27 December 2009

ADA CINTA DALAM HUJAN



kami terdiam di depan almari coklat tua bermotif garis putih, menatap bak mandi yang menadah di bawah atap kamar. bunyinya, 'tak...tak...tak...'
hujan turun deras sekali, bocor disana-sini. kesal, karena ketika hujan turun, kami sedang tiduran, nikmat!
hujan tak kenal kompromi.
suami : "aku pingin pindah ke hotel"
saya : "aku ingin tetap disini"
kita mungkin tak kan sebahagia ini jika tidur di Hotel...
tetap ada cinta, meski hujan turun tak henti-hentinya, mengacaukan kamar kita yang bukan apa-apa.




20 December 2009

SEPULUH YANG SAYA PILIH











inilah sepuluh gambar buatan suami. saya menyukai ini.

FILOSOFI WAJIK


pernahkah Anda mencicipi jajanan bernama wajik? makanan ringan yang terbuat dari ketan. lengket-lengket, manis, dan berwarna warni. ada hijau, coklat, merah muda, atau sesuai kreasi.
makanan wajik ini memang mudah sekali dijumpai. namun tidak sembarang waktu, wajik ini tersedia, meskipun untuk membuatnya sangat mudah dan tidak membutuhkan bahan-bahan yang langka.
satu obrolan singkat, tiga hari sebelum hari pernikahan saya.
ibuk : "...besok mbak, njenengan ndamel jadah lan wajik..."
obrolan ibuk dengan tetangga yang jago bikin wajik.
saya : "kenapa ya buk, kok bikin wajik segala...? nggak pesen roti yang praktis, yang lebih modern."
ibuk : "wajik itu nggak cuma sekedar makanan, yang dimakan, enak, habis. wajik itu semacam simbol. biar kamu sama suamimu nanti tetap lengket, kayak wajik...nduk."
salute for Wajik.

11 November 2009

WANITA


kau selalu katakan, "i love you". tidak kurang dari sepuluh kali dalam sehari. kau juga pastikan untuk menanya, "apakah kau juga cinta aku?" sesungguhnya, tanpa kujawab pun, kau sudah tahu, bagaimana perasaan cintaku padamu. saking seringnya, aku hanya mengangguk. namun, kau terus mengejar dan membuatku menyerah untuk mengatakannya lagi : AKU CINTA KAMU.

kau sering pula bertanya, "apakah kau mencintaiku hingga tuaku datang nanti?". PASTI. aku jadi geram denganmu.

"kau akan terus memujiku, meski badanku kendor nanti?"
AKU TAK PERNAH BERPIKIR UNTUK MENCAMPAKKANMU, MESKI KENDOR SEKALIPUN. KAU ISTRIKU, JANGAN TANYA-TANYA LAGI YA...

kau lega, lantas memelukku, begini setiap hari. aku harus memahami, perasaanmu wanita.

08 November 2009

REVIEW : ROCKLINE FEST


memenuhi ajakan Nofak, saya menghadiri acara ROCKLINE FEST yang diadakan oleh Peluru Tajam. tiket masuk Rp 10.000,- mendapatkan 1 pack Neo Mild (sponsor) dan 1 CD kompilasi guest star : Racun, Negative Force, Barzah, dan Fat Boy Are Hero. masing-masing band tersebut menyuguhkan 2 lagu. berikut list-nya :
  1. Racun (Legend On The Street & Who Are You),
  2. Negative Force (Free Like A Bird & Negative Force),
  3. Barzah (Speed Death & Siksa Kubur),
  4. Fat Boy Are Hero (Na...Na...Na... & Pesta Untukku).
dibuka dengan beberapa band : Tumenggung, Sweet Fighter, Jamu Gendong, O.G.B, Love Buzz, In This Diary, Rotten Morron, Dandelion, Biscuit Power, Butter Cockies.

ini termasuk pertama kalinya di Madiun, sebuah event musik yang tidak hanya 'main' tapi juga promosi CD Kompilasi. saya mencermati disini. kalau acara musiknya sih, masih sama seperti yang dulu-dulu. baju hitam-hitam, alcohol, asap rokok (bikin sesak napas).

CD Kompilasi dikemas dengan label putih minimalis. covernya pun biasa sekali, tapi ini hebat! didalamnya dua lembar kertas ukuran A4 diselipkan, berisi biografi band guest star dan teks lagu.

selama acara berlangsung, saya memang tak mendengar dengan jelas isi lirik lagu yang diusung, hanya pukulan drum dan raungan gitar plus jeritan vokalis. tak jelas, namun saya bisa menikmatinya (sedikit...cukup!).

tidak salah, jika kebanyakan orang enggan datang di acara semacam ini. Anda mungkin perlu membaca lirik lagu berikut, yang bisa membuat kita berubah pikiran tentang 'musik keras'...

kaget juga, ketika sampai di rumah, saya membaca lembar teks lirik. Anda tak akan percaya, band HC (baca : Hard Core) seperti Negative Force, mempunyai lirik yang indah.

Free Like A Bird
di atas dunia yang sedang berduka
bertebar duri yang selalu gelisah
dengan riang kita tempuh perjuangan panjang ini
dengan kepercayaan belas kasih
dengan lantang berikrar jiwaku
tinggalkan zaman kedengkian
yang berujung dendam kemarahan
bebaskan jiwamu menerima
atau menolak batasan yang abadi

putar otakmu menuju cerah
berubahlah seiring kesadaranmu
nikmatilah (seni) pemberontakanmu
teman sebab akan mati bersama
orang terakhir

melambunglah free like a bird

atau lagu berjudul Siksa Kubur dari Barzah :
di dalam kubur jazadku terbujur
gelap tiada batas cahaya menghilang
berselimut kain kafan tertimbun tanah
penyesalan mengakhiriku

atas segala dosa yang menyertai seiring waktu
busukkan jazadku
jeritan menggema tiada perduli
angin malam menerpa kuburku
setan-setan durjana hanya tertawa
menatap tubuh luka terempas siksa

siksa kuburku hingga kiamat menjelang
hanya mengharap ampunan Ilahi

masihkah Anda enggan datang ke acara seperti ini?

