02 October 2010

UNGKAPAN HATI PIKA

UNGKAPKAN!

apapun yang kau rasakan. bagilah pada orang lain, sesuai cara yang kau suka.
seperti ponakan saya, pika. dia suka menggambar, tapi tak pernah percaya diri. suatu ketika saya menemukan gambarannya di kertas bergaris, bukan drawing book. 
digambarkannya wajah yang sama sekali tak sempurna (menurut kita), namun sangat indah dan jujur, maknanya.
 
diujung kiri, terdapat gambar wajah ayahnya. lalu, dibawahnya, gambar mama. 
di sebelah kanan ayah, terdapat gambar dirinya sedang tersenyum. 
di kanan mama, ada gambar yang mirip dengannya, yang diberi label nama "kembaranku". hmm, anak sekecil ini sudah berkhayal tentang teman rahasia "kembaranku". 

yang mengejutkan, di sudut kiri bawah, ada gambar anak perempuan, bernama "adik". memang, mamanya sekarang sedang hamil muda. kedua orang tuanya menginginkan anak lelaki, tapi pika, ingin adik perempuan. 

awalnya dia menggerutu ketika semua orang di rumah, termasuk saya, setuju dan berharap bahwa anak kedua kakak saya adalah lelaki. hanya pika yang menginginkan adik perempuan.

mungkin inilah ungkapan hatinya, mengingini apa yang tidak diinginkan orang lain.

kalau Anda pernah menginginkan sesuatu yang belum tercapai atau mustahil, jangan matikan rasa ingin itu. perjuangkan meski hanya di atas kertas, seperti pika!






30 July 2010

TETAP CINTA


Saya melihat dari mata polosnya, meski usianya hampir setengah abad. 

Dari ceritanya,
Saya berusaha membuatnya senang. Dia tidak pernah bersyukur dengan keadaan seperti ini. Kenapa saya selalu disia-siakan? Saya yakin, tak ada perempuan yang mau menjadi istrinya... bisanya Cuma judi dan mabuk-mabukan.

Dari kisah para tetangga,
Dia adalah sosok istri yang penurut. Seharusnya suaminya bersyukur mempunyai pendamping sepertinya. Bukan malah disia-siakan begitu! Coba kalau saya jadi istrinya, pasti sudah saya cerai dari dulu. Sekarang, siapa yang tahan punya suami yang suka judi dan mabuk-mabukan?

Dari obrolan famili,
Sebenarnya dia sudah cukup sabar, dengan menuruti semua permintaan suaminya. Memang suaminya yang nggak pernah bersyukur, selalu menghambur-hamburkan uang. Herannya, dia nggak mau menceraikan suaminya. Meskipun suaminya Cuma bisa judi dan mabuk-mabukkan.

Dari pengakuan anaknya,
Ibuk sebenarnya sudah cukup sabar menghadapi bapak. Semestinya bapak bersyukur punya istri seperti ibuk. Tapi kenyataannya tidak. Bapak malah menyia-nyiakan ibuk. Sementara ibuk, nggak mau menceraikan bapak, karena ibuk sayang dan kasihan pada bapak. Tapi, bapak tidak pernah membalas kasih sayang yang diberikan ibuk. Bapak hanya bisa judi dan mabuk-mabukkan, membuat ibuk menjadi sedih.

Selepas maghrib, dibawah lampu remang di ruang tamu...
“Tadi bapak mengeluh sakit. Dadanya sakit. Dari pagi tidak mau makan nasi. Sore tadi minta bakso, ibuk belikan. Baru saja minum susu sereal. Tiap pagi minta susu sapi murni, ibuk turuti.”
Saya hanya diam. Berharap ada kelanjutan dari ceritanya.
“Tapi, nggak pernah mau berhenti minumnya. Kadang, ibuk dibohongi. Minta uang buat berobat, eh ternyata buat beli arak. Ya sudahlah... ibuk pasrah saja.”
Lagian, kalau nggak pasrah, mau gimana lagi buk? Cuma itu yang bisa kita lakukan.
“Seperti apa pun yang telah bapak perbuat, ibuk tetap sayang. Meski mendekati mautnya kini. Ibuk selalu mendoakan yang terbaik buat bapak.”
Sungguh mulia dirimu. Saya bangga menjadi anakmu.  


27 June 2010

RESEP : MARTABAK MIE



akhir - akhir ini, saya lagi senang memasak. dalam kondisi keuangan yang menipis, seorang istri dituntut untuk pandai mengatur uang belanja. untuk suami saya punya solusi dengan menu sarapan yang super murah (pastinya...meriah euy!). This is it : MARTABAK MIE

bahan :
1 bks mie sedap kuah rasa ayam bawang (Rp 1.350,-)
3 bh cabai dirajang halus (Rp 500,-)
1 butir telor (Rp 1.000,-)
1 lembar daun prei dirajang halus (Rp 500,-)

cara membuat :
rebus mie sedap (tanpa bumbu, jadi hanya mie-nya saja)
tiriskan.
bahan dicampur menjadi satu : telor, daun prei, irisan cabai, bumbu instan mie sedap, dan mie yang sudah direbus.
panaskan minyak, dan goreng bahan tersebut.
sajikan selagi panas... ditambah saus indofood extra pedas, tambah yahud.
kalau suka, bisa ditaburi parutan keju

biaya:
total biaya : Rp 3.350,-


RESEP : SUP PANGSIT

Sup Pangsit : bukan gambar sebenarnya. Gambar ini saya unduh dari google.com.


