28 August 2011

PECUN JUTEK



karena kertas tak selalu putih,
dan seperti itulah hidupku.

jangan tanya, sudah berapa kali aku katam Al-Quran? 
lebih dari dua kali.

lalu, kau masih tak puas menanya, kenapa aku tak berkerudung?
begini-begini, aku rajin ikut pengajian ibu-ibu di kampung.

tapi, kau masih terus memburu, mencari tahu alasanku berbikini...?
apa pantas... aku ke diskotik pakai gamis?


kau cuma bergeleng, heran atau kesal?


dan... kenapa kubiarkan tubuhku dijamah manusia bukan muhrim ku???
kata siapa bukan muhrim? aku dan laki hidung belang itu, muhrim kok,
sama sama anak Adam.

katamu... jawabanku semakin kacau.


kau yang bodoh! kalau kau ingin jawaban seperti ... "aku terpaksa melacur karena butuh duit untuk sekolah adik-adik yang masih kecil..."

atau jawaban yang begini... "perceraian orang tua membuatku jadi broken home, dan aku tergelincir dalam hitamnya hidup..." silahkan wawancarai pecun lain, jangan aku!



26 August 2011

PUISI CINTA "TERKENANGMU" SANG MANTAN

karena warna bisa memudar.
begitu juga dengan cintaku...
kadang erat, kemudian kendur.
tapi, ku selalu mengingatmu...

bisakah kau percaya, 
meski tak kubilang cinta padamu
sesungguhnya masih kurasa,
sulit menghapus jejakmu


tapi tolong... jangan menoleh padaku
aku bukan tujuan perjalananmu

teruslah melaju... jangan hiraukan ku
jangan biarkan hatiku memintamu
karena ku tak pernah menantimu,
ku hanya terkenangmu

16 August 2011

SETIAP MENGINGATMU

only cry


sudah hampir lima belas menit kubiarkan daya tangkapku menerka-nerka, kata seperti apa yang ingin aku utarakan.
namun beberapa kali, bibir, dagu, dan mata mengkerut, setiap mengingatmu. 
aku tak bisa cerita. aku tertahan di baris ini. aku tak berani memulai. lalu aku menangis. menambah sembab kantong mataku yang semakin menghitam, sisa begadang semalam.
baiklah, aku harus sedikit berbagi, karena tak mungkin aku menyimpan bangkai ini sendiri. 
sudah dua kali aku menangis. dan, dadaku terasa kian sesak, setiap mengingatmu. 
jika sebelum-sebelumnya kuhabiskan malamku dibalik bantal penuh peluh dengan deras air mata. kini, kutahui aku sedang menangisi sebuah layar monitor dan seperangkat PC. 
kumenangis, setiap mengingatmu.

 

12 August 2011

ANGRY DAY!

Jika bisa, ingin kubuka hatimu. Tak peduli menyobeknya dengan pisau belati. Jika mungkin, kupakai linggis, karena kutahu kerasnya hatimu.

Tak mampu juga terbuka. Maka aku perlu bacakan mantra-mantra, sehingga resleting hatimu bisa membuka sendiri. Akan kucoba langkah terakhir, membuka hatimu tanpa menyentuhmu. Kau bajingan! Oh maaf, harusnya aku tak marah, ketika aku berucap mantranya. Tapi kau memang Asu. Oh, aku lupa lagi. Ini yang terakhir saja, aku ingin mengumpatmu : kau malaikat berhati Laknat.

BUKAN SEKEDAR SAYUR ASEM, BOTHOK LAMTORO, ES JANGGELAN DAN AIR PUTIH

Courtesy by Google
sudah jam 5 sore lebih. 
sedari tadi saya mikir soal sayur asem, bothok lamtoro, es janggelan, dan tentu saja air putih. keempatnya berlarian, berkejar-kejaran di ruang kosong otak saya. 

air putih : aku duluan... kan haus.
es janggelan : aku lebih enak, manis segar...
sayur asem : masih segeran aku kaleee!
bothok lamtoro : ya sudah, aku terakhir nggapapa, tapi aku makannya bareng sayur asem ya.

adzan maghrib. asyik buka puasa.

seketika, empat sekawan itu buyar, pergi keluyuran kemana... (entah)
yang muncul, ingatan soal tulisan almarhum Harijanto (biasa disapa Plolong). saya tak mengenal dekat soal beliau. yang saya tahu hanya, dia salah satu penulis di buletin Kenthongan, milik alumni SLGB angkatan tahun berapa... saya juga kurang paham.

ceritanya, suami saya bekerja sebagai ilustrator di buletin tersebut. saya diminta tolong untuk membaca naskah.
yang paling menarik adalah tulisan sastra budaya Harijanto Plolong. dia menyebut soal Agama. 

"Agama itu ibarat rumah sakit. Kita datang kesana jika sakit. Setelah sembuh, kita meninggalkannya. Rumah sakit memberikan kenyamanan dan membantu penyembuhan..."

seperti itukah saya? 

hal inilah yang membuyarkan lamunan saya tentang keindahan menu buka puasa (air putih, sayur asem, bothok lamtoro, dan es janggelan)

LEBIH BAIK DOYAN KOPI, DARI PADA DOYAN LAKI

courtesy of Google
saya ini gampang kena pengaruh!
salah satu contohnya, ketika lihat sebuah film di TV, ada adegan si aktor lagi bincang-bincang sambil minum kopi. tak lama kemudian, saya beranjak dari kasur, dan bikin kopi.
teman saya juga begitu...
ketika si Es cerita habis nge-date sama pacarnya (entah sudah jadian atau belum, ngakunya begitu). seperti kesetrum, si Da buru-buru cek FB tunangannya, lalu nulis di wall, "Miss U Pap, lagi apa Pap? Cepet pulang ya Pap."
sama halnya dengan Pika, ponakan saya yang satu ini... kenalan sama tukang bakso, namanya Sarwan!
heran... "kalo kenalan sama tukang bakso... enaknya ntar pas beli bakso dapet bonusan..." begitu alasannya, ketika mamanya tanya, "Kok bisa kenalan sama tukang bakso???"
jangan kaget. sekarang ini, anak SD sudah pacaran. beruntungnya saya, dulu waktu masih SD, saya belum mengenal cinta (baca : laki). hingga SMP, masih takut soal cinta (baca : laki).
tapi, kalau soal kopi, saya sudah nyicipi sejak Sekolah Dasar.