30 March 2009

CATATAN TEATER : KERETA KENCANA


Oleh : Nazrul Azwar
Pengarang : Nurul Fahmi
Diterbitkan : 23 September 2007



Menjadi tua atau mati adalah satu tahapan yang tak mungkin dihindari oleh yang hidup. Seperti halnya kehidupan, setiap orang akan mempunyai apresiasi yang berbeda dalam menyambut kematiannya. Ada yang hanya berdoa saja. Ada yang hanya berbaring saja. Ada yang tenang-tenang saja, nyaris lupa. Bahkan ada yang bengong tidak tahu mesti mengapa. Tapi ada juga yang begitu sibuk mencubit kenangan ketika mengetam harapan dan menyemai impian lalu itu. Meski kemudian yang terlihat hanya satire atau mungkin juga ironi; kesibukan tuk sekedar melepaskan diri dari ketakutan akan kematian.
Begitulah sepasang suami istri itu menunggu kematiannya—dalam sebuah pementasan naskah “Kereta Kencana” karya Eugene Ionesco, pada Festival Teater Sumbar 2007 di Taman Budaya, 25 Agustus 2007—dalam bilik (rumah) mereka. Penantian yang terpaksa mereka lalui denganserta
berbagai suasana yang mereka ciptakan sendiri; keakraban, basa-basi, tawa dan canda, juga percintaan.
Terpaksa?
Ya! Karena bukankah di atas segalanya adalah kecemasan, ketakutan, dan absurditas tanpa harapan? Sebuah tragisme ala Eugene Ionesco; lucu sekaligus tragis.
Laki-laki tua dengan istrinya yang juga sudah tua itu, kemudian menerjemah kerinduan mereka dalam gerak-laku serta imajinasi dengan kelatahan khas orang-orang tua. Kenangan terhadap suasana masa muda serta kehadiran seorang anak yang tak pernah ada dibangkitkan menjadi satu peristiwa yang dapat dibayangkan sebagai suatu yang membahagiakan sekaligus mengiris sebagai sembilu, pedih. Tari, tawa serta celotehan mereka adalah sesuatu yang seharusnya mengundang senyum getir siapa saja.

doakan saya bisa mendapatkan salah satu peran dalam KERETA KENCANA tersebut. amin.

29 March 2009

REVIEW : LOVE PHOBIA



cinta itu butuh pengorbanan. itulah yang dialami oleh Jo-Kang (Jo Seung-woo) yang harus sabar menunggu Ari (Kang Hye-Jeong). Jo-Kang mengenal Ari sejak duduk di bangku SD. Cinta pandangan pertama, itulah pesan yang ingin disampaikan dalam film arahan Kang Ji-eun. Ari mengklaim dirinya sebagai pembawa sial, istilah lain untuk menyebut dirinya penderita AIDS. Ari terus menutup diri dan berbohong kepada Jo-Kang, jika dirinya adalah pembawa sial. Namun meski begitu, Jo-Kang tak sanggup untuk membunuh rasa cintanya tersebut. Sad ending, film ini cukup dramatic. Yang kurang menarik, ending film ini dengan menampilkan UFO, nggak masuk akal, tapi lucu! hehehe jadi aneh.

INFO : INDIE MOVIE


suka bikin cerita? ikutan niy...


"Mau cerita lo di film-in ?
Ikutin Short Story Competition dan dapetin kesempatan bikin script
bareng script writter terkenal dalam program MEET THE EXPERTS yaitu:
Salman Aristo (writer Laskar Pelangi; Ayat-ayat cinta; Jomblo; Alexandria dll…) dan
Titien Wattimena (writer Mengejar Matahari; Bukan Bintang Biasa; LOVE; the Butterfly dll…)

Empat cerita terbaik akan difilmkan dalam bentuk film pendek berdurasi maksimal 15 menit dalam program La.Lights Indie Movie 2009."

Persyaratan pesertanya sebagai berikut:

* Terbuka untuk umum
* Peserta minimal umur 18thn
* Kumpulkan short story maksimal 2 halaman folio, 1,5 spasi
* Lampirkan dan isi formulir yang dapat didownload lewat www.la-lights.com, atau lewat email panitia la.indiemovie@gmail.com
* Kriteria Cerita:
o Bertema dunia anak muda
o Tidak menampilkan tokoh dibawah 18th
o Tidak mengandung unsur SARA dan pornografi
o Cerita harus original bukan jiplakan
o Belum pernah dipublish dalam bentuk apapun
* Pengumpulan karya mulai 1 April 2009
* Deadline pengiriman 1 Juni 2009
* Setiap peserta tidak boleh mengirimkan lebih dari satu cerita
* Empat cerita terbaik akan diumumkan Juli 2009 dalam Indie Movie
* Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
* Kirim Ke sekretariat :

SET Film
Jl. Sinabung No.4B, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - 12120
Telp. 021 727 99227/727 99226
HP Panitia 0815 1059 4899
Contact Person: Fira/Anunk

REVIEW : THE SISTERHOOD OF TRAVELING PANTS 2




Jika melihat aktris yang mendukung film The Sisterhood Of Traveling Pants 2 ini memang punya karakter yang cukup kuat. Tibby (Amber Tamblyn) seorang gadis tomboy, bekerja di video rental. Lena Kaligaris (Alexis Bledel) gadis keturunan Yunani, pecinta seni. Carmen (America Ferrera) punya potensi sebagai pemain drama teater, lalu Bridget (Blake Lively) yang tertarik dengan dunia arkeologi. Empat gadis tersebut bersahabat, meski mereka mempunyai kehidupan pribadi yang berbeda-beda. Yang menjadi benang merah-nya adalah Celana Jins Belel yang dipercaya mampu mempersatukan mereka. Tapi nyatanya bukan, mereka tetap bersahabat karena saling membutuhkan dan menjaganya. Film ini cocok untuk anda yang ingin tetap menjaga persahabatan.

