29 August 2009

SUCI : PENJAJA TOTO GELAP


perempuan itu bernama suci. bersuami dan dua anak perempuan. anak pertama kelas enam SD. dan satunya, baru kelas dua di sekolah dasar yang sama dengan kakaknya.
suci bersuamikan sang pemabuk & penjudi.
suci selalu taat pergi ke masjid, dan mendatangi rumah pengajian setiap kamis malam jumat.
dalam niatnya hanya patuh kepada suami dan membesarkan dua orang putrinya. suci tak mau yang lain.
tahun krisis datang.
suci bersuamikan seorang pengangguran yang senantiasa mabuk dan menjudi.
suci terkadang pergi ke masjid, dan mendatangi rumah pengajian pada kamis malam jumat.
dalam niatnya hanya mencoba bertahan hidup, membesarkan dua orang putrinya, dan tetap patuh kepada suami.
suaminya kini menjadi penjual toto gelap. mengendap-endap di tengah hari, menanti adzan maghrib, dan para penjudi bersorak... atau malah misuh! "Jiancuk!" begitu suami suci berkoar ketika tembakannya meleset. bukan menembak burung yang terbang tak tertangkap. namun hanya angka-angka mati antara nol hingga sembilan.
suci hanya berniat patuh kepada suami. kedua anak perempuannya sudah besar, tak lagi membutuhkan perhatian.
hari itu datang : pria tambun tinggi seratus tujuh puluh lebih, memaksa masuk rumah dan membawa suci secara paksa. suaminya tak ada di rumah. kedua anaknya asyik memburu perhatian di luar.
suci adalah istri yang masih patuh kepada suami, tetap sayang anak, dan terkadang pergi ke masjid, namun tetap menjajakan toto gelap.
suci diam di rumah tahanan. tak seorang pun mengunjunginya.
suci, tabahlah!

24 August 2009

OTAK : KIRI DAN KANAN


tentang otak kanan dan otak kiri, apa yang Anda tahu? kalau saya, sama sekali tidak paham. baru-baru ini nguping pembicaraan orang, bahwa otak kanan mengatur logika, sementara otak kiri berurusan dengan perasaan. atau, otak kanan : MIPA (Matematika Ilmu Pengetahuan Alam). sementara otak kiri : kreatifitas & seni.

kalau bicara soal manusia, human, orang, pria atau wanita, ada berapa banyak macam yang Anda kenali dengan benar sehingga bisa membandingkannya dengan tepat?

kemudian menyoal pekerjaan? Adakah kaitannya dengan jenis kelamin dan otak kanan / kiri?

saya masih terus mencari titik seimbang ketika saya berdiri dengan beban dipundak yang sama berat dengan Anda, namun saya tetap enjoy. bisa menyertakan si kanan dan si kiri dalam takaran wajar : 50 50. namun bisakah? disinilah saya diuji. setelah 3 tahun lalu saya terlena dengan kekuasaan otak kiri.

don't confuse, ini hanyalah penyelarasan antara cita-cita jiwa dengan kebutuhan duniawi yang tak tertandingi. saya hanya ingin terus melibatkan otak kiri, sejauh apapun saya melangkah. karena saya lahir dari sang kiri dan dibesarkan si kanan.

13 August 2009

ROHSA DAN JASMIN


siang bolong. tapi pikiran tidak plong. lelah ingin tidur. lantas, saya istirahat sebentar. hanya sebentar. dengan posisi miring ke kiri, saya sandarkan kepala pada lengan tangan kiri, dan mulailah saya mengilhami semua peristiwa yang terjadi sekitar sepuluh menit.

seorang wanita mirip saya, bernama Rohsa, berjalan jauh tak tahu arah. dari lakunya, dia hanya ingin terus berjalan menembus gang demi gang, menyusuri sungai, menyeberang jalan raya, tanpa beban. jalanan ber-cat putih, bata putih, bahkan saya menduga pada saat ini tak ada warna lain selain putih. atau hanya cat warna ini yang dikatakan halal, jadi sah-sah saja menggunakannya.

Rohsa, bersaudara dengan Jasmin, perempuan bertubuh padat, tidak tinggi, menyerupai saja juga. Jasmin, tak mengikuti jejak laku Rohsa. Jasmin lebih suka sendiri diam tersandar menghadap kiri dengan lengan kiri tertindih kepalanya. Jasmin berjanji untuk menunggu Rohsa kembali. sementara Rohsa masih jauh mengelana.

jasmin bukanlah apa-apa tanpa Rohsa. demikian juga Rohsa, tak berarti jika Jasmin tak menyerta.

ditengah perjalanan, Rohsa tersesat. di sebuah tembok plastik berisi cairan kental dengan sedikit sengatan. Rohsa berusaha menembusnya, namun tak kuasa oleh sengatan arus listriknya. tak berdaya oleh jepitan tembok plastik berisi cairan kental, menyesakan dada. Rohsa meronta meminta bantuan. Jasmin merasakannya. mereka berusaha saling membantu.
tapi, Jasmin tak mampu berbuat banyak, karena dia diciptakan untuk diam. untuk tidur miring ke kiri dengan lengan kiri tertindih kepala. mereka kembali berupaya, menyatu dalam gerakan ringan mengundang tanya.

"sep, kamu baik-baik saja??" suara dan gerakan tangan kekasih saya membangunkan saya dari tidur sebentar yang hampir memisahkan Rohsa dan Jasmin, Rohani dan Jasmani saya.

Oh, begini rasanya kelindihan...