06 July 2015

Jatuh Cinta Sama Lumpia

Saya memang paling suka makan. Terutama makanan rasa asin gurih, dan agak spicy lebih suka lagi. Semacam keberuntungan, karena sekarang saya bekerja di sebuah Restoran yang memiliki banyak cabang. Beruntungnya, saya punya banyak kesempatan mengenal rasa makanan, mulai dari Masakan China, Jawa, Steak, Pasta, semuanya wajib saya cicipin.


Nah, ada beberapa makanan lebih tepatnya snack yang membuat saya jatuh cinta, dan selalu pesan itu setiap kali hang-out sama teman-teman. Yaitu Lumpia. Lumpianya lembut, dan selalu hangat saat disajikan. Dilengkapi cocolan sambal Bangkok makin kerasa spicy nya.

Mungkin gara-gara saking enaknya, akhir-akhir ini setiap kali saya order selalu kehabisan. Jadi untuk mensiasatinya, saya harus pesan dulu by phone, untuk mendapatkan Lumpia itu. Wah gilak nih. Harganya juga ngga mahal lho, cuma 5 ribu per porsi isinya 2 buah, dipotong menjadi dua. 

Kalau kamu pas ke Madiun, bisa ajak saya untuk mencoba Lumpia ini, di Jiero Wedangan Jl. Bali 17 Madiun (satu lokasi dengan I Club Madiun). 

Sepasang Kenari, Kucing Tetangga, dan Seekor Anjing Titipan Teman

Yang perempuan bajunya putih dengan celana jeans selutut. Rambutnya pendek, ada tahi lalat di hidung, mengingatkanku pada penyanyi pop era tahun 80 an saat aku masih kecil dulu. Disampingnya seorang lelaki dengan jambang dan berkulit hitam eksotis. Namanya Tora, aku mengenalnya dari sosial media. Karena banyak perempuan sedang membicarakannya, termasuk aku. Barangkali karena kulitnya yang hitam. Barangkali pula karena jambangnya yang menggoda. Dan lelaki yang sedang dipuja banyak perempuan itu ada disini bersama seorang perempuan.

Mungkin itu pacarnya.

Sudah lama tak jumpa, sejak lulus sekolah dasar. Terpisah karena jarak, si perempuan di Malang dan Tora disini. Mereka dulu menjalin cinta monyet, dan pertemuannya malam ini ingin menjadikan monyet menjadi gorila. Semudah itu mereka menganalisa perasaan dan keinginan yang kadang susah dipasangkan. Guyonan perempuan itu manis, seperti “Aku akan menghabiskan rokoknya, setelah itu kamu ya...” terberai dalam tawa karena pada saat diucapkan rayuan itu, ada aku diantara percakapan mereka.

Romantisme terbiasa diumbar.

Lalu Tora membalasnya dengan kecupan mesra pada dahi perempuan menggemaskan itu. Mereka sama-sama penyuka anjing, sama-sama satu gereja. Banyak cocoknya, itu menurut Tora. Sementara si perempuan tak mengatakan iya, tapi mengisyaratkan dengan senyum manja, yang artinya adalah Iya. Mereka sepasang yang direncanakan ingin menjadi satu dalam sebuah kata “cinta”.

Mengapa cinta harus menjadi pasangan.

Si perempuan lalu menanya kepadaku, “Benar ngga sih, kamu jomblo?” Tawa meledak. Tawaku yang meledak, bukan tawa si perempuan atau pun Tora. “Serius nih” si perempuan menunggu jawabanku. Enggak, aku ngga jomblo. Aku punya sepasang burung kenari, ada kucing tetangga yang sering numpang makan, dan seekor anjing pemberian teman. Nah, kali ini gantian mereka yang tawanya meledak.

Aku mencintai sesuatu yang tak mempedulikan. Yang pasti berbahagia ketika dia tahu bahwa aku mencintainya. Ya itu tadi, sepasang kenari, kucing tetangga, dan seekor anjing pemberian teman.

Vegetable Ice Cream

Setiap bulan saya selalu sempatkan untuk ambil jatah cuti. Sabtu dan Minggu bagi sebagian orang adalah waktu untuk keluarga. Namun bagi saya, Sabtu Minggu pada awal bulan adalah hari saya. Karena setiap hari adalah hari bagi orang-orang kesayangan : anak, suami, dan teman-teman. 