REVIEW : WANTED



saya tidak begitu suka film action, tapi setelah menonton film ini, bayangan buruk tentang film action menjadi kabur. yup! Wanted yang disutradarai oleh Timur Belmambetov, memang layak untuk ditonton. Ceritanya simpel, semacam kelompok pembunuhan yang profesional, yaitu Fraternity yang sudah terbentuk sejak ribuan tahun yang lalu. Sloan (Morgan Freeman), adalah pimpinan gang tersebut, suatu hari menemukan namanya sebagai target pembunuhan. Dan seorang anggota Fraternity, bernama Cross (Thomas Kretschmann) adalah penembak paling jitu. Cross menemukan adanya ketidak adilan dalam gang tersebut, dan memutuskan untuk keluar dan ingin menjalani kehidupan normal, bukan sebagai pembunuh. Namun, Sloan merasa terancam dengan hengkangnya Cross. Sloan memanfaatkan anak Cross, Wesley Gibson (James McAvoy) untuk membunuh ayahnya sendiri, dengan mengarang cerita bahwa Cross adalah pembunuh ayah Wesley yang sebenarnya. Wesley pun percaya dan membunuh Cross. Kebenaran akhirnya terungkap. Sebagai pemanis dalam film ini, aksi Angelina Jolie sebagai Fox juga keren, tapi body-nya yang sangat kurus kurang pas dengan perannya sebagai pembunuh. selamat menonton!!

QUEST FOR PICTURE

apa yang pertama kali memesona dari foto ini?

25 March 2009

REVIEW : THE HAPPENING


pagi pagi sekali saya menyempatkan nonton film The Happening, yang dibintangi Mark Wahlberg (sebagai Elliot Moore) dan Zooey Deschanel (sebagai Alma Moore). yang saya suka dari film ini adalah menegangkan dan bikin penasaran. dikisahkan bahwa pada hari tersebut kota New York diserang semacam zat kimia yang dilepaskan oleh tumbuhan dan menyebabkan manusia bersikap aneh, seperti bunuh diri dengan cara yang sadis. namun yang bikin bete, dalam film tersebut tidak digambarkan dengan jelas, seperti apa 'musuh'-nya. hanya seperti angin sepoi-sepoi yang tiba-tiba menghentikan manusia, lalu bunuh diri. tapi kalau melihat aktor-nya, keren banget!!! anda juga nonton yaaa, barangkali saya kurang lengkap bikin resensi-nya. oke, selamat nonton!

23 March 2009

MUSIM PUTUS


sekitar satu bulan yang lalu saya putus dengan pacar saya. diam-diam sih, saya tak ingin teman-teman yang lain tahu, apalagi teman kerja. tapi sekalinya ada yang tahu, wah berita langsung merebak kemana-kemana. dan meng-influence orang-orang disekitar saya. namanya juga manusia, latah! hehehe.
baru saja, seorang teman kerja mengeluh, "sekarang ini sedang musim putus." waaahhh melly banget tuh. ternyata dia baru saja putus dengan pacarnya yang super cantik itu. memang cantik, bahkan saya bisa salah memanggil pacar teman saya tersebut, "cathy sharon". mirip pake banget.
saya mencoba bertanya tentang masalahnya, kok bisa putus, padahal beberapa waktu yang lalu dia pamer, baru saja pulang dari jogja dengan pacarnya.
ternyata masalahnya sangat sepele. ouh my god! saya yakin, mereka akan menyesal beberapa hari ke depan. dan akan segan untuk baikan karena egois yang mendominasinya. selamat datang di musim putus guys.

