06 December 2015

Tuhan Itu Maha Baik

Ibu Saya dan Frans Jericho
Pelajaran penting yang saya dapatkan hari ini adalah, ketika ibu saya mengatakan bahwa dia adalah pemboros. Dan saya terkejut kenapa ibu bilang begitu. Lalu dia bercerita.

"Ibu merasa boros karena memakai uang laba jualan pulsa untuk bayar arisan dan cicilan. Kalau ibu ngga jualan pulsa, mungkin pengeluaran ngga sebanyak itu. Ibu minta maaf"

Saya termenung sejanak, mencoba mencerna kata-kata ibu. 

Saya percaya Tuhan mengerti apa yang kita butuhkan. Tuhan membantu kita menyelesaikan masalah (termasuk keuangan) bukan dengan menjatuhkan uang segepok, tapi dengan cara yang tak kita sangka. Saya menyebutnya rencana Tuhan itu indah. Dengan modal 100 ribu rupiah, saya meminta ibu saya untuk kulak saldo, lalu berjualan pulsa. Satu bulan berlalu, laba penjualan pulsa sudah mulai nampak yaitu 90 ribu. 

Bulan selanjutnya saya tambah modal 100 ribu lagi, keuntungan menjadi berlibat hingga hari ini sudah menjadi 300 ribuan labanya. Karena kebutuhan, ibu saya memakainya untuk kebutuhan pribadinya seperti beli bedak, bayar arisan, bayar cicilan, dll. 

Dan hari itu ibu mengakui bahwa dirinya telah melakukan pemborosan. Saya lalu tersenyum pada ibu dan mengatakan, "Tuhan tahu kebutuhan ibu. Melalui rejeki yang saya dapatkan, untuk modal pulsa, dan memenuhi kebutuhan Ibu."

Ibu, saya ngga marah bahkan ingin meminta kembali uang laba penjualan pulsa tersebut. Saya merasa bersyukur karena menajdi berguna bagi ibu.