29 October 2009

SETENGAH TELANJANG


saya akan menikah.
karena waktu itu sudah datang. karena terlalu banyak tanya, 'kapan'. karena cinta bukan yang utama. karena perbedaan yang harus disatukan. karena hanya kunci yang mampu membuka gembok. karena kita terdiri dari aku dan kamu. karena kebudayaan untuk disatukan. karena agama hanyalah sebuah ageman (pakaian). karena pelangi terdiri dari merah jingga kuning hijau biru nila ungu. karena telinga, mata, kaki, dan tangan ada sepasang. karena kami akan beranak pinak menjadi banyak.

terimakasih untuk kau yang sudi setengah telanjang demi birokrasi. saya percaya, apapun 'pakaian' yang kau kenakan, kau tetap ber-martabat.

tetaplah bersinar, menembus pekatnya hidup.

27 October 2009

PUISI CINTA



cintaku padamu ... seperti :
kopi, yang menghangatkan.
pagi hari yang selalu mengawali harimu.
alarm, yang senantiasa mengingatkan.
kado, selalu mengejutkan.
mawar merah, mengharumkan.
guyonan, yang mampu buat kau tertawa terpingkal.
pantai, yang membuatmu ingin kembali.
malam hari, yang mengantarkanmu kepada mimpi.


25 October 2009

DOA DALAM KANTIL


sore, pukul setengah lima, saya sudah bersiap. ini kedua kalinya, saya dan ibuk ke rumah dukun. yang pertama, hari Minggu, lupa tanggalnya, jam setengah lima juga. selalu setengah. sama halnya dengan rasa setengah hati untuk melangkah kesana.

sampai di rumah dukun, gang pertama rumah ketujuh, warna hijau. seorang pria, usia hampir sama sepertiku. "Saking pundi?" pria muda itu bertanya. saya hanya menoleh ke ibuk, "Nambangan mas, badhe..." belum selesai ibuku menjelaskan maksud kedatangan kami, "Monggo pinarak... panjenengan entosi sekedap." pria muda masuk kamar, hilang dibalik selambu.

wanita tua dengan keriput di muka. kulitnya putih bersih. baju putih motif hitam, sama seperti baju yang saya kenakan. kami duduk bersila di sisi kirinya. sementara di depan kami, bunga mawar merah dan kenanga setengah layu memenuhi ceteng hijau. kalau boleh saya menebak, bunga mawar itu dibeli pagi tadi. sementara kenanga, kemarin sore mungkin.

"Badhe tangklet wayah bu..." ibuk membuka percakapan.
"Iyo nduk, nek dudu kowe sing rene, aku ora tangi. awakku rodho ra penak. guloku wolung atus patang puluh lima. wes seminggu, aku ora nrimo tamu." ucap wanita tua, yang saya sebut bu dukun. mestinya saya memanggil mbah, karena dia sudah tua. tapi sebutan 'Bu' sepertinya lebih ngajeni, ketimbang 'Mbah'.

"Jon... Joni..."
seorang bernama Joni tak menyahut, malah pria muda yang saya jumpai di ruang tamu, "Mas Joni taksih medhal Bu... wonten napa?"
"Bukune sing nyimpen Joni, arep njaluk tulung golekne nggone wayah sing apik. sakjane kabeh dina ngono kuwi apik nduk. tapi ya kudu di pitung, ya tho?"
"Inggih." saya dan ibuk menyahut serentak.

tak lama kemudian, Joni datang dengan satu pak korek. diambilnya tiga kotak, diberikan kepada bu dukun, dan sisanya disimpan di almari dekat tumpukan buku ramalan.
"Le, golekno bukune ibuk"
benar. Joni mengambil buku ramalan yang saya pandangi sedari tadi.
"Menika bu, korekipun siyos...?"
"Ora le, ora arep nyumet... cumak ngitung."
Joni pergi. kini kami bertiga. bu dukun membolak-balik buku ramalan. seperti yang Anda tahu, buku tua, dengan kertas ratas, saya jadi ingat buku Pepak Bahasa Jawa. warnanya hampir sama. rupanya juga, sangat tua dan lusuh, namun bernilai tinggi. semakin tua, semakin langka.

"Jam pitu esuk nduk, apik kuwi... opo jam loro awan? milih wae." bu dukun menutup bukunya. meyakinkan ibuk bahwa jam tujuh pagi atau dua siang, adalah waktu yang baik.
"Jam kalih mawon bu... jam pitu niku kesuleten, enjing sanget." ibuk mengkonfirmasi juga, setelah memandangi saya tanpa bertanya, hanya butuh jawaban melalui wajah bingung saya.

bu dukun mencari-cari sesuatu. "madosi napa bu?" tanya ibuk. "golek adah nduk. nang kono enek pora, golekno plastik sak eneke..." pinta mbah dukun, kali ini dia menatap saya, mengharap bantuan. saya pungut dari tempat sampah, tas kresek warna merah, ada kelopak mawar merah tertinggal di dalamnya. benarkan?? mawarnya dibeli pagi tadi.