22 March 2009

PERJANJIAN 7 12


hari ini saya muntah lagi. setelah rabu kemarin, saya juga muntah-muntah. namun hari ini yang saya muntahkan adalah makanan enak nan mahal, berbeda dengan kemarin lusa, cuma mie goreng instan. sejak menerapkan pola makan diet, kondisi perut saya tak bisa dibiarkan lama kosong. perhitungannya adalah 7 12. artinya : sarapan pagi jam 7, dan makan siang jam 12. itu harus ditaati, tak boleh di tawar. kalau nggak, ya itu... selamat datang perut kembung, lalu masuk angin, pusing, mual, muntah. hari ini aku makan siang jam 1. itu pun harus mencari-cari warung yang buka pada hari minggu. bertemulah saya dengan rumah makan padang. namanya... ah, saya lupa, dengan kondisi kepala pening, rasanya sudah tidak mungkin untuk mengingat apalagi menghapal nama rumah makan tersebut. saya pesan nasi rendang dan teh panas. bergegas saya santap ketika menu sudah di hadapan. sendokan pertama, seperti menyembuhkan luka dengan obat yang paling mujarab. sendokan kedua, rasanya menjadi bosan dengan makanan ini, lidah menjadi pahit. sendokan ketiga, saya tak ingin meneruskan, cukup! batin saya berontak. tapi makanan ini mahal, sayang kalau tidak dimakan. saya paksa mulut ini untuk menelan hingga sendokan kelima. hasilnya? saya tidak tahan. saya ingin muntah. suerrr. lalu saya bergegas pergi, setelah merelakan makanan enak tersebut di meja dan menebusnya dengan uang 10 ribu. ayo lari, lambung ini memberi komando pada seluruh kerongkongan yang angkang-angkang membuka gerbang. tunggu, mulut saya berteriak dengan harapan penuh. saya sudah sampai di kamar mandi. dan, suorrr... semua keluar menyebar. hijau kehitam-hitaman, hasil olahan daun singkong dengan daging rendang, yang telah digerus dengan kemarahan, lalu ditolak mentah-mentah oleh lambung. meski hanya sekitar 5 menit dalam gua asam, mereka beruntung bisa sampai padanya, karena inilah konsekuensi atas perjanjian yang saya buat dengan sang lambung, 7 12.

SUPERDAD


tiba-tiba saja langsung kepikiran untuk menulis tentang suami ideal. ketika buka-buka koran kompas hari ini, ada iklan lifebuoy the search of superdad. wah imaji saya langsung terbang ke sebuah masa depan. menikah. punya suami. anak-anak. huwaaa seruuu!!! yah mumpung masih jomblo, boleh dong berangan-angan, siapa tahu ada lelaki ideal yang nyasar ke blog ini, dan dialah superdad yang ada dalam imaji tersebut.
superdad ala saya :
body-nya atletis tapi bukan six-pack (wah jadi kebayang ade rai :'( yaaa secara fisik sih kayak fauzi baadilah, duh favorit banget deh dengan badannya itu, hihihi)
wajahnya tidak harus putih, tapi... bersih dan tahu bagaimana menjaga penampilan (bukan berarti doyan dandan lho)
rambutnya rapi, bahkan plontos oke juga (seperti Yoyo PADI maybe, wah bakal meningkatkan hasrat bercinta tuh hahaha)
kulitnya tidak ada masalah, tapi ya itu tadi... musti bisa menjaga kebersihan. walaupun hitam, kalau bersih kan juga enak dipandang.
matanya tidak lirik sana sini (hehehe)
sayang pada istri dan anak-anak.
kreatif dan ahli memperbaiki perabot rumah.
saya lebih senang jika suami saya nanti adalah pekerja keras, bukan pengusaha. tapi kalau memang pengusaha, dia bukan bussiness-man yang tidak punya waktu luang (akhir pekan) dengan anak dan istri. jadi, saya lebih suka seorang suami yang se-sibuk apapun, selalu punya waktu untuk berkumpul bersama keluarganya. pokoknya keluarga numbero uno deh! uang bisa dicari belakangan, yang penting keluarga utuh... ya nggak??
'kreatif' dalam hal bercinta, waaahhh apalagi kalau sudah puluhan tahun menikah, dan suami tetap 'ahli' sip banget deh.
sementara itu dulu saja deh...

20 March 2009

KEMBALI PADANYA


baru saja ibu saya mengirim SMS, "item mati cep..." kasian. setelah 2 hari istirahat, tidur malas-malasan, kini kucing kesayangan kami harus pergi. i love u full item.

19 March 2009

LOSING


apakah anda pernah berusaha keras mendapatkan perhatian dari orang lain? saya sedang mengalaminya. Sabtu, 14 Maret 2009 lalu, saya menerima tawaran ngopi dari seorang teman yang dulunya spesial. dia bernama Thomas. kenapa saya bilang 'dulunya spesial'? Thomas adalah seorang lelaki yang dulu--ketika saya masih 16 tahun--sempat saya cintai. setelah 7 tahun berlalu, dia hadir kembali di kehidupan saya. tanpa sengaja, pertemuan di FS, kemudian berlanjut SMS dan saling telpon.
saat ini saya sedang menghadapi sebuah masalah percintaan (cieee... saya malu kalau bicara soal cinta, karena saya anggap diri saya terlalu kuno dalam memandang cinta). saya berpisah dengan kekasih yang menemani saya sejak 2005. masalahnya klasik, keluarga kekasih tidak 'sreg' dengan saya. sementara saya, tak akan merubah apapun untuk mendapatkan simpati dari keluarga kekasih. saya anggap mereka (baca : keluarga kekasih) adalah sosok manja. hahaha... bisa saja, saya mengatai mereka begitu.
semenjak berpisah dengan orang yang sangat perhatian, saya merasa kehilangan perhatian tersebut. saya berusaha mencari. terus mencari. menghubungi beberapa teman, menyibukkan diri dengan keponakan, menghabiskan waktu dengan menonton film seharian hingga mata lelah, dan masih banyak hal-hal konyol lain yang saya lakukan untuk mengisi perhatian yang hilang tersebut.
menerima tawaran ngopi bareng Thomas, adalah salah satunya. ternyata hampa. saya tak mendapatkan sesuatu yang saya cari. yang ada justru rasa bersalah kepada Thomas. seakan saya memanfaatklan dia.
kini, saya telah menemukan, apa yang saya butuhkan. hanya saya sendiri yang mampu memberi perhatian tersebut. caranya? memulai dengan bangun pagi. membuat kopi paling enak untuk diri sendiri. memasak makanan yang enak untuk kepuasan perut saya. tidur siang sepuasnya. berteman dengan siapa saja. ramah dengan semua orang. memanjakan diri dengan perawatan wajah. saya harus bisa menyempatkan waktu, memberi perhatian untuk diri saya sendiri. karena hanya saya yang tahu, apa yang saya butuhkan.
Thanks for me!