hari Minggu, 27 Juni 2010 kemarin, saya mencoba resep dari internet. dari sebuah blog dapurbersama.blogspot.com. SUP PANGSIT. saya ingin berbagi kebahagiaan -- karena masakannya sukses --

bahan isi pangsit:
30 lembar kulit pangsit @ Rp 150,- (Rp 4.500,-)
1/4 kg ayam (Rp 6.000,-)1 blok kaldu maggie (harga 1 botol Rp 9.900,- kira-kira berisi 20 - 30 blok, saya lupa menghitungnya)
3 sendok tepung kanji
2 butir telor @ Rp 1.000,- = Rp 2.000,- (kalau saya sih ngga beli, ngambil di rumah ibuk hehehe)
2 lembar daun prei (daun bawang) dirajang (Rp 1.000,-)
1 sdm saus tiram (harga 1 botol saori saus tiram Rp 6.200,-)
2 sdm lada bubuk
2 sdm air jahe (cara membuat air jahe : jahe di keprek, lalu disiram air panas)
garam secukupnya (sesuai selera)
campur semua bahan, lalu bungkus dengan kulit pangsit.

kuah :
rebus air untuk kuah,
masukkan 3 siung bawang putih yang sudah dirajang halus,
masukkan 3 lembar daun prei (daun bawang diiris kasar),
masukkan 1 blok kaldu maggie,
1 sdm lada bubuk,
garam & gula secukupnya,
tunggu hingga mendidih, kecilkan api.
setelah itu, masukkan 15 pangsit yang sudah berisi.
rebus pangsit beberapa menit hingga matang, lalu sajikan.

pangsit goreng :
15 pangsit yang sudah berisi di goreng dalam minyak, sajikan.

komplit deh... ada pangsit kuah, ada camilan pangsit gorengnya juga. hmmm, yummy!!
kalau di jumlah, biaya-nya cuma Rp 13.500,- wow??


22 June 2010

HIDUPKU STEREO

aku sedih melihatmu kawan.
kau berpendidikan, namun kerdil ilmu hidup.
mengenakan baju nan elok, tapi sikapmu jauh dari rupawan.
bahkan kerudungmu pun... tak menunjukkan kau seorang muslimah, karena keegoisanmu.

kau bermata dua, bertelinga dua, bertangan dua, berkaki dua...
tapi hanya satu yang kau pakai...
jadi, wajar saja jika kau tak stereo.
hidupmu monoton.

cobalah sesaat jalan-jalan di duniaku, kawan.
aku janji tak akan membawamu ke jurang neraka, seperti yang dikisahkan kitabmu.
jangan takut melirik ke alamku.
aku bukan hal menakutkan yang perlu kau jauhi.

tahukah kau... aku jauh bahagia daripada kamu,
karena hidupku stereo!


21 June 2010

UTANG


kondisi keuangan saat ini berbeda dengan sepuluh tahun yang lalu.
kala itu saya masih bisa menikmati kebutuhan sekunder dengan mudah. tak perlu menabung berbulan-bulan untuk menikmati liburan ke luar kota. atau untuk pergi ke salon, tanggal tua dan muda, sama saja!
sekarang beda.
selain, saya sudah menikah, mungkin juga kondisi keuangan dan harga-harga yang terus naik.
sementara kebutuhan terus menggerus.
iseng, saya buka-buka majalah favorit saya (kala muda, red). ada beberapa tips keuangan yang cukup membantu.
diantaranya : BOLEH dan TIDAK BOLEH dalam BERHUTANG.
apa saja yang boleh kita hutang, dan dilarang untuk dibeli secara kredit.
berikut point-nya :

BOLEH HUTANG :
  1. biaya rumah sakit / obat karena sedang sakit (kondisi ini yang dinamakan tak terduga)
  2. biaya sekolah anak (seperti kenaikan kelas, atau masuk perguruan tinggi)
  3. untuk membeli aset produktif yang nilainya terus naik (seperti : rumah, tanah, dan emas)
TIDAK BOLEH HUTANG untuk membeli :
  1. Handphone
  2. Sepatu
  3. Elektronik
  4. Baju
  5. Tas
  6. Asesoris Tubuh
  7. dan perabot rumah
wah, beruntung... saat ini saya hanya punya satu cicilan : mesin cuci! jadi saya tidak terlalu jauh dalam salah langkah untuk menentukan arah keuangan keluarga. meski hidup lumayan susah, tak banyak beban hutang yang saya tanggung.
"dengan menerapkan pengelolaan utang yang ketat, hidup Anda akan jauh lebih aman dan nyaman. serta bisa leluasa untuk berinvestasi demi masa depan bahagia dan sejahtera." kata sang pakar keuangan.

semoga Anda tidak salah langkah dalam urusan UTANG.


