10 May 2012

RESEP : NUGGET AYAM ALA MAMA



Yes! akhirnya berhasil bikin Nugget Ayam yang simpel, ngga ribet dan hemat. Berhubung Benjamin, anak saya, akhir-akhir ini susah makan, dan lebih suka ngemil (jajan), ya sudah... saya harus belajar bikin camilan yang tetap ada gizi nya...
muncul deh ide bikin Nugget Ayam, mungkin nanti kalo Mama udah gajian... bikin Nugget Udang ya Ben hehehe...

bahan :
  1. ayam 1/4 kg (harganya 6.500)
  2. tepung terigu 1 ons saja (1.000 an kayaknya, saya pakai sisa punya ibuk hehe)
  3. telur ayam 2 biji (2 ribu)
  4. tepung roti (di alfamart yang merk Mama Suka harganya 6 ribu)
  5. bawang putih 4 siung, garam, merica.

oke, siap masak?

caranya :
  1. ayam dihaluskan, saya pakai blender bumbu.
  2. bawang putih, garam merica dihaluskan. kalo ini takarannya sesuai selera. garamnya 1 sdt, merica 1/2 sdt.
  3. campurkan ayam giling, bumbu, dan masukkan telur 1 butir. aduk merata.
  4. tambahkan tepung terigu, uleni.
  5. adonan dimasukkan kedalam wadah, bisa plastik atau loyang, lalu di kukus. kukusnya kalau pengen praktis, pakai magic com juga bisa (hehehe... kalau ketahuan ibuk, saya pasti dimarahi)
  6. setelah matang, angkat. lalu potong-potong sesuai selera.
  7. masukkan ke dalam tepung roti, celupkan ke putih telur, masukkan lagi ke tepung roti.
  8. siap deh digoreng.
enak lho...
selamat mencoba...

JIKA BAHAGIA BISA DIBELI, APAKAH KAMU AKAN MEMBELINYA?

pagi-pagi sekali HP udah bunyi tut tut... seorang teman kirim bbm. curhat in the morning ceritanya. sebuah pengakuan, kalau selama tiga hari dia tidak masuk kerja karena sakit. dan sakitnya itu karena dia banyak pikiran. urusan rumah tangga. teman saya bilang, "sekarang aku baru ngerti sifat aslinya seperti itu. jadi aku harus sabar ngadepi suamiku."
memang kuncinya sabar. tapi berapa lama garansi hati kita untuk menjadi sabar?
saya tak mau menggurui teman, hanya memberi support dan bilang "aku selalu menemani kamu, saat kamu merasa sedih"
My Family

sekarang saya jadi kepikiran. kapan ya terakhir kali saya sebel banget sama suami? sudah lama banget... dulu awal-awal menikah sering sekali berantem, karena banyak yang belum saya pahami tentangnya. suami pun tak paham tentang saya.
jadi, kini saya berusaha menciptakan kebahagiaan. bukankah itu yang diharapkan semua orang? apa yang menjadi kesukaan suami, saya berikan. apa yang tidak disukai suami, saya tinggalkan. sepertinya sejak saya mencoba cara ini, lumayan sedikit berantemnya. jadi, kebahagiaan itu memang harus dibeli, dengan kesabaran hati dan keikhlasan menjalani.
ayo, bahagia sekarang juga!

05 May 2012

UANG JALANG

dia wanita jalang, begitu kata orang orang!
meliuk dan menari, menjunjung pusar setinggi-tingginya. 
lalu sesekali menjulurkan lidahnya yang penuh liur,
membasahi lapisan urat yang tak sabar ingin menyemburat.

dia wanita yang hanya mau pada rupiah, bukan sekedar janji nikah!
sudah berapa banyak anu para lelaki yang dijilatnya...
dibuatnya kesetrum pada ujung ujung dengkul,
dan berdiri tegak di sebuah tangga kepuasan.

dia wanita, yang selalu telanjang
karena dia butuh uang!

CINTA DIATAS NORMA

Marry Me
sejak kita menikah... lima tahun yang lalu, berapa kali kita bercinta?
pada saatnya, kita sama-sama tahu. ya, memang aku lebih suka melihat perempuan telanjang tanpa busana. aku lebih bergairah mendekap pucuk kuncup bunga sang payudara. sesungguhnya aku memuja aroma peluh para perempuan muda. 

kini, kau mengetahuinya. lantas, kenapa harus kaget sayang? kau kira aku tak tahu, jika diam-diam kau simpan foto lelaki telanjang itu? kau suka lelaki. aku suka perempuan. sama saja.

 
jika kamu memang suka perempuan... kenapa kamu mau jadi istriku?
aku ingin menjadi milikmu, meski tanpa cinta, tapi demi sebuah kewajaran. untuk sebuah aturan norma. lelaki dan perempuan saling mencinta, dan membina rumah tangga.

sungguh... kau pasti menyadarinya, tak mudah bagi seorang lesbian untuk mencintai lelaki. apalagi lelaki gay sepertimu.