PERGI


saya telah membuat keputusan yang besar, tapi belum tentu benar. sejauh ini saya terlalu percaya diri dalam mengambil keputusan. terkadang saya menyesalinya, namun pernah juga merasa bangga, seakan mampu menangkap prediksi di depan mata.
hari ini, 19 Maret 2009, saya menemui Pimpinan untuk kali keduanya. setelah kemarin ada beberapa revisi perjanjian kerja, kini kami (baca : saya dan pimpinan) berharap ada kata sepakat. namun yang terjadi adalah perdebatan panjang, dengan keputusan pengunduran diri. surprise! saya mencoba menerka apa yang saya rasakan : senang? sedih? kecewa? menyesal? puas? bangga? benci? marah? ternyata saya tidak merasa apa-apa. apakah saya telah berhasil menerapkan arti sabar dan ikhlas...?

18 March 2009

REVIEW : FIVE MALE VOICES


artist : Tito Soemarsono, Dian Pramana Poetra, Mus Mujiono, Fariz RM, dan Utha Likumahua
album : Five Male Voices
label : RPM

pagi ini saya ditemani oleh 5 lelaki bersuara emas. wah saya terlalu berlebihan, tapi memang begitu adanya. mereka, Tito Soemarsono, Dian Pramana Poetra, Mus Mujiono, Fariz RM, dan Utha Likumahua. "Five Male Voices" adalah album kompilasi dari lagu-lagu yang mayoritas lagunya dinyanyikan langsung oleh sang pencipta lagu. dibuka dengan lagu 'Arti Kehidupan' yang dinyanyikan Mus Mujiono. sungguh tak kalah menarik dengan versi Balawan dan Michael Says. Mus Mujiono mampu membawakan dengan sangat sempurna, menjiwai lagu yang diciptakannya. lagu lain yang saya suka adalah 'Biru'. Dian Pramana Poetra, menyanyikannya cukup ciamik. mengalahkan versi Vina Panduwinata, bahkan Afgan. 'Melayang' dinyanyikan duet Dian PP dengan Deddy Dhukun, boleh juga untuk di dengar berulang-ulang. album ini layak untuk disimak kapan saja. tak ada yang kurang, karena album ini memang menghadirkan penyanyi pilihan. rasanya terlalu bodoh jika saya mengomentari yang buruk tentang album ini.

complete track :
Arti Kehidupan - Mus Mujiono
Sakura - Fariz RM
Untuk Apa Lagi - Utha Likumahua
Semoga Kau Tahu - Tito Soemarsono
Biru - Dian Pramana Poetra
Nada Kasih - Fariz RM
Kamu - Tito Soemarsono
Keraguan - Mus Mujiono
Haruskah Ku Pergi - Utha Likumahua
Melayang - Dian PP ft Deddy Dhukun
Barcelona - Fariz RM
Untukmu - Tito Soemarsono
Masih Ada - Dian PP ft Deddy Dhukun
Tuhan Tolonglah - Tito Soemarsono

PAGI INI DI RUMAH NIKO


belajar memang tidak harus di bangku pendidikan. pagi ini, pukul 08.39 WIB, secara tidak sengaja saya telah belajar banyak hal. sejak SMA saya tertarik dengan dunia seni peran. saya bergabung dalam teater sekolah sejak kelas 1, bahkan menjelang kelulusan SMA pun saya masih aktif dalam organisasi tersebut. dan kini, setelah 5 tahun, kerinduan pada dunia peran muncul. disaat kejenuhan melanda. seorang teman memberi informasi tentang lomba pementasan monolog yang digelar di almamater kampus. it's time to show. saya mengajak serta teman yang sama-sama punya jiwa seni, dia bernama Niko.
pertemuan pertama, kita cangkrung bareng sambil ngopi. saya bicara banyak mencoba menjejalkan konsep yang sudah saya buat.
pertemuan kedua, saya datang ke rumahnya. disinilah saya belajar banyak hal.
dari kamarnya yang cukup rapi (dibandingkan kamar saya), banyak hal menarik yang saya dapatkan.
"kamu beruntung, fasilitas lengkap seperti ini pasti sangat membantu proses kreatif yang ada di kepala untuk dituangkan ke dalam sebuah karya." ucap saya sambil mengamati satu per satu barang-barang berharga di dalam kamarnya, seperti keyboards, komputer online internet, dan gitar.
Niko hanya tertawa dan meyakinkan bahwa semua benda tersebut dia beli sendiri dengan uangnya.
pelajaran 1 : Ayo menabung untuk meraih apa pun yang kita inginkan.

