11 October 2008

TB : Tentang Bangsa


tanpa sadar, ternyata sudah 23 tahun saya menghabiskan waktu untuk melewatkan pesta politik di tanah air. saya tidak paham betul tentang politik. namun akhir2 ini agak resah juga, ketika politik masuk rumah dan menjadi perdebatan seru antara saya, ibu, kakak, dan pacar saya. masing-masing dari kami punya pandangan yang berbeda tentang sebuah pemimpin. sudah pasti money politic menjadi dalang, kenapa ibu & kakak saya ngotot membela mati-matian tokoh A. padahal, dia bukan apa2 kami. pacar saya juga ngotot dengan tokoh B. alasannya klasik, karena tokoh tersebut adalah ayah dari temannya. ah! gombal semua. sementara saya masih memilih & memilah. beberapa hari menjelang pilkada, saya gunakan untuk mencari info, bagaimana & seperti apa visi & misi dari ke-5 calon walkot&wawalkot tersebut. kalau anda?

07 October 2008

COFFEE CUPING


Untuk menjadi pencinta kopi sejati, “wajib” hukumnya belajar tentang kopi itu sendiri. Menurut istilah sang penulis (karena tulisan ini saya sunting) kalau mau menjadi master harus berguru dulu ke guru yang tepat. Tapi ambil S1 aja dulu deh sebelum ambil Master hehehe…

"OK, kali ini saya akan sharing pengalaman “spiritual” saya yaitu kegiatan Coffee Cupping di salah satu tempat coffee shop di daerah kemang, Caswell’s", tambah sang penulis.

begini ceritanya...hahaha


Apa itu Coffee Cupping?

Coffee Cupping adalah suatu kegiatan mencoba cita rasa suatu produk kopi untuk mengetahui kualitas kopi tersebut dengan cara memberikan penilaian. Kegiatan penilaian ini dilakukan dangan cara Mencium (Sniffing), Menyeruput (Slurping), dan Meneguk (Swallowing) kopi tersebut. Jadi sebelum anda melakukan kegiatan ini pastikan anda tidak Flu, Sariawan atau Radang tenggorokan, OK….

Kegiatan Coffe Cupping ini biasanya dilakukan oleh para coffee expert dan juga pencinta kopi di seluruh dunia. Bagaimana di Indonesia? Sang penulis sendiri belum survey mengenai hal ini. Namun dia (penulis) yakin hal ini juga telah dilakukan di Indonesia.

Persiapan

Sebelum melakukan coffee cupping yang perlu disiapkan adalah Air panas, gelas, sendok dan beberapa produk kopi berupa serbuk kopi yang siap untuk diseduh. Selain itu siapkan juga Cupping Form dan Tester Flavor Wheel dan pulpen untuk melakukan penilaian. Cupping form ini dapat di download di Internet dengan meng-Google kata kunci ” Cupping Form+filetype:pdf “, atau dapat diambil di SCAA Cupping Form Form bisa saja berbeda-beda namun prinsipnya adalah sama dan standard untuk cupping ini.

Coffee cupping dibagi menjadi beberapa sesi. Sesi ini di mulai dari Fragrance, Aroma, Acidity, Flavor, Body sampai dengan Aftertaste (penjelasan ada di form). OK mari kita mulai step-by-step dengan mencoba 2 jenis produk kopi.

Surat Untuk Ibuk


setelah tertunda beberapa waktu lamanya, aku sempatkan juga untuk meniliki blog yang sudah lama tak dikunjungi. beberapa komentar dari sahabat dan orang baru yang membuat TANDA TANYA. satu kritikkan yang membangun. terima kasih buat RADHAR PANCA DAHANA.

tapi hari ini, aku sempatkan waktu untuk menuangkan sedikit pemikiran dari kepala idealis-ku, selain untuk mengatakan thanks!

beberapa waktu lalu, pada saat aku merasakan kebersamaan dengan keluarga, ibuku bilang dengan sedikit mengeluh : "Sudah 3 tahun kamu bekerja, kok nggak keliahatan hasil jerih payahmu..."

ya! aku bekerja sudah tiga tahun. motorku masih saja butut. hape-ku juga belum triji. komputerku cicilannya belum lunas. tak banyak perhiasan yang aku pakai. baju-bajuku masih kaos oblong dan celana jins. jam tangan masih swiss army seharga 35ribu, belum bisa beli rolex atau casio. dan aku masih suka nongkrong di warung kopi, belum sanggup berjam-jam meneguk kopi di coffee shop TJP sambil menenteng laptop.

tapi, andai saja ibuku tahu tentang satu hal yang paling aku banggakan dalam diriku selama tiga tahun aku bekerja. "Aku bersyukur atas apa yang telah Tuhan titipkan padaku..."

please, jangan hanya menilai aku dari materi.

05 October 2008

6th Anniversary Extreme Public Berakhir Rusuh


MADIUN – Alasan utama saya dating ke acara ulang tahun komunitas Extreme Public adalah karena saya cinta mati dengan Racun dan Negative Force, selebihnya tidak. Biasanya malam minggu, selalu saya sempatkan buat nonton extravaganza, tapi kali ini, saya sengaja berdesak-desakan dengan penonton yang mayoritas anak-anak punk dan beberapa anggota dari Extreme Public. Awalnya acara berjalan lancer, dimulai pukul 17.00 wib, kemudian dilanjutkan selepas maghrib. Dibuka dengan band local membawakan lagu ‘I Don’t Love You’ nya MCR, kemudian pemotongan tumpeng oleh sang ketua, Abadi (biasa disapa Ateng).
Acara berjalan lancer hingga Racun naik pentas membawakan 3 buah lagu baru. Meskipun tidak menyanyikan lagu ‘Black Flower’, Racun tetap memukau. Suguhan lagu-lagu dengan porsi yang pas, antara Racun, The Pria Dijajah Wanita, serta End Of Your Life, tercemar dengan munculnya Colesterol, band pop yang mencoba menyuguhkan ‘Hitamku’ Andra & The Backbone, namun hasilnya payah! Mungkin semestinya Colesterol tak manggung disana, seperti masuk dalam kandang macan, sama sekali tak menggairahkan. Tiba saat yang dinanti, yaitu Negative Force, kerusuhan mulai mucul. Karena sudah larut malam, dan dibawah pengaruh alcohol, para penonton arogan tersebut tak mampu mengendalikan diri. Dan pentas paling oke yang pernah saya jumpai tersebut harus berakhir dengan lagu ‘Mental Kapiran’ yang tidak tamat. Saya kecewa, apalagi The Modern Age, yang disebut sebagai bintang tamu dari Jogjakarta, belum main. Berdasarkan pengamatan saya, acara menjadi kacau karena, manajemen acara yang tidak bagus, keamanan yang tidak seimbang, dan konsep musik yang amburadul. Semoga hal ini tidak terjadi lagi.