek. 
Kalau Trespass, benang merahnya hanyalah sebuah kamera CCTV yang menangkap sang istri bercumbu dengan seorang lelaki. Padahal kebenarannya, sang istri mengalami pelecehan seksual oleh seorang teknisi panggilan.

Atonement

dari sanalah cerita bermula, hingga berujung pada perampokan.
sedangkan Atonement? Keren! Perpaduan akting Keira Knightley dan James McAvoy serta ide cerita yang fresh, mampu membuka otak saya. 
Bagaimana tidak... di film ini dijabarkan tentang sebuah kesalahpahaman yang berdampak pada masalah yang cukup serius. Jadi, tonton saja film-nya, dan Anda akan tahu pentingnya positive thinking.

13 Januari 2012

BONEKA BERJALAN


Saya butuh kopi saat ini. Ketika tangan dan otak sudah kompak. Menyatu untuk mengadu. Sehebat apa otak saya, dalam memilih kata.
Saya ingin bicara saat ini. Tak perlu banyak orang. Hanya kamu saja. Komentari sesudahnya. Seburuk apa mulut saya, ketika bicara soal manusia.
Saya tak butuh apa-apa, kini. Ketika kamu nampak seperti boneka, dengan bedak putih melekat, riasan muka paling hebat, serta sepatu mengkilat.
Saya tahu, apa yang saya butuhkan. Bukan hanya apa yang melekat. Namun, pribadi cantik, jujur, dan juga bakat!