saya mulai serius membahas tentang pentas monolog. ternyata, ada beberapa konsep yang ingin diajukan Niko. saya pun menyetujui, apalagi setelah menyaksikan beberapa video pentas monolog butet kertaradjasa, dan seniman lainnya, yang di download Niko kemarin malam.
"wah, aku salut sama kamu. aku tidak kepikiran untuk cari info tentang pentas monolog di internet. apalagi nyari video pementasannya butet. kamu hebat!" puji saya, yang dibalas dengan segelas kopi panas.
"gini sep, aku nggak pengen mengerjakan sesuatu dengan setengah hati. aku harus tahu, apa sih monolog? tujuannya untuk apa? bentuknya seperti apa? dimana sisi menariknya?, makanya aku browsing aja di internet. kalau sudah tahu, pasti mudah menciptakan sebuah karya." beber Niko tentang tricks to success.
pelajaran 2 : Sukses itu ada prosesnya. jangan pernah berharap sukses jika kita tak pernah mengalami proses. instan adalah bukan jaminan. proses yang cukup simpel ala Niko adalah (1) tentukan konsep yang kita inginkan, (2) melakukan riset terhadap obyek bersangkutan, (3) ambil kesimpulan masing-masing riset, (4) kawinkan antara konsep dengan kesimpulan riset, (5) ciptakan sebuah karya. memang sih hal tersebut bukan jaminan untuk sukses, tapi mampu membantu untuk lebih tahu tentang proses.

thanks for all, Niko!

14 March 2009

REVIEW : JUST LIKE HEAVEN


weekend lagi... weekend lagi... males-malesan lagi?? enggak dong! gimana kalo minggu ini nonton film yang romantis. pasti bikin senin depan menjadi semakin manis. hihihi

beberapa waktu yang lalu, seorang teman yang tinggal di Jakarta, bernama Joshua mengirimi saya SMS. tiba-tiba cerita panjang tentang Keith Richard, gitaris Rolling Stone Band. dia sangat terinspirasi dengan sosok Keith Richard. dengan enteng saya jawab, "Ouwh gitu yah???" hehehe nggak kreatif ya... tapi tahu nggak, lima menit kemudian, ketika saya menanyakan tentang film romantis pilihannya, dia balas sms saya. wah saya terkejut tentang seleranya. salah satu film yang membuat saya jatuh cinta dan ingin menontonnya lagi adalah JUST LIKE HEAVEN.

diperankan oleh ReeseWitherspoon dan Mark Ruffalo. Elizabeth (Reese Witherspoon) adalah seorang dokter muda yang sukses, dia mengalami kecelakaan hebat yang membuatnya koma selama 3 bulan. kehidupan elizabeth didedikasikan untuk kemanusiaan. dia tak punya waktu untuk kencan bahkan mengenal lelaki pun. dia bekerja 26 jam sehari. sang kakak, Aby (Dina Waters) bermaksud mengenalkannya dengan seorang lelaki bernama David (Mark Ruffalo). David adalah sahabat mantan pacar Abby, yaitu Jack (Donal Logue). namun belum sempat bertemu David, Elizabeth mesti kecelakaan dan koma. disinilah kisah dimulai. tak sempat bertemu di dunia nyata, Elizabeth bertemu David di dunia 'lain'. wah seru kan??? tonton aja hehehe... selamat menonton.

REVIEW : ELLO ON REALISTIS OR IDEALIS ?


artist : ello
album : realistis / idealis

menyimak (baca: mendengar & memperhatikan dengan seksama) 10 track dalam album realistis/idealis membuat saya kembali semangat mencintai musik anak negeri. marcello tahitoe atau ello, memang solois yang luar biasa. terlepas dari kontroversi tentang penjiplakan ide cerita videoklip dalam lagu 'masih ada', ello layak mendapatkan 2 jempol.
dibuka dengan lagu 'masih ada' lagu ini menceritakan tentang seseorang yang jomblo tapi tetap hidup dengan senang. lalu pada lagu 'dusta di atas cinta' duet astrid menjadikan lagu ini terdengar catchy. yang paling saya suka adalah 'terbang melayang'. dalam lagu tersebut, ello seakan-akan mengajak serta kita untuk terbang menikmati kesendirian. cocok banget untuk bahan renungan. 'joni rock & roll' dengan menampilkan tempo up beat, mampu menciptakan warna dalam album ini. musik reggae juga diusung dalam album ini, simak saja 'gara gara kamu'... wah gokil deh ello. i love u ello.

complete track
Ello - Masih Ada
Ello - Andai Selamanya
Ello - Dusta Diatas Cinta Feat Astrid
Ello - Gara gara Kamu
Ello - Joni Rock & Roll
Ello - Kaulah Yang Terakhir
Ello - Selamat Tinggal Kekasih Terbaik
Ello - Terbang Melayang
Ello - Takkan Ada Aku Lagi

DINO & THE BLOG



ini adalah sebuah cerita singkat yang mampu bikin anda tersikat, jika memang pernah mengalaminya.