14 June 2010

PERBINCANGAN (+) DAN (-)


(+) saya ingin melakukannya sekali lagi...
(-) tapi, untuk apa? saya kan sudah tidak muda lagi? apakah masih kuat?
(+) ... emm, tempat itu ngangeni (baca : bikin kangen).
(-) ingat umur dong!
(+) memang sih, kekuatan fisik ditentukan oleh usia. tapi, selama keinginan itu ada... why not?
(-) ntar ngrepotin yang lain...
(+) kalau akhirnya, semua ini mengakibatkan hal-hal yang fatal atau cedera, itu sudah menjadi takdir.
(-) ... kalau saya tidak melakukannya lagi, mungkin takdir (yang buruk) itu tak akan terjadi.
(+) iya juga ya? tapi saya ingin... dukunglah saya...
(-) carilah kawan yang mau menemanimu menaklukan gunung itu!

03 June 2010

KADO SEBUAH NAMA


apalah arti sebuah nama?
sangat berarti, menurut saya!
... dan kami pun tak mau, jika anak-anak kelak
bingung dengan nama yang disandangnya.
makanya,
kami peras otak untuk menciptakan sebuah panggilan!

"...ketika itu, saya terlambat menonton film 'The Curious Case of Benjamin Button'...
Anda dan yang lain sudah memujinya, saya baru setahun kemudian menontonnya.
takjub yang luar biasa... akan tokoh Benjamin Button,
juga kehidupan yang menuntunnya untuk belajar sabar.
bagi saya, Benjamin adalah Hebat!..."

"...saya belum pernah berjumpa dengan wanita bernama Cecilia Sompotan.
melalui fotonya, saya menguraikan karakternya : tegas dan disiplin.
sangatlah hafal dengan raut wajahnya, seakan melekat di hati.
bagaimana tidak? foto wanita itu terpampang di kamar. dialah ibu mertua saya!..."

"...siapa yang tidak kenal 'Raden Wijaya'? dialah pendiri kerajaan Majapahit,
sekaligus raja pertama disana pada : 1293 - 1309.
Raden Wijaya dicandikan di Simping sebagai Harihara (perpaduan Wisnu dan Siwa). Raden Wijaya juga merupakan tokoh hebat (bagi kami)..."

barangkali Anda berfikir, nama yang akan Anda berikan pada anak kalian adalah kejutan.
tapi bagi saya, nama mereka kelak, adalah sebuah kesiapan.
kami telah menunggumu, anak-anak...
sebuah kado berwujud 'nama' sudah kusiapkan.

selamat datang : BENJAMIN NOFAC WIJAYA atau CECILIA NOFAC WIJAYA?

catatan awal untuk anak-anak

24 May 2010

SALUTE FOR YOU


tak ada yang bisa melebihimu...
meski kau cuma tamatan sekolah dasar,
hingga kini aku belum mampu mengunggulimu.

bermula dari kesabaran, kaulah jagonya!
ketekunan... kau ahlinya.
peranmu tidak lagi sebagai pelengkap, namun utama.

kau mengukur kesuksesan bukan dari bangku sekolah...
kau hitung berdasar kekuatan menghadapi hidup.

kau buktikan bahwa gadis penjual jajan di sekolah itu...
kini menjadi payung kokoh yang sanggup melindungiku, ibu.

-- kekaguman saya pada ibu --

14 May 2010

MATA PELAJARAN : MENJADI IBU


sudah lama, tidak menulis. tapi bukan berarti, selama itu saya tak mengalami hal-hal luar biasa -yang selalu mampu memperkaya imajinasi menulis saya-.
saat saya tulis ini, kondisi badan sedang hamil... jadi sudah pasti agak malas-malasan. diperkirakan 4 bulan lagi saya melahirkan. kira-kira bulan Oktober tahun ini.
sebentar lagi, saya berubah status : menjadi ibu. yang menjadi kecemasan saya adalah bisakah saya menjadi seorang ibu yang baik bagi anak-anak saya nanti? sementara selama 15 tahun belajar mulai dari SD hingga Kuliah, saya tidak mendapatkan mata pelajaran MENJADI IBU.
alam yang akan menuntun saya, i believe.

04 March 2010

SURAT PENTING UNTUK SANG PEMIMPIN


Hari ini saya berbincang dengan teman kerja, tentang kepemimpinan seseorang. Seorang pemimpin tentunya, namun skalanya masih kecil. Dia hanya memimpin 4 orang.
Ceritanya, dia seorang pimpinan yang friendly, tak mau dianggap menakutkan bagi anak buahnya. Berjuang semampunya untuk membela anak buah. Hingga kadang, rela melakukan tugas yang seharusnya dikerjakan anak buah. Namun di sisi lain, dia adalah seorang penurut di hadapan bos besar (owner).
Suatu hari terjadi masalah yang akhirnya menunjukkan jati dirinya kepada kami, anak buah. Bahwa sesungguhnya, dia hanyalah seorang yang bermuka dua. Tak ingin dibenci anak buah, tapi teramat tunduk pada bos besar.
Sungguh susah menjadi pimpinan. Andai saja, pimpinan saya mau berbagi, sesungguhnya, yang kami harapkan bukanlah belaan darinya. Kami ingin kebijakan yang benar. Kesepakatan yang deal antara bos besar, pimpinan, dan anak buah. Kami tak pernah benci pada pimpinan yang kadang galak. Saya menghargai apapun yang dia kerjakan, karena saya paham dia adalah seorang pimpinan yang punya tanggung jawab lebih besar ketimbang saya, yang hanya anak buah.

02 March 2010

RUMAH KECIL DALAM HATI



Siapakah orang terdekat pemilik hatimu?