bu dukun mengambil setangkai bunga mawar tanpa batang, dari ceteng. ditaruhnya ke dalam plastik kresek, kemudian kantil putih, dibelah satu sisi di badannya yang lonjong. sambil mengucap doa, kantil diremas-remas. seakan melalui jemarinya, bu dukun sedang menyelipkan doa ke dalam kantil tersebut. doanya terlalu cepat untuk saya simak. namun saya bisa menangkap maksud doa bu dukun : 'Maut ada di tangan Gusti Allah, tapi tolong jaga dan lindungi .....' bu dukun terdiam sejenak, lalu menanyakan nama ibuku.
"Yayuk."
bu dukun melanjutkan doa. bungkusan itu sudah berpindah tangan, di saku ibuku.
"Kembang iki di kum ya nduk." bu dukun berpesan.
"Diunjuk napa mboten bu?"
"Iyo nduk... ampreh penak olehmu ngandani wong liya, perkara hajatanmu kuwi mau."
"Inggih bu."

kami pamit pulang, setelah lipatan amplop diselipkan diantara mawar merah di ceteng, oleh ibuku.



24 October 2009

MONEY


terjemahan dari posting tanggal 9 Desember 2008

Money can make people forget the meaning of happiness. Money also makes people greedy. And because of money, we become slaves work. Now it's time we know and understand, that money can not create a happiness. Money can not make us full. Money is not the answer while we are sad. Money is not the reason, why we walk alone and not with the other arm. Happiness is created by ourselves, no and no money though! No need to be rich to eat well. Not to be rich to be able to laugh until laughing. Not got rich if only with a bit of money we could have lots of friends. Which do you choose? Rich or Happy?

KISAH LAPAK JAJAN


saya sedang duduk di kursi tunggu pasien. kursinya tidak nyaman, sama halnya hati ini. deg-deg-deg-deg-deg-saya lupa berapa kali bunyi deg terdengar. saya menanti dipanggil.

seorang ibu yang dulunya masih muda, kini sudah terlihat menua. tapi tak ada yang berubah darinya, dia masih duduk di belakang lapak berisi onde-onde, kue lapis, donat, lemper, kacang klici, hmmm apalagi ya itu? dari jauh saya melihat warna hijau-hijau... seperti putu ayu mungkin, karena terdapat parutan kelapa muda di atas kue hijau empuk itu.

di samping ibu penjual jajan, ada seorang anak berusia kira-kira delapan tahun. usianya sama persis denganku, dua belas tahun yang lalu. saya juga duduk di samping lapak itu. saya juga memandangi jajanan itu. mengamatinya lama, membayangkan andai kue itu berpindah ke tangan saya, pasti akan segera kulahap. habis. anak itu juga begitu, nampaknya.

sementara ibu sang penjual tersenyum senyum, dan sesekali menawarkan kue itu pada anak tersebut. si anak hanya diam. mundur selangkah, lalu memanggil mamanya.

mamanya menyodorkan isi dompet kosong, tak ada uang, hanya karcis loket Puskesmas dan beberapa lembar kertas, entah apa itu.

anak itu menelan ludah. berusaha menjauh dari lapak jajan, berlari kesana kemari, mencari pelarian dari keinginannya.

saya merasa sedang melihat cermin kehidupan masa lalu. kau sama denganku nak! tak semua yang kau inginkan, bisa tercapai. tapi jangan berhenti berimajinasi.

"Ibu Septi Trisnasari..." saya segera menuju ruang Laboratorium.

21 October 2009

SAYA RINDU (YANG LALU)


saya rindu : ketika mendung sudah di ujung kepala, tak sampai satu meter. namun, saya dan kalian, teman-teman, nekat membaur di lapangan basket milik sekolah negeri Madrasah Aliyah. ditengah hujan yang cukup deras, kita terus melaju berlari mendekati ring basket. berburu dan membuat haru.
(untuk teman-teman tercinta : David, Sugeng, Novri, Ari Timboel, Ardian Siel, dan 2 orang lain yang namanya tak mampu saya ingat)

saya rindu : mengendarai motor baruku, selepas masa sekolahmu di Menengah Atas. kita menuju Jogjakarta tanpa surat ijin mengemudi, nekat namun selamat. selalu bebas dari operasi Polisi. kita adalah sepasang teman yang hebat ya? itu tanyamu, dan saya hanya menjawab : iya.
(untuk : neneng)

saya rindu : duduk di tempat jemuran, lantai atas rumah kost. berbaring diantara genting-genting coklat. ada beberapa yang pecah, karena tak mampu menopang berat badanmu. dua cangkir nescafe dan torabika tersaji di lingiran genting. kau memulai menghisap, dan saya mengikutimu. kita berangan tentang masa depan, seakan jawaban mampu kau temukan di langit biru.
(untuk : Lestari Hamdani)

saya rindu : tawa lepas di tengah malam larut, bersamamu. puluhan puntung rokok, tak terhitung. 'yang penting senang' itulah semboyan kita. karena kita masih muda, kala itu.
(untuk : Dewi Trisna Saputri Boru Harahap)

saya rindu : tetesan air matamu. kau selalu mengadu. pilu. saya berusaha keras menghiburmu dan menahan pula air mata yang tak sanggup terbendung. kisahmu tak kan terlupa olehku. hari itu juga, saya berjanji : sedihmu adalah sedihku. sedihku biarkan untukku, tak ingin kubagi padamu. sudah cukup penderitaanmu.
(untuk : Ibuk)