dino adalah seorang pekerja keras. meskipun dari keluarga yang tidak berada, tapi dia memiliki semangat untuk maju. menjadi orang gaptek adalah mimpi buruk baginya. baru tiga bulan, dino bekerja di sebuah perusahaan media planning. dia hanya karyawan biasa. pendidikannya saja cuma SMA. beruntung kalau dia bekerja di perusahaan tersebut, karena rekan se-kantornya mayoritas adalah sarjana. dino juga tak menolak jika dimintai tolong oleh teman-temannya. apapun dia kerjakan. meng-arsipkan dokumen, membuatkan kopi, mengantar surat, dll. anda tahu, apa pekerjaan dino sebenarnya? dia adalah seorang customer service. what? sejak kapan customer service 'membantu' rekannya membuatkan kopi???

namun dino senang menjalaninya. disela-sela waktu luang dia sempatkan untuk memperluas social networking di facebook. dia menggilai facebook sejak SMA. kini, bukan hanya facebook yang digandrunginya, tapi juga friendster, plurk, tagged, myspace, fupei, blogger, wordpress, etc. di waktu libur, dino menyempatkan diri berkumpul dengan teman-temannya dari dunia maya. kini, dino tak hanya dikenal di perusahaannya sebagai karyawan 'suka menolong' saja, tapi juga terkenal se-antero madiun. kemana dia pergi, setiap orang menyapanya. sampai suatu ketika...

martha, pimpinan produksi di perusahaan media planning menghampiri meja dino.
"Dino, lagi ngerjain tugas apa itu?" tanya martha dengan pandangan curiga.
"Cuma kirim testi buat teman saya di malang. sekalian posting blog. ada apa bu martha?" jawab dino seakan tak mencium adanya kecurigaan martha.
"Ingat ya dino, kamu disini bekerja untuk perusahaan. bukan untuk memperluas jaringanmu sendiri. tahu nggak, yang kamu lakukan itu telah merugikan perusahaan!!" ketus. begitulah martha memperlakukan dino.

sejak kejadian tersebut, sikap dino menjadi berubah. jika dulu dia sering terlambat pulang dari kantor. sekarang, pukul lima tepat, dia langsung buru-buru pulang. dia tak ingin membuang waktu berlama-lama di kantor. meski tak lagi diijinkan membuka situs 'untuk kepentingan sendiri', dino tak mau menyerah begitu saja. dino menyisihkan uang gajinya untuk anggaran internet. uang tabungannya yang seharusnya untuk biaya renovasi rumah, dia gunakan untuk membeli laptop. sekarang, dino selalu menenteng laptop kemana dia pergi. 'bu martha tak bisa menghalangi keinginanku untuk berteman dengan dunia maya' batin dino sambil menyeruput kopi. jika dulu dino sering terlihat di warung bakso atau siomay, kini tidak lagi. dia memilih coffee shop untuk menghabiskan jam istirahat. biar terlihat keren, begitu filosofinya tentang laptop dan coffee shop. seperti dua benda istimewa yang layak dibeli dengan harga mahal. ketika asyik menuliskan pengalaman serunya dengan laptop baru, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang.
"Wah, laptop baru niy?"
"Bu Martha? Eh, iya bu. dari uang tabungan." dino menundukkan kepala seraya memberi senyum pada sosok perempuan yang dianggapnya 'galak' itu.
"Dino, aku boleh duduk disini ya..." pinta Martha, lalu duduk tanpa persetujuan dino.
"Eh, dino, kata temen-temen, kamu baru saja menang lomba ya?" jejal Martha dengan pertanyaannya.
"Enggak, cuma dapet rejeki, hasil dari mengelola blog. nggak banyak, cuma 100 ribu. itu juga dari teman. ceritanya, teman saya punya usaha catering, dia minta space promo di blog saya. trus, dia ganti dengan 100 ribu. padahal saya tidak pernah mematok harga untuk space iklan." martha hanya mengangguk-angguk, lalu sedikit paham.
"Oh jadi punya blog tuh, bisa dapet duit yaa??" pungkas martha dengan kekaguman yang luar biasa.

pagi-pagi sekali, dino sudah berangkat kerja. tidak lupa, laptop selalu senantiasa menemaninya. di mejanya sangat berantakan. bukan karena cleaning service yang lupa membersihkan mejanya, tapi memang dino datang lebih awal dari cleaning service, bahkan dari karyawan lain yang paling rajin sekalipun. tapiii... eits. ada yang menarik di ruang martha. dari celah tirai, dino melihat martha sudah sibuk di mejanya. melihat hal tersebut, dino menghampiri martha.
"Bu Martha sepertinya sibuk sekali, dan sepagi ini sudah datang bu?"
"Eh, Dino... iya ni aku lagi utak atik blog baruku. wah ternyata gak gampang yaaa... tapi seru juga ni..." ucap martha tak berpaling dari layar monitor.
dino meninggalkan martha yang sedang asyik dengan 'new blog' nya. dino hanya bergeleng-geleng melihat bos-nya yang sedang tergila-gila dengan blog dan tak sadar telah menggunakan fasilitas kantor. 'Dasar bos...' ucap dino sambil menuju mejanya.

Wakakakak... begitulah manusia. dino adalah manusia. martha juga manusia. lalu, apa yang membedakan antara dino dan martha??

11 March 2009

SIAPA PRIA ITU?


semalam aku bermimpi. duduk bersama seorang pria. wajahnya putih bersih. bila dibandingkan denganku, aku kalah dalam hal merawat wajah. baunya juga harum. karena beberapa kali aku mencium pipinya, lembut. dan dia diam saja. siapa dia?