Sahabat? Pacar? Suami? Anak-anak? Diary? Binatang Piaraan? Selingkuhan? Saudara? Pembantu? Sopir? Sebutkan...

Bagi saya, ibu tak tergantikan. Dulunya, sempat saya mengira, setelah menikah nanti, posisi ibu akan tergantikan oleh kehadiran suami. Ternyata tidak. Tak ada yang perlu digantikan. Karena ibu sudah membangun rumahnya sendiri dalam bilik kecil di jantung hati.

“ketika saya sakit batuk, badan meriang, dan kepala sebentar sebentar pusing... spontan saya merintih ‘buuukkk...’ lantas rasa sakit sedikit berkurang.”

Lalu, “saya pun membayangkan ibu datang membawakan semangkuk bubur ayam dan teh hangat. Memijat kaki saya dengan minyak kayu putih.”

Keesokannya, “saya lumayan membaik, walau hanya memimpikan ibu datang.”

Sedingin apapun hati ibumu, selalu ada cinta yang tak terputus. Karena ibu akan kembali pulang kerumah, di dalam bilik kecil, di jantung hatimu.



PENUMPULAN DIRI


Soal aktivitas, bagi saya tak ada bedanya antara dulu dan sekarang. Selalu menyita waktu. Sejak sekolah saja, berangkat pagi pulang malam sudah biasa. Banyak kegiatan ekskul yang saya ikuti. Jadi, tak heran jika pulang malam. Lalu kuliah, apalagi. Saya nyambi kerja, jadi sudah pasti jarang di rumah. Lantas, lulus kuliah pun, saya mendapatkan dobel job. Sebenarnya bukan ini yang saya kejar, namun tuntutan yang menantang. Semuanya saya lakoni dengan setengah mengeluh ‘lelah’. Ingin suatu hari, menikmati libur yang panjang. Kini, setelah menikah pun, kerja ‘panjang waktu’ masih menghantui. Pagi hari di staff, malamnya on air.

Hari ini saya bertanya pada diri saya sendiri. “Mengapa kau selalu tak bisa menghindar dari dobel job?” “sampai kapan kau terus merelakan waktu istirahatmu untuk tantangan – tantangan itu?”

STOP! Saya harus berhenti sekarang. “maksudnya?”

Berhenti tampil cerdas. Berhenti menjadi multi talenta seperti yang diagung-agungkan ibuk. Menumpulkan diri sendiri, demi waktu istirahat itu. Ya, saya harus!



23 February 2010

MENGENANG HUJAN


... tik tik tik ... begitu mungkin bunyi-nya.

setengah lima sore, selasa 23 Februari 2010. saya sedang tiduran di rumah orang tua, di nambangan. rasa nyaman seketika muncul. hujan kemarin sore, mengajak saya berjalan mundur. mengenang kisah masa lalu. waktu-waktu terbaik dengan keluarga. saya jadi ingat ketika masih usia 7 tahun.

hujan turun sama derasnya. bapak tak pernah mengijinkan saya untuk bermain air hujan. dibalik pintu yang terkunci rapat, saya hanya memandangi teman-teman yang berlari bebas di bawah guyuran air hujan. ketela rambat gorengan ibuk, mampu mengobati kekecewaan kala itu.

kini, satu pelajaran saya dapatkan. apa yang membuat seseorang merasa kaya? ialah kenangan. dimanapun Anda berada saat ini, jangan lupakan tanah kampung, karena disana, banyak kenangan tersimpan.

14 February 2010

GAMBAR PILIHAN











RESEP : TELUR PUYUH BUMBU WOKU ala SAYA


Bahan :

¼ kg Telur Puyuh direbus, kupas kulitnya.

2 papan petai, kupas, potong-potong sesuai selera.

Bumbu dihaluskan :

2 cm jahe

2 cm kunir

15 buah cabe merah

15 buah cabe rawit

4 siung bawang merah

4 siung bawang putih

3 butir kemiri


Bumbu tambahan :

1 batang serai

Penyedap rasa

Garam secukupnya

Gula (bila suka)


Cara memasak :

Bumbu dihaluskan, gunakan blender yang khusus untuk menghaluskan bumbu supaya halus.

Panasi minyak dan masukkan bumbu halus, hingga tercium aroma wangi.

Masukkan telur puyuh dan petai.

Tambahkan serai, garam dan penyedap rasa.

Beri gula sedikit.

Tutup dan tunggu hingga matang.

Angkat dan hidangkan.

Untuk 4 porsi.

SHOP



dijual sesuai pesanan. gantungan kalung dengan motif & ukuran sesuai pesanan. harga mulai dari 30 ribu s/d 50 ribu.
cara pesan : kirim email septi_firstannouncer@yahoo.com (subjek : PESAN), lalu jabarkan pesanan Anda dengan detail (bentuk, ukuran, jumlah, alamat kirim). kami akan me-respon dengan segera.