DINDING HATI YANG RENTA


saya tak pernah tahu seberapa renta dinding hatimu. saya hanya paham, bagaimana membuat hatimu terluka. menyakiti hatimu memang mudah. seperti menelusuri dadamu dengan sebilah pisau, dan saya tak perlu cemas arah garisnya, kulitmu lunak. hatimu juga lunak. itulah rentanya dinding hatimu, mudah robek.
saya selalu mengejar kepuasan hati. bagaimana membunuh mati hatimu. JLEP.
segala upaya saya lakukan. jika hatimu terbakar oleh api, sengaja saya datangkan setumpuk api dari penjuru api neraka, untuk membakar hatimu. kalau hatimu terbuat dari pasir, pasti kusiram dengan ribuan galon air laut, supaya kalis, hanyut dan tak tersisa. apapun saya lakukan, agar kau sakit. inilah intinya. itulah kejamnya pembalasan yang saya lakukan ketika saya sakit hati, dulu. sudah berapa kali saya melakukan ini? lupa. sudah teramat sering, saya mengeja raga untuk menjadi lakon jahat.
saya juga pernah sakit hati. perih. terbakar. hanyut tak bersisa. hingga, saya terlalu hapal dengan rasa sakit, semudah saya menyakitimu kembali. inikah cara terbaik untuk membalas dendam? saya menemukan, hati saya juga sangat renta. saya dan kau akhirnya sadar, ternyata dinding hatimu, hatiku sama-sama renta. bagaimana jika hari ini, kita berjanji untuk tidak saling melukai dinding hati yang renta.

21 September 2009

KELUARGA, UANG DAN CINTA


seorang teman menganjurkan agar saya melanjutkan sekolah.
saya mengiyakan.
teman saya memberi alternatif, namun sebelumnya dia bertanya minat saya, tak lama kemudian "kamu ambil public relation saja. sepertinya cocok."
saya mengiyakan.
teman saya kembali meyakinkan, bahwa "kamu masih muda, harusnya mengejar cita-cita setinggi mungkin."
teman saya menyambung pembicaraan dengan cerita tentang kesibukannya, padahal dia sudah menikah, kepala keluarga, dan berusia kira-kira kepala 4, saya mengira begitu. "mumpung belum menikah, sekolah lagi kan oke. peluang kerja public relation juga bagus kedepannya nanti."
saya mengiyakan. lantas meyakinkan, "saya sudah punya rencana. segera menikah, berhenti bekerja, berbagi kasih sayang kepada suami dan anak, lalu merintis usaha sendiri. malas jadi karyawan terus."
teman saya mendebat lagi. "lho kok nikah? kerja dulu ngumpulin duit untuk masa depan anak-anakmu nanti. kalau sudah mapan, pasti akan lebih siap & matang dalam berumah tangga."
kali ini, saya tidak meng-iya-kan.

BEDA


sudah lama saya ingin menulis ini. bahwa berbeda adalah tidak salah. berbeda memberi ruang bagi saya untuk belajar. mendidik otak saya untuk melihat rupa dunia. sementara topeng saja banyak pola, mengapa hidup & keyakinan tidak? bayangkan jika Anda duduk di kursi yang berbeda - beda warna, beda harga, beda motif, atau beda bentuknya - pasti banyak rasa yang menjelma. lalu, bayangkan lagi jika Anda mengenakan baju yang berbeda setiap harinya. hari ini memakai celana blue jeans, besok hot pants, lusa rok, esok lusa legging, rasanya beda kan? bagaimana jika dulu Anda menganggap keyakinan Anda adalah ter-Mulia, sementara yang lain belum sempurna. apakah selamanya akan hanya itu yang menjejali otak Anda? maaf, saya kurang sopan. saya fikir, saya sedang memarahi diri saya sendiri, karena terlalu picik memandang isi dunia. terlalu puas hanya dengan satu, tanpa memandang alternative. terlalu percaya diri dengan menganggap bahwa keyakinan saya ter-Mulia. terlalu menghinakan yang lain. terlalu berhati-hati dengan keyakinan selain milik saya. terlalu egois.
"banyak jalan menuju Roma." salahkah jika saya mengartikan 'banyak jalan menuju Tuhan'?


15 September 2009

REVIEW : CORALINE



tak biasanya saya suka film kartun. ini adalah pilihan pacar saya. moral ceritanya bagus. saya sertakan keponakan saya untuk menonton Coraline Jones, yang melibatkan Dakota Fanning (voice of Coraline). berkisah tentang anak nakal namun pemberani. menyesal atas perbuatannya yang menganggap bahwa orang tuanya tak pernah menyayanginya. lantas dalam alam mimpinya, Coraline berjumpa orangtua yang sangat menyayanginya. namun akhirnya, Coraline tahu mana yang tulus menyayanginya. dia menyesali perbuatannya, yaitu terlampau jauh bermain dalam alam mimpi.
film yang disutradarai Henry Selick ini dikerjakan dengan sangat indah. kalau belum nonton, seru juga dicoba. bukan berarti film kartun menurunkan adrenalin kita lho. nonton film ini tetap seru kok.


REVIEW : The Curious Case of Benjamin Button




saya baru bisa menyewa disc-nya kemarin. The Curious Case of Benjamin Button. alasan pertama saya telat menontonnya : saya bukan termasuk orang yang update. kapan saja, tak masalah. alasan kedua : saya tinggal di daerah pinggiran, wajar saja distribusi new release selalu telat. alasan ketiga : saya selalu mendapati tulisan "sorry i'm out" di rak new release. sial!
oke mari ngobrol film yang baru saya tonton. dari beberapa tokoh yang ada dalam film ini, inilah tiga yang paling saya suka : Queenie (by Taraji P. Henson), Benjamin Button (by Brad Pitt), Daisy (by Cate Blanchett). sesuai dengan urutannya, Queenie adalah Mama angkat, bagi saya, dia adalah seorang malaikat. saya belajar banyak dari tokoh Queenie. bagaimana kita menjalani hidup. meski rasa ingin memberontak & menginginkan yang lebih, percayalah Tuhan menciptakan takdir dengan komposisi yang pas, tanpa kita sadari. I Love GOD.