10 March 2009

PEMBALASAN SHAZH


29 Desember 2008. Pukul 08.20 WIB. Lima tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah hubungan. Pertama kali aku mengenalnya ketika berada di toko buku. Dia datang dengan terburu-buru dan meminta maaf padaku.
“Maaf bu, saya datang terlambat hari ini. Tolong jangan bilang Pak Manajer ya? Saya janji besok akan datang tepat waktu. Hari ini jadwal check up ibu saya, sudah gitu jalanan macet gara-gara demo. Wah, hari gini masih ada demo… payah deh Indonesia.” Ucapnya sambil berkali-kali menjabat tanganku.
Ups, dia mengira saya ini adalah Kepala HRD di toko buku tersebut.
“Oke saya maafkan. Tapi saya bukan Kepala HRD atau apalah yang kamu pikirkan. Saya kesini mau beli buku.” Jawabku singkat lalu pergi meninggalkan dia. Namun keesokan harinya, entah magnet merk apa, yang membuatku kembali ke toko buku itu. Aku hanya ingin tahu siapa namanya. Dan rasa penasaran itu terlalu luas untuk menempati ruang sempit hatiku. Atau, ini yang namanya jatuh cinta? Tak mungkin. Aku baru sekali bertemu dengannya.
“Shazh” jawabnya pendek, ketika aku memberanikan diri menanyakan namanya.
“Namaku Ceeril” Kuulurkan tanganku dan menjabatnya akrab.
Namun kini sudah lima tahun, aku baru menyadarinya. Rasanya baru kemarin aku bertemu dia di toko buku itu. Hidup memang berputar. Ada senang, ada juga sedih. Aku telah merasakan segala kenikmatan hidup dengan Shazh, dan suatu saat nanti aku harus siap dengan bagian yang lain, yaitu sedih.
“Tok tok tok…” bunyi ketukan pintu membuyarkan lamunanku. Kuletakkan foto Shazh diantara foto mama, papa, dan aku.
“Shazh??” Pria yang membuatku jatuh cinta sejak lima tahun yang lalu.
“Aku nggak lama, ada sesuatu yang ingin aku katakan ke kamu. Tapi aku tak bisa bilang…” Shazh menyodorkan sebuah amplop putih tertutup rapat, tak ada tulisan apapun yang menggambarkan isi di dalamnya. Kubuka perlahan dengan getaran jantung yang cukup hebat. Kudapati selembar kertas berwarna krem dengan tulisan rapi yang teramat panjang jika kubaca saat ini juga. Pandanganku menjadi pudar. Rupanya sihir dari rangkaian kata itu begitu dahsyat. Aku memang belum membaca apapun dari tulisan itu. Tapi hatiku mampu mencernanya hingga kalimat terakhir. Pening dan pedih yang kurasakan.

27 Desember 2008. Pukul 18.56 WIB. Shazh ulang tahun. Usianya baru 22 tahun, lima tahun lebih muda dari aku, tapi dia terlihat lebih dewasa. Dia paling suka kepiting. Membuatku semakin dekat dengan Shazh. Dan kepiting ini adalah satu diantara banyak kenanganku dengan mama. Mamaku paling jago masak kepiting. Di goreng, direbus, atau dipanggang, semua lezat. Yang paling tak bisa kulupakan adalah ketika senja datang, aku dan papa duduk di teras belakang rumah sambil memandangi bintang di langit, mama datang dengan kepiting rebus favorit papa. Kenangan seperti inilah yang membuatku mencintai papa dan mama, meski mereka sekarang tak bersama lagi.
"Kok melamun??" Shazh menepuk pundakku dari belakang. 2 piring kepiting rebus berada di kedua tangannya. Hum. Lezat.
"Waaa... kepiting rebus. Tahu begini, mestinya aku ajak papa, dia pasti suka. Sudah lama dia nggak makan kepiting rebus." selorohku mengalihkan perhatian Shazh, sambil mengamati setiap bagian kepiting ini, mencoba mengingat kembali pada setiap bagian hidup yang kulewati bersama mama.
"Serius?? Papa kamu suka kepiting rebus?"
"Ya, tapi dia hanya mau makan kepiting rebus buatan mama."
Sejenak kami berdua saling pandang. Aku tak bisa menahan perasaan rindu pada mama. Bagaimana rasanya hidup tanpa seorang mama? Sepi. Sementara papa bersikeras tak ingin menikah lagi. Sakit hatinya pada sosok perempuan membuatnya kapok untuk menjalin hubungan. Semakin sepi hari-hari yang kujalani. Shazh hadir memberi warna dalam hidupku. Memberi bentuk nyata dari sebuah kasih sayang. Dia mampu memberikan cinta tulus yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Rasa aman dengan segala tanggungjawabnya. Shazh adalah alasan kenapa aku menolak tawaran bea siswa sekolah di luar negeri dan tetap ingin berada di kota ini. Dan lebih tepatnya, kami berencana menikah setelah Shazh menyelesaikan kuliah grafisnya.
***