10 February 2010

DULU DULU, SEKARANG SEKARANG


dulu, saya selalu punya banyak waktu untuk melamun. diam namun berkesan. meski hanya ditemani James Morrison atau Ello, pilihan saya. lalu sebentar-sebentar saya sruput nescafe pas.
dulu, bisa saja pulang kerja lalu jalan-jalan. melihat model baju terbaru, memburu barang diskonan, jajan makanan siap saji walau sesungguhnya perut saya tak lapar, sekedar ingin jajan.
dulu, mudah sekali saya bikin janji ketemu dengan teman. pergi pergi, lalu makan makan, dan belanja belanja. saya wanita pada umumnya.
dulu, gampang juga saya bilang, 'Buk, lapar. sarapanku apa?'

sekarang, bahkan untuk melamun. bernafas saja harus kejar-kejaran. tak lagi bisa menikmati film pilihan di akhir pekan. mendengarkan list lagu winamp pun sambil lalu, masih banyak yang harus dikerjakan.
sekarang, pulang kerja harus mampir pasar. belanja untuk makan malam dan sarapan besok. jangankan jalan-jalan, belanja kebutuhan sebulan saja, harus menunggu hari minggu.
sekarang, tak ada lagi acara janjian ketemu teman. hari minggu saya sudah di booking untuk acara keluarga.
sekarang, saya yang ditanya oleh suami 'Sarapanku apa?'

tapi ...

dulu dan sekarang, tak ada ubahnya : setiap pagi, bangun tidur, saya meracik secangkir kopi dan menyapa alam 'selamat pagi'.

08 February 2010

DAPUR IBUK




dikala kompor gas sedang menjadi idola, ibuk saya cukup puas dengan cara konvensional seperti ini, hanya dengan satu alasan : takut gas-nya meledak!

TANPASPASI



Akumencintaimutanpaspasi.

Hinggataksanggupkumengertitentangpergimu.

NamunkausangattahubahwaAku mencintaimutanpaspasi.

Menyukaimusesukasukanya.

Merindukanmuserindurindunya.

Bahkankumenangisuntukmuyangtaklazimuntukditangisi.

Kauhanyasesaattapinikmat.

Pelipursepiku.

Kautelahpergi.

Itu pastijalanmenujusurgamu.

Kini,

Aku mencintaimu dengan spasi.

Hingga sanggup kumengerti tentang pergimu.

kau sangat tahu bahwa Aku mencintaimu dengan spasi.

Masih Menyukaimu sesuka sukanya.

Tetap Merindukanmu serindu rindunya.

Bahkan kumenangis untukmu yang lazim untuk ditangisi.

Kau hanya sesaat tapi nikmat.

Pelipur sepiku.

Kau telah pergi.

Itu pasti jalan menuju surgamu.


dedicated for KEN, my little cat...


28 January 2010

SANG GURU



malam itu, lepas pukul delapan malam, kami melaju ke arah jalan merak. memburu rica-rica guk guk, pesanan famili dari Banyuwangi. melewati jalan arwana, tak sengaja melihatnya, Pak Sumawan.

saya menyebutnya sang guru.

kala itu, saya masih kelas satu SMA ketika pertama berjumpa dengannya. guru baru di sekolah saya. mengajar Bahasa Indonesia. badannya besar, wajahnya mirip tetangga saya bernama Pak Asmara, penjual nasi rendang, asli Padang Sumatera Barat.

saya ragu dia sang guru.

setiap mengajar di kelas, tak pernah menyentuh buku diktat. tak juga membahas sesuai mata pelajaran. namun tugas mengerjakan LKS, tak pernah berhenti. Pak Sumawan, tak serapi guru-guru yang lain. saya pun menerka bahwa baju yang dia kenakan jarang di setrika. jangan-jangan... sudah seminggu belum dicuci? wajahnya kusut. saya jadi badmood.

apakah benar dia sang guru?

namun saya kini tertarik padanya. mengingat apa yang telah diujarkannya dulu. ketika dia tak membahas peribahasa dan istilah-istilah dalam kamus bahasa indonesia, tapi selalu filosofi hidup yang dilontarkan.

dia memang sang guru.

saya melihatnya sendiri. dia sedang menata tumpukan kayu kering, di tokonya di Jalan Arwana. tokonya semakin besar, tak seperti dulu pertama kali saya ke rumahnya untuk mengikuti tambahan pelajaran Bahasa Indonesia, sumpek. kini semakin sumpek, dipenuhi barang dagangan. dia sukses rupanya. tapi raut wajahnya masih sama seperti dulu. karena sang guru, tak perlu baju baru, tapi perlu ditiru. hidup sederhana, saya suka gayamu Pak Sumawan!

22 January 2010

PAK SUNAR TIYANG ALIT


Panjenengan niki Pak Sunar?


Nami kulo Sunar. Kulo niki tiyang alit mas. Mboten ngertos napa-napa. Lor kidule negoro niki nggih kulo mboten mangertos. Asmane pak presiden niku mawon ngertose nggih saking kanca ingkang makempal dateng warung yu gemak.


Enjing, kulo ngrencangi Bu Lurah. Jan jane nek mboten wonten kulo nggih Bu Luah mboten kerepotan. Wong kulo namung mirengne Bu Lurah nembang. Piyambake namung nyuwun direncangi. Kulo nggih mung meneng cep, mboten mangsuli napa-napa.


Radi siang kulo diutus maem. Lawuhe nggih reno-reno. Kadang mung sambel tempe. Kadang kala nggih dilawuhi pitik jawa. Kulo syukuri mawon, sedoyo niku. Lha nek enjing, kulo mung sarapan sego tiwul kiriman Dik Ragil. Adik kulo ingkang paling alit. Nggih sami kerenipun, namung adik kulo niku pangerten. Sak wontene dibagi.


