27 October 2012

DALAM TERMANGU (catatan Lintang)

Dan malam telah tenggelam. Selepas jam dua belas. Kau mengetuk buyarkan rasa kantuk. Kau datang dengan muka melas terpampang. 
"Siapa yang mampu membuatku termangu? hanya kamu!"
Lalu kau memaksa masuk sebelum ku menanya.
"Kenapa kau tak pulang kerumah istrimu?"
Kau hanya termangu. Memang benar, hanya aku yang bisa membuatmu termangu.

Dan malam semakin kelam. Aku sudah telanjang, tanpa baju sepasang. Kau malah tidur sambil mendengkur. Jika begitu, aku pakai lagi bajuku.
"Siapa yang suruh kamu pakai baju?"
Lalu kau meminta aku untuk lepas semua.
"Buat apa aku telanjang kalau kau tak mau pegang?"
Kau lantas termangu. Memang benar, hanya aku yang selalu bisa membuatmu termangu.

Dan kini sudah jam dua pagi. Semenjak tadi aku terus begini. Telentang dengan vagina membentang. Kakiku kram, sementara kau terus mendekam. Pelan-pelan aku beralih, seperti perempuan penyapih. 

Diujung pintu kayu jati seorang istri sudah menghampiri. Hanya memandangi tak mau mencaci maki. Membunuh sendiri rasa benci. Memelas dalam tangisan deras. Istri yang berusaha bahagia meski disia-sia. 
"Titip pesan buat suami saya, saya selalu mencintainya."
"Iya mbak." jawabku dalam termangu.


23 October 2012

ANTARA GALANG DAN SUAMI JALANG

suami jalang bikin istri pusing kepalang, datanglah si bujang bernama Galang.

Galang, lelaki yang sedang bimbang, bukan karena mikirin selangkangan. Galang, terlanjur nyebur ke dalam sumur, si wanita yang sudah berumur. dua minggu selalu bertemu, si anu tak mau menunggu. "jangan ke rumah dulu, suamiku pulang dari Bengkulu"

Galang, lelaki pengganti yang selalu siap meniduri, dan berharap kekasihnya mau dikawini. "gilaaa ya kamu? aku sudah bersuami. mana mungkin mau dikawini."

Galang, lelaki yang datang ketika petang, harus mau telanjang, sehari tiga kali mekangkang. "kamu itu hanya hiburan, bukan untuk seriusan."

Galang, sudah putus harapan. Galang, tak hanya ingin dijadikan simpanan. Galang, ingin meminang perempuan bersuami jalang, yang meninggalkan istrinya setiap malam hanya untuk bersenang-senang.

suami jalang bikin si Galang punya peluang!

21 October 2012

PERTARUNGAN OBENG DAN MINYAK PENGGORENGAN

ada percakapan seru antara seorang ibu penjual tepo tahu dan anaknya lelaki yang masih berseragam biru.

anak lelaki itu bernama leo. mulutnya tak bisa berhenti menyumpah-nyumpah ibunya, layaknya burung beo. cecet cuwet!
sriatun, seorang ibu yang merasa getun melahirkan anak lelaki seberangas leo.

"kalo ibu masih mau aku sekolah, ya bayar spp nya!"
"kalo aku punya uang, pasti aku bayar spp mu nak!"
leo tak mau berhenti mengumpat ibunya yang sedang sibuk menggoreng tahu di wajan penuh minyak.

sriatun pula terus mengomeli anaknya yang sedang membetulkan ban motor pelanggan yang kena paku.

"ibu macam apa, ngga mampu bayarin spp, tapi maksa anaknya sekolah!"
"anak macam apa, sukanya bolos sekolah, tapi maksa ibunya bayar spp!"

percakapan semakin meruncing, dan masing-masing sudah mulai bertaring. tak lama, dua orang ibu dan anak telah terkapar oleh amarah yang menggelegar.

"sriatun, 47 tahun, seorang ibu tewas ditusuk obeng oleh anak sendiri. setelah menyiram minyak penggorengan ke wajah anaknya, leo 15 tahun."