Bulan Juli saya sudah merencanakan ingin berkunjung ke Jogja, karena teman saya sedang mempromosikan bisnis barunya, yaitu vegetable ice cream. Cukup unik ya. Mengingat anak-anak saya semuanya doyan ice cream, jadi saya ingin tahu seperti apa vegetable ice cream buatannya itu. Diluar dugaan, vegetable ice cream ini memang enak. Tak cuma enak, tapi bikin saya tertarik untuk membelinya dalam jumlah yang banyak dan saya jual kembali (re-seller). 

Dengan konsep hayati (organic), vegetable ice cream ini layak mendapatkan label 'Best Beverage'. Tersedia 5 macam rasa : Carrot (wortel), Broccoli (brokoli), Red Spinach (bayam merah), dan Beet Root, Mustard (sawi). Diproses dengan bahan-bahan yang ditanam sendiri, seperti sayurannya. Lalu susunya dari sapi yang diperah sendiri. Sapinya pun diternak sendiri. Jika melihat pada prosesnya yang sangat njelimet itu, layak jika saya mengatakan ini ice cream terbaik. 

Dengan label SKM (Satria Kuda Merah), mereka tak hanya berjuang menghasilkan product dengan kualitas yang prima, harga terjangkau masyarakat semua kalangan, juga ingin mensejahterakan petani. Nah, buat kamu yang ingin tahu banyak soal product hayati mereka, silahkan mampir di www.satriakudamerah.com.

http://satriakudamerah.com/hayati-food-and-beverage/ice-cream/

05 July 2015

MELUPAKAN


Tak semudah ketika kamu datang lalu memesan secangkir kopi. Pesanan datang sesuai yang kamu inginkan. Melupakan, sebuah proses yang tak mudah. Njelimet karena setiap detil kenangan ada didalamnya. Memori manusia bahkan tak mudah di reset dengan cepat. Kamu bukan robot. Jadi, perlu waktu untuk menghapusnya, atau lebih tepatnya mengiklaskannya.

Kamu ingin melupakan kenanganmu dengannya? Itu mustahil, apalagi begitu banyak waktumu telah kau habiskan dengannya. Sepuluh tahun. Bisa jadi kamu butuh dua kali lipatnya waktu untuk merelakannya bersama lelaki lain. Yang lebih dipilih dengan pertimbangan panjang. Bukan hanya soal perasaan. Memutuskan sebuah hubungan juga melibatkan ikatan, menguraikan tali kekeluargaan yang faktanya lebih dikuatkan jika ingin masuk dalam sebuah ikatan mendalam.

Jangan tanya padaku, bagaimana melupakan kekasihmu. Karena aku pun tak pernah ingin mengingat mantan kekasih. Yang bisa kulakukan adalah menumbuhkan selalu bayangnya dalam setiap malam. Kamu pasti akan semakin marah jika aku menyuruhmu mengingatnya selalu. Mengingat kekasih yang sudah tak menjadi milikmu, bagiku, akan memberikan rasa bahagia tersendiri walau kadang juga sakit hati. Semakin sakit ketika kau menjumpainya di jalan bersama kekasihnya yang baru, meski itu tak pernah kau inginkan.


Sakit ya?

“Iya” Tak ada proses yang tak menyakitkan. “Dinikmati saja” ucapku sambil mengecup keningmu yang masih kencang. Belum ada lipatan keriput, mungkin karena kau rutin perawatan, atau memang kau masih sangat muda. Kumanfaatkan kesempatan ini untuk mencuri aroma wangi shampo yang melekat di rambutmu, ini pasti pilihan mama mu yang sangat perhatian. “Beruntung ada mama yang selalu menyemangati” katamu sedikit lega. Benar, mama mu adalah sebaik-baiknya perempuan yang sangat tulus mencintaimu. Abaikan kekasih yang meninggalkanmu dengan alasan kamu tak sehebat kekasihnya yang baru. Mungkin tepatnya kamu tak sekaya kekasihnya yang baru.

Lupakan mantanmu. Ada mama mu. Dia lebih hebat dari perempuan manapun.

“Terimakasih tante” ucapmu pelan dalam pelukanku. Kenapa aku bisa mengatakan mama mu adalah yang terhebat dari perempuan manapun? Kenapa kau tak menanyakannya padaku? Bukan aku sok tahu. Aku memang tahu. Karena mama mu, perempuan yang bisa memalingkan padangan seorang lelaki yang pernah kucintai. Yang sekarang menjadi papa mu.