Dalune mboten mesti. Kadang madang, kadang mboten. Njagakne mas Pri bakul gedhang godog. Niku nggih mboten tumbas, mung diparingi. Jian, tiyang tiyang niku sae sedoyo kalih kulo.


Putro kulo sampun dados tiyang ageng. Byuh, kulo senenge ora kaprah. Putro namung setunggal. sak niki urip kaliyan bojo lan anak-anake. Rejeki tumplek blek. Nyambut damele mung mbelo tiyang alit ngonten kok. Tapi artone sak pirang-pirang. Lha niku, toko bahan bangunan ngajeng peken niku, ingkang gadah putro kulo.


Garwane dateng pundi-pundi mbeto sedan, yen ditumpaki rasane empuk lan adem. Putrane nomer setunggal pinter merakit. Kulo mboten ngertos merakit napa. Angsale ngilmu saking negeri jiran. Negeri ingkang tebih niko lho, kulo dereng mangertos manggene negeri jiran, si Abdul sanjang yen dateng negeri jiran, katah tiyang pinter, nggih salah sawijine putu kulo si abdul niku.


Putu kulo ingkang alit, namine Rahmat. Taun wingi tamat sekolah. Mboten ngertos sak niki pripun kabare. Mugi-mugi mawon sae sedoyo. Pun setahun niki kulo mboten kepanggih putro, mantu lan putu. Tirose para tanggi, fotone si Abdul dipajang ing koran. Kulo nggih mung mbatin, paling si Abdul angsal kapercayan kaliyan pemerintah, amargi si Abdul niku pintere mboten gemen-gemen.


Tapi, Bu Lurah sanjang yen Abdul niku teroris. Teroris niku nopo kulo nggih mboten radi paham. Wong Bu Lurah niku senengane nembang, kulo kinten niku mung guyonan kemawon.


Bapak mboten natos mirengne berita wonten TV?


Nggih mboten to mas. Pun setaun kepungkur, mripat kulo mboten saget mirsani. Tirose pak dokter, mbetahne arto katah menawi pengen mari. Lha tiyang alit kados kulo niki, angsal arto saking pundi? Mangan lawuh sambel tempe mawon pun sae sanget.

Jan jane kulo nggih kangen kalih putro. Nanging kulo bingung, pripun carane kulo kepanggih. Biasanipun wonten tiyang utusane putro, ingkang mriki ngirimi arto kaliyan beras cap mentik. Ket setaun niko, mboten mriki malih tiyangipun. Kulo entos-entosi. Kulo arep-arepi.


Dados Pak Sunar leres mboten ngertos nek cucu lan putra bapak niku teroris?


Mboten mas. Nuwun sewu nggih mas, teroris niku nopo to?


Teroris niku tiyang ingkang pinter ngrakit pak. Ngilmu tebih dateng negeri jiran. Sami persis ingkang dicritakne putu panjenengen.

21 January 2010

TAKUT



pernah menonton film Apocalypto? kalau belum, tak mengapa. saya juga tak akan memaksa Anda untuk melihatnya. namun saya akan sedikit berbagi tentang sebuah kalimat yang saya temukan dalam dialog film tersebut.
yaitu tentang sebuah rasa takut. saya baru tahu bahwa 'takut' adalah sebuah penyakit. ini hanyalah filosofi dari sang tokoh ayah yang dilontarkan kepada putranya. tapi, filosofi tersebut memberi makna luar biasa bagi saya.
rasa takut membuat hati menjadi tidak damai. itu benar. sementara dalam hidup ini, apa yang Anda cari? kedamaian bukan? jadi biasakanlah dari sekarang untuk merasa tidak takut. jika kita membiarkan takut menyelimuti hati, maka tak kan ada damai.
thanks to Mel Gibson, produser film Apocalyto. Anda unik dan menarik. terima kasih suami saya, yang telah memberi referensi tentang film ini. dan Anda, terima kasih telah membaca review ini.

18 January 2010

REVIEW : PUTIH ABU ABU DAN SEPATU KETS



empat film telah terpilih. Putih Abu Abu & Sepatu Kets, State of Play, Apocalypto, dan The Proposal. 1 film Indonesia, dan ketiganya luar. saya tak banyak mengomentari film luar. buat apa? memuji film yang jelas sudah bagus! kini, saya hanya mempertimbangkan untuk menuangkan kritikan pada "Putih Abu Abu & Sepatu Kets".
film ini biasa dan standar. dari alur cerita, mudah ditebak. karakter tokoh meniru AADC yang dibintangi 4 sekawan, dipelopori Dian Sastro Wardoyo. actor dan actress-nya didominasi oleh muka baru.
menurut saya, film ini kurang berani. tidak mau mengambil resiko dengan lembaga sensor film. ngomong-ngomong, lembaga SFI masih ada nggak sih?
jika film-film remaja lainnya saling berlomba menonjolkan sex atau kisah percintaan santri semacam Ayat-Ayat Cinta atau Ketika Cinta Bertasbih... yang satu ini justri sebaliknya. munafik banget!