29 August 2009

SUCI : PENJAJA TOTO GELAP


perempuan itu bernama suci. bersuami dan dua anak perempuan. anak pertama kelas enam SD. dan satunya, baru kelas dua di sekolah dasar yang sama dengan kakaknya.
suci bersuamikan sang pemabuk & penjudi.
suci selalu taat pergi ke masjid, dan mendatangi rumah pengajian setiap kamis malam jumat.
dalam niatnya hanya patuh kepada suami dan membesarkan dua orang putrinya. suci tak mau yang lain.
tahun krisis datang.
suci bersuamikan seorang pengangguran yang senantiasa mabuk dan menjudi.
suci terkadang pergi ke masjid, dan mendatangi rumah pengajian pada kamis malam jumat.
dalam niatnya hanya mencoba bertahan hidup, membesarkan dua orang putrinya, dan tetap patuh kepada suami.
suaminya kini menjadi penjual toto gelap. mengendap-endap di tengah hari, menanti adzan maghrib, dan para penjudi bersorak... atau malah misuh! "Jiancuk!" begitu suami suci berkoar ketika tembakannya meleset. bukan menembak burung yang terbang tak tertangkap. namun hanya angka-angka mati antara nol hingga sembilan.
suci hanya berniat patuh kepada suami. kedua anak perempuannya sudah besar, tak lagi membutuhkan perhatian.
hari itu datang : pria tambun tinggi seratus tujuh puluh lebih, memaksa masuk rumah dan membawa suci secara paksa. suaminya tak ada di rumah. kedua anaknya asyik memburu perhatian di luar.
suci adalah istri yang masih patuh kepada suami, tetap sayang anak, dan terkadang pergi ke masjid, namun tetap menjajakan toto gelap.
suci diam di rumah tahanan. tak seorang pun mengunjunginya.
suci, tabahlah!

24 August 2009

OTAK : KIRI DAN KANAN


tentang otak kanan dan otak kiri, apa yang Anda tahu? kalau saya, sama sekali tidak paham. baru-baru ini nguping pembicaraan orang, bahwa otak kanan mengatur logika, sementara otak kiri berurusan dengan perasaan. atau, otak kanan : MIPA (Matematika Ilmu Pengetahuan Alam). sementara otak kiri : kreatifitas & seni.

kalau bicara soal manusia, human, orang, pria atau wanita, ada berapa banyak macam yang Anda kenali dengan benar sehingga bisa membandingkannya dengan tepat?

kemudian menyoal pekerjaan? Adakah kaitannya dengan jenis kelamin dan otak kanan / kiri?

saya masih terus mencari titik seimbang ketika saya berdiri dengan beban dipundak yang sama berat dengan Anda, namun saya tetap enjoy. bisa menyertakan si kanan dan si kiri dalam takaran wajar : 50 50. namun bisakah? disinilah saya diuji. setelah 3 tahun lalu saya terlena dengan kekuasaan otak kiri.

don't confuse, ini hanyalah penyelarasan antara cita-cita jiwa dengan kebutuhan duniawi yang tak tertandingi. saya hanya ingin terus melibatkan otak kiri, sejauh apapun saya melangkah. karena saya lahir dari sang kiri dan dibesarkan si kanan.

13 August 2009

ROHSA DAN JASMIN


siang bolong. tapi pikiran tidak plong. lelah ingin tidur. lantas, saya istirahat sebentar. hanya sebentar. dengan posisi miring ke kiri, saya sandarkan kepala pada lengan tangan kiri, dan mulailah saya mengilhami semua peristiwa yang terjadi sekitar sepuluh menit.

seorang wanita mirip saya, bernama Rohsa, berjalan jauh tak tahu arah. dari lakunya, dia hanya ingin terus berjalan menembus gang demi gang, menyusuri sungai, menyeberang jalan raya, tanpa beban. jalanan ber-cat putih, bata putih, bahkan saya menduga pada saat ini tak ada warna lain selain putih. atau hanya cat warna ini yang dikatakan halal, jadi sah-sah saja menggunakannya.

Rohsa, bersaudara dengan Jasmin, perempuan bertubuh padat, tidak tinggi, menyerupai saja juga. Jasmin, tak mengikuti jejak laku Rohsa. Jasmin lebih suka sendiri diam tersandar menghadap kiri dengan lengan kiri tertindih kepalanya. Jasmin berjanji untuk menunggu Rohsa kembali. sementara Rohsa masih jauh mengelana.

jasmin bukanlah apa-apa tanpa Rohsa. demikian juga Rohsa, tak berarti jika Jasmin tak menyerta.

ditengah perjalanan, Rohsa tersesat. di sebuah tembok plastik berisi cairan kental dengan sedikit sengatan. Rohsa berusaha menembusnya, namun tak kuasa oleh sengatan arus listriknya. tak berdaya oleh jepitan tembok plastik berisi cairan kental, menyesakan dada. Rohsa meronta meminta bantuan. Jasmin merasakannya. mereka berusaha saling membantu.
tapi, Jasmin tak mampu berbuat banyak, karena dia diciptakan untuk diam. untuk tidur miring ke kiri dengan lengan kiri tertindih kepala. mereka kembali berupaya, menyatu dalam gerakan ringan mengundang tanya.

