21 September 2009

KELUARGA, UANG DAN CINTA


seorang teman menganjurkan agar saya melanjutkan sekolah.
saya mengiyakan.
teman saya memberi alternatif, namun sebelumnya dia bertanya minat saya, tak lama kemudian "kamu ambil public relation saja. sepertinya cocok."
saya mengiyakan.
teman saya kembali meyakinkan, bahwa "kamu masih muda, harusnya mengejar cita-cita setinggi mungkin."
teman saya menyambung pembicaraan dengan cerita tentang kesibukannya, padahal dia sudah menikah, kepala keluarga, dan berusia kira-kira kepala 4, saya mengira begitu. "mumpung belum menikah, sekolah lagi kan oke. peluang kerja public relation juga bagus kedepannya nanti."
saya mengiyakan. lantas meyakinkan, "saya sudah punya rencana. segera menikah, berhenti bekerja, berbagi kasih sayang kepada suami dan anak, lalu merintis usaha sendiri. malas jadi karyawan terus."
teman saya mendebat lagi. "lho kok nikah? kerja dulu ngumpulin duit untuk masa depan anak-anakmu nanti. kalau sudah mapan, pasti akan lebih siap & matang dalam berumah tangga."
kali ini, saya tidak meng-iya-kan.

BEDA


sudah lama saya ingin menulis ini. bahwa berbeda adalah tidak salah. berbeda memberi ruang bagi saya untuk belajar. mendidik otak saya untuk melihat rupa dunia. sementara topeng saja banyak pola, mengapa hidup & keyakinan tidak? bayangkan jika Anda duduk di kursi yang berbeda - beda warna, beda harga, beda motif, atau beda bentuknya - pasti banyak rasa yang menjelma. lalu, bayangkan lagi jika Anda mengenakan baju yang berbeda setiap harinya. hari ini memakai celana blue jeans, besok hot pants, lusa rok, esok lusa legging, rasanya beda kan? bagaimana jika dulu Anda menganggap keyakinan Anda adalah ter-Mulia, sementara yang lain belum sempurna. apakah selamanya akan hanya itu yang menjejali otak Anda? maaf, saya kurang sopan. saya fikir, saya sedang memarahi diri saya sendiri, karena terlalu picik memandang isi dunia. terlalu puas hanya dengan satu, tanpa memandang alternative. terlalu percaya diri dengan menganggap bahwa keyakinan saya ter-Mulia. terlalu menghinakan yang lain. terlalu berhati-hati dengan keyakinan selain milik saya. terlalu egois.
"banyak jalan menuju Roma." salahkah jika saya mengartikan 'banyak jalan menuju Tuhan'?


15 September 2009

REVIEW : CORALINE



tak biasanya saya suka film kartun. ini adalah pilihan pacar saya. moral ceritanya bagus. saya sertakan keponakan saya untuk menonton Coraline Jones, yang melibatkan Dakota Fanning (voice of Coraline). berkisah tentang anak nakal namun pemberani. menyesal atas perbuatannya yang menganggap bahwa orang tuanya tak pernah menyayanginya. lantas dalam alam mimpinya, Coraline berjumpa orangtua yang sangat menyayanginya. namun akhirnya, Coraline tahu mana yang tulus menyayanginya. dia menyesali perbuatannya, yaitu terlampau jauh bermain dalam alam mimpi.
film yang disutradarai Henry Selick ini dikerjakan dengan sangat indah. kalau belum nonton, seru juga dicoba. bukan berarti film kartun menurunkan adrenalin kita lho. nonton film ini tetap seru kok.


REVIEW : The Curious Case of Benjamin Button




saya baru bisa menyewa disc-nya kemarin. The Curious Case of Benjamin Button. alasan pertama saya telat menontonnya : saya bukan termasuk orang yang update. kapan saja, tak masalah. alasan kedua : saya tinggal di daerah pinggiran, wajar saja distribusi new release selalu telat. alasan ketiga : saya selalu mendapati tulisan "sorry i'm out" di rak new release. sial!
oke mari ngobrol film yang baru saya tonton. dari beberapa tokoh yang ada dalam film ini, inilah tiga yang paling saya suka : Queenie (by Taraji P. Henson), Benjamin Button (by Brad Pitt), Daisy (by Cate Blanchett). sesuai dengan urutannya, Queenie adalah Mama angkat, bagi saya, dia adalah seorang malaikat. saya belajar banyak dari tokoh Queenie. bagaimana kita menjalani hidup. meski rasa ingin memberontak & menginginkan yang lebih, percayalah Tuhan menciptakan takdir dengan komposisi yang pas, tanpa kita sadari. I Love GOD.