12 June 2013

PERGI

Ada sepotong cinta yang tersisa, tercecer dalam remahan yang habis termakan nafsu
Sebutir kenangan yang menetes, dari derasnya air keringat kegilaan
Ada hidup yang melayang dalam bayang-bayang.
Sebuah kisah yang tak pernah tertuang dalam takdir.


Hari ini, kembali ku terkenang kepergianmu
Kau pergi seperti yang kuminta dalam setiap doa
Tapi mengapa, setelah sekian lama
Aku baru menyadarinya, sesungguhnya aku tak benar-benar ingin...
Kau pergi

Dalam kesengajaan, kulakukan apapun tentang kamu
Dalam kesadaran, kuingin kembali memanggilmu

Kau telah pergi

Surat cinta untukmu Bapak!



PEREMPUAN DALAM BAYANG SENJA

Dalam senja yang mengajak berpulang, ada perempuan yang tergantung dalam angan
Dikucuri keringat asin yang bercampur dalam tetesan air mata yang sama-sama bacin
Dia, perempuan yang tak pernah berhenti meminta
Disela mantera disematkan doa yang dilarung oleh tangisan
Kedua bibirnya mengatup lama, kini dia meminta dalam batinnya


Perempuan senja, selalu hadir dalam bayangan
Seakan tak pernah habis air mata,meleleh dari sudut mata yang lumutan
Menyirami pipi kusam yang hanya tersentuh oleh tangisan
Dia, perempuan yang tak pernah berhenti meminta
Sebait doa dalam setangkup angan, hanya untuk Tuhan

Gusti, jika aku mati nanti
Jangan kau berikan beban berat bagi anak-anakku
Jangan ada lagi kesedihan dalam hari-harinya

Kupinta kedamaian kelak untuk mereka