"sep, kamu baik-baik saja??" suara dan gerakan tangan kekasih saya membangunkan saya dari tidur sebentar yang hampir memisahkan Rohsa dan Jasmin, Rohani dan Jasmani saya.

Oh, begini rasanya kelindihan...

31 July 2009

KEMARAUKAH


sekarang saya bisa mengatakan, ini musim apa? "kemarau!"
saya yakin, ketika melintasi areal persawahan yang dibelah menjadi dua oleh jalan selebar 2 mobil pick-up berjajar.

dulu... dulu sekali, ketika saya masih SD, selalu menemani ibuk berjualan di pasar Barat Magetan. 30 menit terasa panas, sumpek. perjalanan menuju pasar yang nampak asri karena banyak pohon mengiringi ruas jalan, menjadi pengap oleh tumpukan dus jajanan.
saya benci menguntit ibuk, melangkah menyamainya, memikul kardus menirunya, tersenyum kepada pembeli tak ubah sepertinya. saya benci menjadi miskin. saya tak mau terus-terusan menumpang pick-up kreditan milik Om Cholil. saya tak mau, tak bisa bermain di hari Minggu, malah menjadi kuli toko rampasan milik Om Cholil.

itu cerita tiga belas tahun yang lalu.

saya sudah tidak merasakan panas, ketika melintasi areal persawahan yang dibelah menjadi dua oleh jalan selebar 2 mobil pick-up berjajar. saya sedang mengendara motor menuju Madiun. hari ini berjualan keliling di pasar Barat Magetan. menjajakan dus perdana yang menumpuk di tangan kiri, sementara kanan sibuk dengan brosur dan adegan menerangkan.
lelah, saya mampir ke toko ibuk yang masih sumpek dan pengap. minum es teh gratisan. lantas pulang. di perjalanan, saya bertemu banyak pohon mengiringi ruas jalan, membelah areal persawahan. pohon itu tak lagi hijau, daunnya meranggas, hanya terlihat ranting coklat muda semrawut. mungkin menjadi sulit, jika Anda meminta saya untuk menggambarkan bentuk ranting itu di atas lembar putih. detail kecil begitu banyak, membuat saya hanya mampu menyimpulkan, "kemarau!"

mata saya menentukan musim apa sekarang. bukan badan yang merasakan panas.

27 July 2009

BUDI, TERUSKAH BERMAIN BOLA?



baru saja saya melintas di Jalan Yos Sudarso Madiun. disana terpampang baliho besar yang ditancapkan oleh batangan besi berbentuk tabung. kalau diukur dengan perkiraan, mungkin satu pelukan kedua tangan saya. iklan, saya membatin, belum mengamatinya dengan jelas.
'Budi, teruslah bermain bola' kalimat ini ditulis menggunakan font... apa ya? huruf latin, saya tidak hafal nama font tersebut. putih di atas hitam. memesona! seketika, saya menjadi tersentuh. bukan pada dua logo di bawahnya : Manchester United maupun 3.
setelah kejadian lalu, Bom. semua orang panik. ada yang terpekik. marah, sang MU tak menginjak tanah Indonesia. ada yang mencibir kegagalan 3 (baca : three) sebagai sponsor. ada yang biasa saja, yaitu saya.
tapi kali ini, saya menjadi luar biasa dengan kalimat tersebut. Indonesia, tetaplah berjalan, meski langkah menjadi berat. kenapa baru sekarang saya peduli pada Indonesia? apakah gara-gara iklan? Oh Reklame, hipnotis terhebat menandingi Romi Rafael (maybe...).

SERVIS JOK MOTOR


Senin, 27 Juli 2009
hari ini saya menyempatkan untuk membetulkan jok motor saya. mengingat musim hujan sudah datang. terkadang air hujan merembes ke dalam jok yang sudah sobek-sobek, dan tersimpan dalam spon di dalamnya. akibatnya, ketika duduk di jok, celana bisa basah. malu juga kalau dibilang ngompol. saya akan berbagi proses servis jok motor. ternyata mudah!
1. Jok dilepaskan dari badan motor, cukup menggunakan kunci pas ukuran 12 cm.
2. Membuka kulit jok dengan pencatut.
3. Selanjutnya saya dipersilahkan memilih cover jok sesuai keinginan. ada banyak macam, jadi bingung milihnya. akhirnya, pilihan jatuh pada jok hitam dengan motif pink kotak-kotak. be-label HONDA.
4. Cover jok di pas dengan spon. dipotong sesuai pola. dijahit pada bagian depan jok yang berbentuk setengah lingkaran.
5. Cover jok yang sudah siap, dipasang pada spon dan di rekatkan menggunakan streples ukuran besar.
6. Jok yang sudah jadi, dipasang kembali. Mudah ya?

selain servis pemasangan cover jok, disana juga melayani penggantian spon. hampir sama, namun bedanya, kalau pemasangan spon menggunakan :
1. Lem khusus 'QBOND' Multi Purpose Contact Adhessive diproduksi oleh PT. LEMINDO ABADI JAYA. kalengnya berwarna kuning.
2. Kayu berpaku yang mirip parutan kelapa, digunakan untuk meratakan spon.

Biaya utnuk servis jok tidak mahal, hanya Rp 35.000,- sudah termasuk pemasangan. sedangkan biaya servis ganti spon dan jok, Rp 100.000,-. tak perlu menunggu lama, kira-kira 45 menit waktu yang cukup untuk menyempurnakan tampilan jok motor.