sangat tidak masuk akal jika seorang remaja putri mendapatkan mens pertamanya usia SMA. percaya atau tidak... saya, seorang yang kuper ini mens pertama SMP kelas 2, ketika pelajaran PPKn. teman saya Novi, mens pertama kelas 4 SD, itu terjadi sekitar tahun 1994. jadi, sangatlah aneh jika zaman modern seperti sekarang ini, ada yang mens pertama semasa SMA. tidakkah mereka tumbuh dengan subur, sesubur siraman film-film porno.
saya sempat menebak jika film ini didanai oleh BKKBN (Badan Kesehatan Keluarga Berencana Nasional, kalau tidak salah itu kepanjangannya...). kenapa demikian? karena dari awal hingga akhir, film ini mempresentasikan "mana yang baik" dan "mana yang buruk" dengan sangat jujur!
tidakkah pembuat film ini punya imajinasi yang lebih jauuuh? saya jadi ingat dengan perkataan suami saya, "orang Indonesia tak mampu membebaskan imajinasinya...sebebas-bebasnya... seperti film maker dari luar!"
ya iyalaaahhh...tak mampu bebas berimajinasi. apa-apa diharamkan. dikit-dikit difatwakan. ini itu diundang-undangkan.

kabar baiknya dari film ini, saya suka dengan acting dari pendatang baru, Michella Putri. meski disini Amira Bachsin juga muncul, namun saya akui dia kalah dengan mempesona dengan acting Michella Putri yang mampu memerankan karakternya dengan bagus. perkiraan saya, dua atau tiga tahun lagi, dia mampu menjadi actress sekelas Dian Sastro, jika terus berlatih tentunya.

07 January 2010

IBU HURUF


Masihkan Anda ingat dengan sebuah kalimat “…tak usah kau bersusah payah memperindah cinta. biarkan cinta itu mempercantik dirinya sendiri, karena sesungguhnya cinta yang tulus akan selalu terlihat indah.”

Kalau anda pernah nonton film ’Brownies’ yang diperankan Marcella Zalianty dan Bucek Deep, Anda akan menemukan kalimat tersebut dalam sebuah adegan di toko buku milik Are (diperankan Bucek Deep).

Hingga kini, kalimat tersebut masih tertanam dalam ingatan dan senantiasa saya susupkan dalam kehidupan nyata ini. Termasuk setiap kali menulis. Saya hanya berusaha menulis dengan ikhlas dan jujur, seperti halnya cinta, tulisan-tulisan tersebut mampu menebarkan indahnya sendiri tanpa bantuan dari saya. Mungkin jika bisa berkata, mereka akan bilang, ”lahirkanlah saja aku, berikan cukup ruang...untukku.”

Pada akhirnya saya memahami, bahwa huruf-huruf ini lebih pintar dari saya. Lebih hebat dan mempesona ketimbang saya. Tapi mereka bukan apa-apa jika tak dilahirkan. Sudikah Anda memberi kesempatan huruf-huruf ini bernafas, layaknya bayi yang terlahir lewat keberanian Anda dalam menulis? Karena kita adalah Ibu Huruf.



05 January 2010

SURAT UNTUK KAWAN


Aku pernah begitu,

Sama seperti yang kau rasakan.

Dunia yang beku, tak ber-spasi hingga kau rasa sesak,

Di setiap titik yang kau pijak.

Lalu, selanjutnya, berikutnya, kemudian dan setelah itu...?

Kau terus mencari kelanjutan dari kisah tak berkesudahan.

Pikirmu, dengan mengurai tali sepanjang yang kau bisa,

Akan membuat cerita ini berkelana terus dan menerus...

Setelah kau sampai di sudut yang kau cipta,

Ternyata tak kau dapatkan apa-apa.

Karena, kau memang tak melakukan apa-apa,

kau hanya membias, tak berpindah,

kembalinya dirimu pada titik awal.

Kau hanya jenuh, bukan tolol,

seperti yang kau sangkakan padamu sendiri.



03 January 2010

BAKPIA PATOK, GEPLAK DAN CERITA




saya baru saja pulang dari Yogyakarta. tak banyak oleh-oleh yang saya bawa, hanya : dua kotak bakpia patok rasa keju & kacang ijo, satu besek kecil berisi setengah kilo geplak warna warni, dan cerita ini...

STORY

secara mendadak kami berniat untuk ke Yogyakarta. pukul 09.52 WIB meninggalkan stasiun Madiun, menggunakan kereta Sancaka kereta 1, sheet 1 dan 7. sedih...iya, karena saya tidak bisa duduk di sebelah suami. tapi ya sudahlah, kami berlibur untuk bersenang-senang dan menghilangkan penat.

tiba di stasiun Tugu pukul 12.20 WIB sesuai jadwal kereta. kami berjalan kaki menuju warung makan di sekitar Malioboro. Ramai, karena saat ini adalah musim libur akhir tahun.

perjalanan berlanjut menuju hotel. kami sudah menentukan pilihan di Hotel Pulung, selain lokasinya asri karena banyak pepohonan, juga tarifnya lebih terjangkau dibanding hotel lain. kami sudah berdiskusi sejak dari dalam taksi, hingga sampai di muka resepsionis, dan "Maaf Bu, sudah penuh."