28 Desember 2008.
"Seperti apa coba?" tanya Shazh ketika aku mencoba menebak dosen perempuan termuda di kampusnya.
"Rambutnya panjang, berkulit putih, tubuhnya tinggi semampai, trus pintar. Ya kan?" jawabku sok tahu.
"Huuu... sok tau!" Shazh menarik tanganku dan mendaratkan ciuman manis di keningku.
"Mau kemana lagi? Capek Shazh..." komplit dengan wajah memelas yang paling jelek, aku menahan langkahnya.
HP-nya berbunyi. SMS. Sesaat wajahnya menjadi tegang. Keceriaannya hilang seketika, terbawa oleh huruf-huruf yang merangkai kata dalam baris SMS itu. Aku tak tahu apa yang dibacanya. Nampaknya kabar buruk.
"Ke makam. Ibuku disana." jawabnya singkat.
Langkah kami menjadi semakin cepat. Degup jantungku tak kalah hebatnya dengan Shazh. Aku mencoba bertanya-tanya, apa yang terjadi?
"Aku berharap kita akan terus bersama, entah seperti apa nanti keadaannya. Dan aku janji nggak akan ninggalin kamu." ucapku menenangkan Shazh ditengah perjalanan menuju TPU yang tak jauh dari kampusnya. Kugenggam erat tangannya.
Lima belas menit perjalanan menuju TPU, cukup menjelaskan tentang kepergian ibu Shazh. Tidak heran jika Shazh menyembunyikan identitas ibunya selama ini. Hingga menjelang pernikahan kami pun, dia tak ingin membahas tentang ibunya. "Ibuku pasti datang di acara ijab kita nanti. Jadi, jangan cemas ya. My Mom is surprise for us." Shazh meyakinkan aku ketika aku terus mendesak ingin bertemu dengan ibunya. Kini semuanya sudah terjawab.
“Ibuku mengidap penyakit mematikan.” Ucap Shazh lirih.
“HIV?” tanyaku melengkapi, dan Shazh hanya mengangguk pelan. Beginikah cara Shazh menyembunyikan tentang keberadaan ibunya? Seharusnya aku mengetahui sejak dulu. Mestinya aku tak pasrah, ketika dia terus mengalihkan pembicaraan mengenai ibunya. Calon istri macam apa aku ini. Kini, aku hanya bisa menyesali dan menyalahkan diriku sendiri. Akulah orang paling egois di muka bumi ini.
Orang-orang dengan wajah duka berkerumun disini. Wajah yang kukenal dengan baik. Merekalah yang kurindukan bertahun-tahun. Mereka yang melengkapi arti sebuah keluarga. Mereka adalah saudara-saudara mama. Kuyakinkan dalam hati, ini semua hanya mimpi. Atau mungkin aku sedang berkhayal. Tapi bukan, ini adalah sebuah kenyataan yang harus kuterima. Batu nisan bisu itu yang bercerita. Almarhum Rahmani, itu mamaku.
***

27 Desember 2008. Pukul 05.15 WIB. Udara pagi ini terasa beda dari hari-hari lain. Dan cuaca kota ini, tak pernah kutemukan selama 27 tahun aku tinggal disini. Kuingat betul, kapan terakhir kali aku melihat pelangi. Dengan warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan warna lain yang tak mampu aku deskripsikan. Tapi aku sangat bisa menjelaskan apa yang terjadi duapuluh tahun yang lalu. Ketika perceraian papa dan mama dianggap jalan terbaik. Waktu itu aku masih sangat kecil untuk memberi saran bagi mereka, namun kini aku cukup paham alasan mereka cerai. Mama ketahuan selingkuh, dan hamil 3 bulan. Tak sempat aku tanyakan pada mama, 'Apakah adik dalam perut mama akan menjadi adikku juga?'
"Pergi dari sini!!! Dasar pelacur!!!" hardik papa dengan tendangan bertubi-tubi mengenai tubuh mama. Dan inilah pertama kalinya aku lihat lelaki yang aku hormati itu marah.
***

29 Desember 2008. Pukul 08.30 WIB. Kubuka mataku perlahan. Kulihat dengan cermat sekelilingku. Aku di rumah sakit. Kuingat sekali lagi, apa yang terjadi padaku beberapa waktu yang lalu.
“Kamu tadi pingsan. Papa sudah baca suratnya.” Papa memelukku. Kudengar isak tangisnya ketika mencium keningku. Ya, aku ingat dimana terakhir kali aku bertemu Shazh, lalu jatuh pingsan setelah menerima surat itu.
“Dimana Shazh?”
“Lupakan Shazh, Ceeril.” Papa memberikan sebuah kertas lusuh. Ada bekas remasan kemarahan yang tertinggal pada lembar kertas krem itu. Meski begitu, aku masih dapat membaca baris kalimat dalam tulisan itu.

Ceeril,
Anggap saja aku sebagai orang yang paling kejam di dunia. Tapi aku bangga melakukannya. Lima tahun adalah waktu yang cukup singkat untuk membalas semua kesedihan ibuku. Rahmani. Kau dan papa-mu pasti ingat dengan perempuan itu. Yang kalian campakkan 20 tahun yang lalu. Ibuku berjuang menghidupi aku. Segala pekerjaan dia lakukan, termasuk menjadi pelacur, itu demi aku. Ibuku menderita HIV / Aids, dan bertahun-tahun kami hidup dalam kesengsaraan.
Ceeril,
Kini kau akan merasakan apa yang telah ibuku rasakan. Dicampakkan, beserta bayi dalam kandunganmu itu.

Shazh.