26 July 2009

SEBUAH CERITA DARI PEMENTASAN TEATER : NES


Maret 2009. saya mengikuti Pentas Monolog yang diselenggarakan oleh Teater Biru. entah dalam rangka apa, acara tersebut diadakan. dan pertanyaan mengherankan selanjutnya yang saya nanti dari hati : Kenapa saya ikut?

seorang teman kerja (di perusahaan yang dulu) bernama Tedy adalah panitia Pentas Monolog tersebut. dua alasan yang bisa mengampuni saya dari pertanyaan tersebut : saya pernah ber-teater ketika SMA, dan saya bosan dengan hidup standar.

lantas, saya menggandeng Niko sebagai penata musik. saya menangani penulisan naskah dan actress. director kami kerjakan bersama.

NES
pagi pukul 05.00 WIB.
dering ponsel itu berbunyi lagi, setiap pagi, jam lima pagi.
rambutnya coklat bercampur oranye, mirip lapisan besi yang tertimpa panas berkali-kali dan dihujani berulang kali pula. rumah sempit tak berkamar, tak ada dapur. hanya kasur, meja, asbak, dan sisa puntung rokok semalam. tak ada bir, hanya kopi yang sudah duduk pruk di meja sejak kemarin-kemarin. rasanya? tak tahu-lah. pahit yang semakin menjepit kerongkongan. pahit ini yang mampu menghadang seribu pasukan lapar.

Nes, perempuan yang selalu mengumbar kata benci kepada ibunya. bangun oleh dering ponsel yang katanya, 'jembatan menuju rumah ibu'.
"Haaahhh... ibuku lagi." dipandanginya layar ponsel. dijawab seperlunya, lalu kembali di kursi malas. Nes diam, menyiapkan kata-kata terbaik untuk mencaci ibunya.
"Ibuku selalu memaksa aku untuk bekerja. selalu begitu!", sementara tangan kirinya menyiapkan batang putih yang diyakininya mampu mengusir stres, meski nikotin terus menghuni ruang dalam tubuhnya. Nes menemukan korek dalam saku celananya.
isapan rokok menjadi jeda menuju pembelaan, "... padahal aku sudah berusaha. nih lihat, buku Harry Potter ini merupakan wujud dari usahaku." seraya menodongkan buku legendaris dari J.K. Rowling, entah seri berapa, nampaknya itu tidak penting.
"Aku sudah bilang berkali-kali pada ibuku, AKU TUH PENULIS. KERJAANNYA YA NULIS! bukan cari kerja... ya nggak?" Nes kembali mencaci ibunya.
"Tapi dia nggak mau ngerti." isapan demi isapan seakan membuka jalan baginya untuk mengutuk seseorang bernama ibu. lanjutnya, dia pernah bermain kelamin dengan seorang pria botak dengan perut buncit melebihi ukuran ibu hamil. semua itu, Nes lakukan untuk mendapatkan uang.
"Uang itu..." kali ini isakan tangis yang mengalir, bukan isapan mild. "Uang itu... untuk menebus obat. Ibuku sakit." air mata mengalir. saluran sudah dibuat, jadi mudah sekali alirannya.

hening.

"Menjadi pelacur pun tak menyelamatkan perempuan tua itu! maksudku... ibuku." Nes meraih ponsel di meja. "Hanya ini yang membuatku dekat dengan ibu. tapi, sedekat apapun dengannya... tak membuatku takut. dia tak kan mampu menembus ruangku. aku sekarang bebas tanpa paksaan untuk kerja. AKU KAN PENULIS. KERJAANNYA YA NULIS!"
Nes kembali berbaring. namun sebelumnya, dia telah memasang alarm dari ponselnya, untuk pukul lima besok pagi. mari kita tunggu ponsel itu berdering, Nes terbangun, mencaci, mengutuki ibunya, dan kehilangan lagi.

pagi pukul 05.05 WIB.


MAKE A WISH


besok adalah hari ulang tahun blog ini : Ruang Jiwa. tahun kemarin, tepatnya 27 Juli 2009 adalah sebuah langkah kecil idealisme saya. menulis tanpa batas. mencaci dan memuji, menyatu dalam beberapa tulisan. teriakan, senyuman, bahkan emosi meluap telah (hampir semua) saya muntahkan disini. seperti sampah yang ternyata bisa di daur ulang. menjadi koreksi bagi saya, refleksi untuk Anda. dan bahan obrolan serta makian dari beberapa yang lain.

hmmm (dehem dalam hati, bisa?) hahaha. saya kok jadi ingin yang lain, setelah setahun begini. dari dulu, sejak saya mengenal macam-macam pekerjaan, saya sudah jatuh cinta dengan pekerjaan arsitek atau penata ruang atau director, secara universal. mulai dari menata isi rumah, model kuciran ponakan saya, isi tas ransel yang selalu saya bawa kemana-mana, dan banyak hal lain yang ingin saya atur. menata.

saya juga cinta jurnalistik, meski saya termasuk pemalas, namun bekerja dengan penuh tantangan, inilah idaman ruang jiwa saya. dengan menggabungkan keduanya, terpikir untuk menata isi blog ini. menjadi semacam jurnal. dimana pembaca bisa mendapatkan yang lebih berarti ketimbang curhatan saya yang terkadang menambah beban pikiran Anda. maaf.

semoga keinginan ini terwujud. malam nanti, pukul 24.00 WIB, mungkin doa ini yang akan saya serukan. thanks GOD, telah menemani saya di jalan sesat. i'm sorry GOD, telah melupakanmu ketika jalan menjadi lapang. please GOD, tetaplah sabar menjadi Tuhan saya.