TENTANG HOTEL

oke, kami mulai melanjutkan pencarian. seorang tukang becak menawarkan jasa, "cuma 2 ribu mbak, saya antar sampai dapat hotel." deal. kami naik becak dan mulai berkeliling dari hotel satu ke hotel lainnya. dan Hotel Unik menjadi pilihan terakhir. tarifnya 200 ribu/malam. fasilitas yang disediakan :
1. kamar bersih (kasur, lantai, dinding & kamar mandi). ini penting! karena beberapa hotel lain yang kami survey, bed-nya kotor, ada bercak noda, dan sepreinya warna putih...duh, jadi membayangkan rumah sakit deh :( makanya saya pilih Hotel Unik, karena sepreinya gambar buah-buahan pink, segar...
2. material bangunan yang digunakan adalah wood, didominasi warna hijau. sesuai dengan nama hotelnya, tempat ini memang unik. disetiap sudut ruangan terdapat lukisan, indah. bufet ukiran dengan riasan kuningan bertuliskan huruf kanji menghiasi ruang tamu yang disediakan untuk bersantai.
3. panorama standar namun berkesan. ketika pintu kamar hotel kami terbuka, pemandangan gunung merapi nampak jelas di hadapan.
4. ada TV, AC, sarapan pagi berupa jajanan : Kue Ku, Pastel, Arem Arem dan Teh Hangat. begitu kami sampai di hotel, 2 cangkir kopi pekat tersaji di meja.

JALAN & JALAN

sabtu, 2 Januari 2010 kami tiba di Yogyakarta. besoknya saya dan suami pergi ke pameran lukisan. begitu kata Albert, seorang teman yang membuat saya akhirnya berdecak kagum, "oh..."

1. BIENNALE JOGJA X - 2009. begitu yang tertera di selebaran yang saya dapatkan ketika memasuki gedung samping Kantor Pos. saya sampai sekarang belum tahu, "apa nama gedung tersebut?" dan baru tahu setelah sampai di Madiun, iseng-iseng membaca selebaran tadi, 'Jogja National Museum'. dalam acara pameran ini, terdapat banyak karya : lukisan, kriya, ide kreatif, dan benda-benda kuno yang berlabel 'punya nilai seni tinggi'. yang menarik dari pameran ini, penataan. sejujurnya saya tak paham betul dengan apa yang terpajang, namun saya mencoba mengimajinasikan sangat jauh tentang media yang digunakan untuk memajang 'sang maha karya' tersebut. modern, saya menilainya. tak banyak orang yang datang ke sana. hanya beberapa, dan itu pun digunakan untuk foto-foto, seakan benda unik tersebut teman berfoto yang selalu asyik untuk sebuah momen. imajinasi saya sudah sampai pada kalkulasi, nilai, dan rupiah! "berapa lembar uang yang kau butuhkan untuk menciptakan ini semua?" itu pertanyaan pertama saya, jika bertemu dengan yang mencipta acara ini. pertanyaan kedua : "mengapa kau mau mengeluarkan uang sebanyak itu?" dan saya tahu jawabannya : karena 'seni agawe santosa' ya...begitu, seperti yang tertera di buletin SURAT VOLUME 36, seharga 5 ribu rupiah yang saya beli ketika meninggalkan gedung ber-cat putih itu.

2. MUSEUM AFFANDI
setelah mendapatkan pinjaman motor dari Made, saya & suami melaju ke Jl. Laksda Adisucipto 167 Yogyakarta. sudah lama, saya ingin pergi ke tempat ini. meski saya bukan seorang pelukis, atau punya bakat melukis, niat saya hanya satu : ingin tahu. niat menggebu ini melebihi bakat seorang pelukis sekalipun! tiket masuk 20 ribu, free softdrink & souvenir berupa pensil ber-sablon 'Museum Affandi' dan di ujungnya terdapat miniatur kepala orang Jawa. terdapat 4 galeri di museum ini :
Galeri 1 : memuat lukisan & barang peninggalan Affandi
Galeri 2 : terdapat beberapa lukisan dari seorang bernama Didit, saya tak mau sok tahu, tapi saya berusaha menerka, bahwa Didit adalah putra atau anak didik Affandi. kebenarannya? saya tidak tahu.
Galeri 3 : khusus menampilkan karya berupa sulaman. dibingkai. mayoritas adalah karya Maryati, sang istri (barangkali, ouh... saya sungguh tak kenal akrab dengan keluarga Affandi)
Galeri 4 : bernama Studio Gajah Wong. letaknya berdekatan dengan sungai Gajah Wong. beberapa lukisan dari anak-anak SD dan TK sekitar Yogyakarta terpampang di dinding. barangkali disini pernah diadakan lomba atau semacam kompetisi dengan tema Affandi, karena hampir seluruh peserta melukis gambar Affandi dari sudut pandang yang berbeda-beda, menggemaskan.

beberapa lukisan dan benda pahatan di Galeri 2 dan 3 adalah dijual, berkisar 25 juta rupiah. setelah berkeliling, santai dulu di Cafe Loteng, minum soft drink gratis. beberapa merchandise all 'bout Affandi dijajakan disana : t-shirt 60 ribu, mug 15 ribu, dan banyak lainnya.

menyenangkan memang, bisa datang dan melihat langsung lukisan Affandi. terima kasih untuk suami tercinta, Nofak Mylia. dan Albert, Citra, Made : maaf, saya melewatkan 'Bintang Beer Party'. spesial Made : tanpa motor yang kau pinjamkan, mungkin musnah keinginan saya datang ke museum Affandi.

semoga oleh-oleh ini bermanfaat.