BABAK KEDUA


Kehidupan setelah perpisahan, mungkin adalah hal baru yang pernah aku alami. Meski aku juga pernah berpisah sebelumnya. Yang paling menyedihkan adalah ketika berpisah dari kucing kesayangan, namanya Ken. Hampir seminggu nangis terus setiap melihat footnya. Ken, adalah kucing kampung, bukan kucing mahal seperti persia. Tapi Ken, sesuatu yang mahal dalam hidupku. Mari kita lupakan Ken, sama seperti aku melupakan mantan suamiku.

Setelah berpisah hampir satu tahun, aku masih sering bertemu, mengurus anak-anak bersama. Saling cerita tentang perkembangan anak-anak, karena ini yang kita sepakati. Egois kita tak boleh menghancurkan masa depan anak-anak, meski perpisahan sebenarnya telah sedikit menyisakan kepedihan dihati anak-anak.

Kita berjanji untuk saling menjaga supaya masa depan anak-anak menjadi prioritas utama, setelah ego masing-masing menjadi pemenangnya. Aku menjalani hari demi hari tanpa dia, dan dia menjalaninya juga demikian. Kita berharap bisa saling bahagia meski tak bersama. Aku menjalani babak baru, episode kedua, sebuah kisah yang aku takut untuk menceritakan ke kalian.

Comments