24 July 2009

CERITA TEPO PECEL




siang panjang di perjalanan. ngantuk, sudah pasti. kopi, menjadi pelabuhan mata ini. jalur Magetan madiun, saya melintasi Jalan Raya Sugihwaras. ada warung yang tak bernama, tapi kok saya tertarik? melihat di plang warung sedia : tepo pecel, es dawet, kopi, teh. mampir. saya pesan tepo pecel dan kopi. awalnya ingin mencoba es dawet, tapi setelah mengingat santan mengental di atas tungku dan gula merah menghambur ditambah janggelan hitam. belum ingin untuk siang ini. maka, kopi jadi pilihan amat tepat!
ada dua perempuan tua, juga duduk disana. hanya mampir. kalau saya benar-benar mampir untuk makan. setelah ngobrol : saking pundhi mbak? griyane pundhi? nyambut dateng pundhi? ber-pundhi pundhi mengalir. akhirnya sepiring tepo pecel dan kopi mendarat di depan saya.
seketika saya berlagak selayaknya Pak Bondan yang identik dengan Wisata Kuliner. berkomentar tentang makanan yang jauh berbeda. tak seperti imajinasi saya : tepo pecel, terdiri dari tepo dan pecel. tapi tepo pecel yang satu ini, ada tepo, pecel, dan sayur lodeh pendamping ketupat. wow! apa rasanya? aneh. tapi karena saya lapar, rasanya menjadi sangat enak. kondisi berpengaruh terhadap rasa.

23 July 2009

LA FRISKA


sejak 13 Juli 2009 lalu, keponakan saya : La Friska sudah tidak TK lagi. dia sekarang kelas 1 B SDN Endrakila Madiun. La Friska, bukan anak yang doyan jajan, jadi tak ada masalah ketika uang sakunya hanya 1.000 rupiah. bisa Anda bayangkan, jajanan sekarag ini berapa? tak ada yang dibawah 500 rupiah. awalnya saya, ibuk, dan kakak saya (mama La Friska) sedikit kasihan dengan memberinya hanya 1.000 rupiah. tapi kami sepakat bilang, "uji coba". jadi artinya, jika nanti La Friska protes dan minta uang jajan tambahan, pasti akan diberi.
sore hari, ketika saya pulang kerja. saya menemukan lembaran semacam karcis berwarna hijau. setelah saya amati, ternyata karcis iuran PMI ber-label 500 rupiah. lalu segera saya mencari La Friska. dan benar saja, para siswa diharuskan membayar 500 rupiah untuk sumbangan PMI tersebut. "Kamu bayar pake apa Ka?" tanya saya.
"Sama uang, tante." jawabnya polos.
"Trus kamu jajan apa?"
"Belum beli jajan. uangnya tinggal 500, nggak cukup buat beli jajan." ucapnya sambil menyodorkan uang 500.
saya hanya terdiam. saya harus belajar banyak dari La Friska. Hemat!

DIALOG PUTIH



pagi di rumah saya.
bangun. sholat. sarapan sambil nonton spongebob. cuci piring. masak (kadang-kadang). memberi makan putih (kucing saya). ngopi sambil menunggu jam 7 tet, saya mandi.

pagi tadi di rumah saya.
bangun. sholat. sarapan sambil nonton spongebob. memberi makan putih (kucing saya). ngopi sambil menunggu jam 7 tet, saya mandi. ngobrol dengan putih.
saya : "kalau kamu jadi manusia, kamu pasti kerja pus. kira-kira kamu mau kerja apa??"
putih : "miaw" lalu mengipaskan ekornya tepat di muka saya. mungkin kalau diterjemahkan, dia bilang "banyak omong!"

saya : "pus, kamu nggak pernah mandi, tapi kok bulu kamu halus... lembut..." (sambil mengelus-elus bulu putihnya)
putih : "miaww" kali ini dia mengendus-endus di tangan saya. artinya, kalau tidak salah, "kamu juga punya kulit halus, kok masih iri. nrimo dong!"

saya : "enak ya pus jadi kucing... kalau lapar, tinggal meong."
putih : langsung nyelonong pergi, tak menghiraukan saya. ternyata kucing juga punya perasaan (mungkin).

terima kasih putih! kamu memberi arti beda buat saya. hmmm, saatnya mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Tuhan.



PICTURE LIST OF HEART







sejak kecil saya suka menggambar. mulai menggambarkan situasi (bercerita), menggambarkan perasaan (curhat), menggambarkan fiksi (dongeng), dan menggambar yang sebenarnya, diatas kertas dengan spidol. saya senang menggunakan spidol, ketimbang crayon atau pensil warna. crayon bikin tangan kotor. sementara pensil warna, membutuhkan tenaga untuk menciptakan gelap terang dari satu warna. semua memiliki kelebihan dan kekurangan. saya pilih spidol, karena praktis dan ekspresi saya bisa muncul melalui-nya.
pacar saya juga jago menggambar. namun dia lebih senior ketimbang saya. melukis di atas kanvas, menuangkan isi hati yang telah dikawinkan dengan perasan logika yang menyatu dalam goresan kuas. hmmm, dia pintar!
ini beberapa lukisan yang berhasil saya foto. dan salah satunya adalah lukisan sisca, mantan pacarnya. i like that! makanya saya sertakan di list picture saya ini.
dari atas ke bawah :
1. Lukisan Kopi (Septi Sutrisna)
2. Lukisan Ngawur (Sisca)
3. Lukisan Matamu Suek (Nofak Mylia)
4. Lukisan Human Begin (Nofak Mylia)
5. Lukisan Gigi (Nofak Mylia)
6. Lukisan Abstrak (Nofak Mylia)