21 April 2012

BAKSO UDANG GORENG

meski saya tidak jago masak, tapi keinginan untuk memasak tetap ada. kali ini, saya membuat Bakso Udang Goreng. Tidak direncanakan, karena semuanya serba mendadak, dan kebetulan ada udang di kulkas. yaudah dimasak aja...
 
bahan :
  1. udang 1/2 kg (26 ribu)
  2. tepung kanji 1 ons (1 ribu)
  3. bawang putih 5 siung
  4. merica 1/2 sdt
  5. garam 1 sdt
cara membuat :
  1. udang dihaluskan, kalau saya sih pakai blender bumbu.
  2. bawang putih, garam, merica dihaluskan, lalu dicampur ke adonan udang yang sudah halus.
  3. diaduk rata, tambahkan tepung kanji.
  4. didihkan air, bentuk bulat-bulat adonan bakso udang, masukkan ke air mendidih di atas kompor dengan nyala api kecil.
  5. jika sudah mengapung (matang dan empuk), ditiriskan.
  6. siapkan penggorengan, dan bakso udang siap digoreng.
total biaya tidak sampai 30 ribu... enakkk :)


17 April 2012

YAKIN CINTA?

Bekerja-lah dengan cinta!
jangan anggap ini hanya teori Bos untuk menyemangati karyawannya. saya bisa berkata begini, setelah menjalani sesuatu yang bertolak dari itu : Bekerja tanpa cinta.

yang ada di otak hanya tanggal dua puluh lima. kapan ya hari gajian itu tiba?
jika Anda pernah mengalami hal yang sama dengan saya, menunggu tanggal 25, jangan-jangan Anda sedang menjalani pekerjaan yang sama sekali tak ada cinta di dalamnya.

memang, ada juga yang berpendapat : Saya akan mencintai pekerjaan yang memberi banyak uang pada saya. namun, saya jamin, itu tak kan berjalan lama. 

jika bisa mencari pekerjaan yang kita cintai, dengan salary yang tinggi, kenapa tidak?
mungkin saatnya kita rubah cara pikir. yang pertama, harus cinta dengan pekerjaan itu. yang kedua, carilah uang sebanyak-banyaknya dengan pekerjaan itu. 

bukan sebaliknya ya... mencari pekerjaan yang salary nya tinggi... baru mencintai mati-matian pekerjaan itu. mungkin yang terjadi nantinya, waktu Anda akan terkuras untuk usaha 'mencintai' itu. cinta yang terpaksa jadinya!

PENGGADAI NYAWA


dulu saya pernah bilang ke Ibuk, 'Sudahlah, hidup apa adanya. yang penting bisa makan, tak perlu enak, tapi kenyang. aku ikhlas.'

kata-kata itu keluar ketika Ibuk mencari pinjaman ke sana-sini untuk menyekolahkan saya ke Universitas di Solo. dan hasilnya, gagal. saya tak sanggup menjalani proses eliminasi yang ketat itu.

demi memuaskan keinginan Ibuk, yang kepengen saya bisa kuliah. maka saya kuliah Diploma 3 di Madiun. tradisi mencari pinjaman untuk bayar biaya kuliah masih juga berlanjut.
maka, saya ajukan beasiswa dan lolos. selama 4 semester saya bebas uang SPP.

lantas, ketika lulus kuliah saya diterima kerja di sebuah bank swasta di Madiun, itu juga karena keinginan Ibuk, yang kepengen anaknya menjadi pegawai bank.
saya butuh baju kerja yang baru, sepatu kerja yang resmi, dan semua itu membutuhkan uang.
Ibuk mencari pinjaman lagi.

saya heran, kenapa tak berpikir simpel saja?

karena seorang ibu tak ingin yang simpel untuk anaknya. saya kini juga merasakan. ingin memberi dan terus memberi pada anak saya. ketika teman-temannya sudah punya mainan mobil dengan remote control, saya juga ingin membelikan satu untuknya, meski sebenarnya anak saya belum menginginkan mainan itu, karena usianya belum genap dua tahun.

lalu, ketika anak-anak kecil lainnya sudah mahir berenang... saya juga mati-matian mengatur jadwal supaya bisa meluangkan waktu untuk menemani anak saya berenang di Minggu pagi.

dan, saat teman sebaya nya punya jaket lucu gambar beruang... saya tak sabar membelikannya pada hari gajian itu tiba.

seperti itulah ibu. jika Kantor Pegadaian mau menerima Nyawa Ibu, bisa saja seorang ibu menggadaikan nyawanya untuk sang Anak.

mama is loving u

MENELUSURI DIRI (EKSIS)

saya baru saja terpikir, kapan ya terakhir kali foto diri? tak seperti dulu, saya cukup percaya diri melakukan sesuatu yang mengarah ke 'narsis'. 

percayalah, sekarang saya tak seberani itu. entah faktor usia, atau memang sebenarnya saya bukan seorang narsis, dan jaman dulu itu, hanya pengaruh dari pergaulan saja.

sementara seorang teman saya, usianya hampir sama, masih juga suka foto-foto diri, dimana pun berada, tak lupa pasang senyum, dan jepret!
ketika saya tanya, 'buat apa sih foto-foto terus?'
'biar makin eksis' jawabnya.

benar juga! saya pikir, dengan cara begitu, seseorang bisa terus eksis. dan eksis merupakan tiket menuju masa depan, bukan keterbelakangan. 
saya ingin kembali eksis, dengan cara saya sendiri.

sudah hampir sepuluh menit memutar otak, apa yang membuat saya senang? akhirnya saya putuskan, inilah salah satu cara saya menjadi eksis : mendaki gunung. 

saya tahu, ini bukan perkara mudah, mengingat saya sudah berkeluarga. ada seorang anak. dan tanggung jawab sebagai isteri. baiklah, berarti saya harus mengajak keduanya untuk mewujudkan ini.

kini, saatnya Anda menemukan cara eksis dengan menelusuri diri Anda. Selamat mencari!